Mohon tunggu...
Emmanuel Astokodatu
Emmanuel Astokodatu Mohon Tunggu... Administrasi - Jopless

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat,

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bekerja dalam Satu Dua Perspektif

3 Mei 2019   07:03 Diperbarui: 3 Mei 2019   07:16 66
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Baru saja kita lewati, Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei.  Dirayakan entah sejak kapan di Indonesia.Tetapi sejak memori dapat saya pakai, masih duduk di SD, sudah saya alamiperayaan itu. Mungkin juga karena rumah saya didekat industri perkebunan tebudan pabrik gulanya. 

Hari Buruh sangat spesifik berwarna "pekerja danperdagangan" karena memang konon diperingati sejak tahun 1886 oleh FederasiPersatuan Buruh & Perdagangan dunia. Masalah Bissnisskah itu ?

Memang sebentar menengok catatan sejarah ada sederet panjang peristiwa dan permasalahan di Eropa. Penemuan mesin uap tahun 1769 menjadikan revolusi industri. Terbitnya buku teori ekonomi dan peran "Negara" oleh Adam Smith, The Wealth of Nation's , tahun 1850, lalu oleh K.Marx. Das Kapital tahun 1867. Apa yang berupa permasalahan sejak saat itu:  

1. Kelompokkecil mengontrol produksi

2.Kekayaanyang terpusat menimbulkan keserakahan.

3. Orangmiskin dalam kesengsaraan

4. Kondisikerja tidak layak

5. Sosialismemenolak kekayaan pribadi

6. Sosialismemendukung pertentangan klas.

Peringatan dan perayaan Satu Mei Hari Buruh itu bagi saya sejak kecil itu lebih terkesan dan terbayangkan di memori kanak2 ini, saat itu "lebih menakutkan dan menegangkan" daripada menyenangkan dibanding Peringatan Hari Kemerdekaan. 

Saat itu masih ada PKI dan pernah di Indonesia ada "100 partai", bahkan ada sampai 1964/65 apa yang disebut NASAKOM. Satu Mei selalu heboh dimana mana demonstrasi dengan pidato-pidato "menuntut Hak Buruh". 

Bagi anak anak tidak jelas mereka menuntut apa dan kepada siapa. Tentu bagi yang telah dewasa pasti tahu adanya ketegangan antara buruh dalam kemiskinan dan majikan kuat modal. Sementara kekuatan organisasi social-politik mencoba mengambil peluang dan menuduh pemerintah melindungi majikan terhadap tuntutan buruh. 

Satu Mei menjadi peristiwa politik juga dan hampir selalu ada People Power. Satu Mei terkesan dengan kekerasan kekuatan dan ketegangan. Hal itu berimbas kepada citra pekerja buruh upahan. Pekerjaan, buruh, pekerja kasar,kerja keras bukan kerja priyayi, tercitrakan rendah. 

Makaselama masyarakat Negara belum berhasil menata warganya dalam enam permasalahantersebut diatas tadi masih akan ada peluang untuk Hari Satu Mei menjadibernuansa "Tuntutan". Dan bisa jadi banyak potensi dan kekuatan sospol resmilama atau baru dan mendadak karbitan ikut ambil bagian dalam keramaian SatuMei.

Itu berarti harusada jawaban terhadap masalah2 tadi misalnya : Mengatur batas2 kekayaan pribadi.Mengatur Pemilikan uang secara adil. Si Kaya membantu si Miskin. Negara harusmampu sebaik mungkin mengurus kepentingan umum. 

Pada skala kecil kecil sepertikelompok agama dan social bisa mempersatukan si kaya dan si miskin misalnya denganperserikatan buruh dan pemberian gaji yang adil. 


Sementara itu Negara menata Hakmilik pribadi itu sah tetapi bermakna sosial. Pendek kata ada hubungan serasidan setaraf antara pemilik modal dan tenaga kerja dimuka hukum.


Akan tetapi perkembangan masyarakat akan berjalan terus dan perubahan- perubahan akan membuat timbulnya permasalan baru. Krisis ekonomi tahun 1930an, meloncat ke dampak dampak perkembangan kemajuan teknologi dewasa ini, semangat dan selera anak zaman, budaya instant, juga menuntut solusi-solusi baru yang sesuai dan "menjawab". 


Maka untuk semua itu kita harus berani berfikir positip, cerdas dan  melihat jauh kedepan dan mendasar. Saya memilih melihat Mental SDM. Lebihkhusus mari kita melihat arti dan kesadaran akan nilai Bekerja dan Kerja.

         

Definisiteknis dapat diajukan sbb :  Kerja adalah kegiatan dan upaya nyata manusia menjadikan sasarannyamempunyai manfaat atau nilai lebih.

Definisifilosofis dapat diajukan sbb:    Kerja adalah upaya manusia  membuat suatu sasaran, apakah itu benda atausituasi kondisi sesuai dengan yang menjadi buah pikirannya, untuk mendapatkanmanfaat bagi kehidupan diri sendiri atau sesama pada saat dibutuhkan.

Definisitheologis/imani boleh diajukan sbb. : Kerja adalah amanatSang Pencipta bagi manusia yang dianugerahi akal budi untuk ikut sertamenyempurnakan hasil karya ciptaanNya dalam rangka memuliakan NamaNya.

Saya merasaapabila orang mampu membangkitkankesadaran tentang bekerja sebagai panggilan dariNya, dan bekerja dipahamisebagai perilaku senilai ibadahnya niscaya tidak ada lagi motivasi yang lebihsempurna dari itu. 

Dengan pemahamanKerja sedemikian itu oleh segenap warga kita, kita bisa melihat hilangnya rasaangkuh orang kaya, pemilik modal, pemilik sarana produksi, sebaliknya ada penghargaanterhadap pekerja dan pekerjaan, ada semangat kerja yang optimal untuk bersamamensejahterakan segenap warga masyarakat penuh tenggang rasa.

Bersama Siti Hadijah kita bisa melihat prestasi seorang  Madonna, pelayan restoran sukses di usaha danprestasinya didunia hiburan, seperti pula seorang Tukul Arwana yang seorangsopir bisa sukses dan kaya di dunia hiburan. Kita bisa tahu bagaimana JackieChan yang semula buruh bangunan berhasil menjadi boss perfilman. 

Masih lagi bisadisebut seorang Agus Pramono seorang ofisboi menjadi pengusaha kuliner yangpantas dipuji. Atau Andrie Wongso si salesman menjeilma menjadi pengusahasukses dan bahkan motivator terkenal. Dan jangan lupa OB juga yang kita nikmatijasanya saat saya tulis ini Bill Gates dengan microsoftnya yang sekarang orang kayaraya didunia ini. (lihat Siti Hadijah).

Penghargaan dan penghayatannilai kerja dan manusia kerja adalah langkah pertama bagi orang-orang yang sukses.Dan sebenarnya bila tak ada sentiment politis kita bisa menyaksikan keteladananseorang anak tukangkayu yang mewarisi jiwa semangat ayahnya. Kerja, kerja,kerja, katanya konsisten dari mantan 2 x walikota Solo, gubernur DKI danpresiden RI ke 7.

Seorang teman di Facebook menyajikan foto-foto momentum sekelompok orang berbincang dan makan bersama presiden. Makan bersama bukan dalam perjamuan dimeja makan, tetapi diruang kerja bersama pekerja-pekerja pembantunya.  Hal itu menyadarkannya bahwa presidensebenarnya sama saja dengan buruh. Tak harus dibedakan selain ada jabatan yangdiamanahkan kepada masing-masing orang.Teman saya terpesona katanya : "Akuspeechless lihat bapak ini", dan dia mendoakannya.


Demikiancatatan permenungan saya mengalami lagi Perayaan 1 Mei Hari Buruh Internasionaldi Indonesia, melalui jasa mikrosof Bill Gates, dari pelosok desa dan merasakanSATU MEI di beberapa tempat. Semoga bermanfaat. Kepada Pembaca Yth, tolongterima salam hormat saya.

Ganjuran Mei 02,2019.Emmanuel Astokodatu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun