Mohon tunggu...
Bob S. Effendi
Bob S. Effendi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Konsultan Energi

Konsultan Energi, Pengurus KADIN dan Pokja ESDM KEIN

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Indonesia Telah Memvalidasi ThorCon

30 Mei 2019   23:45 Diperbarui: 23 Juli 2019   23:36 819
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bapak Teguh Supriyadi, assisten deputi sekretaris kabinet memberikan kesan & pesan di dampingi oleh direktur marketing offshore DSME, Yong-Seok Joe.

Baca:

Pakar: Nuklir Komponen Penting Solusi Perubahan Iklim 

PLTN, Sebuah Keniscayaan Bagi Indonesia

BPPT Sebut Indonesia Darurat Energi dan Butuh 8.000 MW PLTN

Validasi  aspek Keselamatan: 

"Teknologi ini, menurut Qvist (2019), berdasarkan tinjauan pendahuluan, reaktor ThorCon akan menjadi cara yang aman secara inheren dan hemat biaya bagi Indonesia untuk menghasilkan energi netral iklim yang praktis untuk dibangun dalam waktu dekat. Pertemuan (FGD) antara Qvist sebagai ahli nuklir independen, BATAN dan BAPETEN menyimpulkan bahwa TMSR500 merespons dengan aman terhadap pemadaman stasiun seperti kecelakaan Fukushima (bahkan pada skenario yang lebih buruk daripada Fukushima); TMSR500 juga mempunyai kemampuan teknologi masa tenggang (grace period) selama beberapa bulan yang melebihi periode waktu yang dipersyaratkan selama 1 minggu oleh BAPETEN"  

Tidak dapat disangkal bahwa isu Fukushima akan selalu muncul dalam pembahasan PLTN, sehingga perhatian pemerintah Indonesia pada pembangkit listrik tenaga nuklir adalah bagaimana PLTN  merespon terhadap pemadaman stasiun (station blackout) yang dapat menyebabkan pelelehan teras (core meltdown)  seperti yang terjadi pada kecelakaan Fukushima. Pada akhirnya Pemerintah harus dapat menjamin dan meyakinkan masyarakat bahwa PLTN yang di bangun kejadian Fukushima tidak mungkin terjadi.

Untuk melakukan kajian singkat mengenai keselamatan, Tim kajian mengirimkan sebuah kuesioner kepada BAPETEN, regulator nuklir Indonesia dan Dr Staffan Qvist, seorang ahli Nuklir Independen yang telah melakukan studi ekstensif pada desain sistim keselamatan Thorcon. Jawaban terhadap kuesiner tersebut yang kemudian  dibahas dalam sebuah diskusi kelompok terfokus pada 14 Maret 2019. 

Kesimpulannya, BAPETEN dan Dr. Staffan Qvist sepakat bahwa Thorcon memiliki tingkat keselamatan lebih tinggi daripada kebanyakan pembangkit listrik tenaga nuklir komersial lainnya.  BAPETEN juga memberikan catatan bahwa pengujian lebih lanjut perlu di lakukan untuk konfirmasi yang tentunya pada waktu pasti akan di lakukan. 

Dr Staffan Qvist, memberikan buku
Dr Staffan Qvist, memberikan buku "A bright Future"  tentang climate change dan nuklir kepada Kepala Pusat P3Tek, Bapak Sujatmiko
Dengan kata lain, ThorCon dapat menjamin bahwa Kecelakaan seperti yang terjadi di Fukushima tidak akan terjadi. 

Sesuatu yang tidak dapat di lakukan oleh PLTN berbasis air ringan seperti PWR dan BWR.

Validasi aspek Keekonomiaan:

"Thorcon dapat menjual listrik PLTT THORCON500 dengan harga $0,068 kwh (di bawah rata-rata BPP nasional) dan masih dapat menghasilkan pengembalian yang sehat dan positif bagi para investor, bahkan proyek tersebut memiliki biaya kemungkinan yang besar. Dengan kata lain, proyek PLTT THORCON500 adalah proyek yang bankable dan layak. Dalam skema Independent Power Producer (IPP), tidak ada risiko finansial dan teknologi bagi PLN dan Pemerintah."

Wakil Menteri ESDM telah mengatakan yang dilansir berbagai media, 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun