HIGHLIGHT

Sajakku, Sajak Sumpah Pemuda.........

28 Oktober 2012 04:40:27 Dibaca :

Sajakku, Sumpah Pemuda Sajakku sajak pemuda yang bersumpah bersumpah sambil kencing di celana dan membayangkan luna maya di jaman penuh tontonan ini aku bersumpah, tentang kabar kabur nasionalisme, tentang melawan secara gagap modal asing dan tentang romantisme picisan yang menghasilkan duit bagi pemilik toko-toko Hari ini sumpah pemuda, kata buku-buku sejarah lalu kita mengenang bendera merah putih dan Indonesia Raya dengan sebungkus kuaci dan coca cola lalu dengan gembira kita hisap ganja sambil menghitung duit bapak yang ditransfer ke bank kita, duit hasil komisi proyek cukong yang baru kemarin ditandatangani. Sumpahku, sumpah pemuda. Buat apa hidup susah demi ide yang tak pernah aku mengerti. Buat apa buang-buang waktu demi mimpi yang pada akhirnya toh tak terjaga. Sumpahku adalah sumpah, ketika Disc Jockey memutarkan irama ajib-ajib atau sambil melihat Pemandu lagu karaoke telanjang di depan TV dan dengan gembira aku nyanyikan lagu "Maju Tak Gentar"...... Mengapa harus banyak baca buku politik, sejarah dan budaya. Toh, dengan mudah aku bisa duduki bangku parlemen, karena di Indonesia kekuasaan adalah warisan bukan soal perjuangan. Mengapa aku harus sibuk bicara kemiskinan dan perut rakyat yang lapar, atau bicara tentang sistem moda transportasi yang menghasilkan rakyat seperti lele disesakkan pada plastik beroksigen di Metromini dan Kopaja, Di Busway dan Angkutan Kota. Toh kita tak pernah masuk dalam dunia mereka, biarlah kaum kere tetap di dunia yang kere, kaum kaya menjaga kehidupan. Jangan biarkan kaum kere mengancam kaum kita, biarlah mereka tenang di kehidupan, berilah mereka sinetron dan sulap agar duduk manis penuh harapan. Sumpahku, Sumpah Pemuda yang dibangun atas semangat menumpuk kekayaan, menjaga agar Bapakku tetap berkuasa dan bahasaku adalah bahasa elite kaum kaya dimana logatnya mirip Cinta Laura....... Sumpahku, Sumpah Pemuda dimana kemewahan adalah duniaku dan Indonesia adalah negeri dimana aku bisa mendapat seribu kuli untuk dibohongi baik itu buruh pabrik atau kuli jurnalistik. Dengan disaksikan mobil bapakku yang baru diberi Bapak Presiden tadi pagi dan ajudan berderet-deret sambil menyembah daulat Tuan Muda padaku, aku bersumpah : Sumpah Pemuda Bertanah air satu, tanah air yang ada ladang batubara, lahan kelapa sawit dan minyak bumi agar aku bisa jadi makelar komisi.... Berbangsa satu, bangsa para kuli yang mendewakan asing sebagai sumber modal. Berbahasa satu, bahasa proposal proyek dan mencari solusi menyogok kaum birokrasi. Inilah sumpahku, sumpah dengan ketulusan hati untuk menjaga kelasku dan menjaga kekuasaan. Toh apa artinya hidup bila tak bisa menjaga kelanggengan kelas berkuasa. Sejarah bangsaku sudah dimenangkan bapakku dan tugas kaum muda bagiku adalah bagaimana kerja bapakku menjadi monumen hidup dan aku diwariskan kerjanya tanpa otak dan tanpa pengetahuan dengan jas puluhan juta dan senyum di pas-paskan aku duduk di kursi Parlemen, toh bangsa ini hanya mainan bagi bapakku...... Hujan rayap di negeri Indonesia karena Pemuda hanya berani kentut saja takut pada penguasa dan berebut menjilat kaum bajingan yang pegang negara.... -Anton DH Nugrahanto-.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?