Mohon tunggu...
Bernardus PanduSetyo
Bernardus PanduSetyo Mohon Tunggu... Freelancer - Hanya penulis pemula yang ingin belajar

Terima kasih telah membaca karya-karya saya, semoga bisa menginspirasi anda!

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Invasi Sepak Bola dalam Jurnalisme Multimedia

18 Februari 2020   18:28 Diperbarui: 18 Februari 2020   23:25 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Pandit football, Bola.com, itu yang lokal sih," ujarnya sekaligus menyebutkan bahwa Pandit Football adalah media favoritnya.

Bima pun mengakui bahwa dengan adanya internet, ia merasa sangat mudah untuk mendapatkan berbagai macam informasi mengenai sepakbola. Hal itu dikarenakan informasi tersebut bisa didapatkan di mana saja, baik melalui website-website resmi dari media sepakbola maupun media sosial.

Selain itu, media-media sepakbola khususnya di Indonesia juga telah menghadirkan berbagai konten menarik di dalamnya, sehingga dapat dianggap bahwa mereka telah memenuhi kualifikasi sebagai anggota dari multimedia.

Sumber: Football Tribe
Sumber: Football Tribe

Pasalnya, tak jarang dari mereka menghadirkan berbagai segmen yang menarik dan bervariasi. "Pandit football itu keren sih, jadi merasa pundit beneran. Soal taktik, analisis, statistik pemain juga," ujar Bima.

Isi kontennya pun juga dihiasi dengan beberapa elemen multimedia, seperti teks, grafis atau infografis, video maupun animasi. Goal.com bahkan memiliki segmen khusus dalam websitenya yang menampilkan video-video sepakbola, seperti head to head, dan sebagainya.

Di samping itu, persebaran informasi mengenai sepakbola juga merebak di media sosial. Mulai dari akun resmi media sepakbola hingga akun alternatif yang sekedar membahas tentang sepakbola pun ikut ambil bagian dalam persebaran informasi tersebut.

Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Bima mengenai pengalamannya ketika berselancar di media sosial. "Waktu itu lagi scroll Twitter, tiba-tiba ada satu dua orang me-retweet sesuatu, menarik terus baca. Kadang-kadang Instagram juga malah lebih banyak," ujarnya.

Fenomena tersebut sekaligus membuktikan bahwa jurnalisme multimedia masa kini telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap pola konsumsi para penggemar sepakbola.


Referensi:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun