Mohon tunggu...
Ajinatha
Ajinatha Mohon Tunggu... Freelancer - Professional

Nothing

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sosok di Balik Museum Bioskop Jambi

17 November 2019   07:10 Diperbarui: 17 November 2019   20:18 247
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Satu tahun berdiri, Museum Bioskop Jambi sudah dikunjungi baik wisatawan dari berbagai propinsi di Indonesia, maupun Wisatawan Mancanegara (Wisman), seperti Malaysia, Singapore, Tiongkok, Brunei, Australia, Rusia, Korea Selatan, Turki, Taiwan, dan Hainan.

Artinya, keberadaan Museum Bioskop Jambi ini sangat menarik minat wisatawan dalam negeri, maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Propinsi Jambi. Museum Bioskop ini punya kontribusi memperkenalkan Jambi ke Mancanegara.

Embi C More dan Harkopo Lie/ foto: doc. Harkopo Lie
Embi C More dan Harkopo Lie/ foto: doc. Harkopo Lie
Jose Rizal Manua, Harkopo Lie/foto: doc. Harkopo Lie
Jose Rizal Manua, Harkopo Lie/foto: doc. Harkopo Lie
Harusnya Pemprov Jambi peduli akan keberadaan Museum Bioskop ini, bisa dijadikan ikon budaya dan pariwisata daerah yang bermanfaat bagi masyarakat. Namun karena miskinnya wawasan pemerintah daerah terhadap kebudayaan, sehingga hal seperti ini dibiarkan begitu saja.

Sebagai putra daerah Jambi, penulis sangat menyayangkan ketidakpedulian Pemerintah Jambi terhadap keberadaan museum Bioskop ini. Seharusnya, Pemprov Jambi bisa memberikan solusi untuk perkembangan salah satu asset budaya yang perlu dibannggakan ini.

Gibran Rakabumi, Harkopo Lie/foto: doc. Harkopo Lie
Gibran Rakabumi, Harkopo Lie/foto: doc. Harkopo Lie
Penulis mau mempublikasikan Museum Bioskop Jambi ini atas rasa kepedulian terhadap upaya Harkopo Lie, demi kepentingan daerah yang dicintainya. Penulis bukanlah bertindak sebagai buzzer dari pengelola Museum Bioskop Jambi.

Apa yang sudah dirintis oleh Harkopo Lie ini seharusnya tidak cuma diapresiasi, tapi juga harus ada tindakan yang kongkret, demi keberlangsungan keberadaan Museum Bioskop Jambi tersebut, yang bisa menjadi ikon museum baru dikota Jambi.

Penulis percaya, sebagai seorang pengusaha yang tergolong sukses, baik di Jakarta maupun di Jambi, dia mampu untuk mengembangkan Museum Bioskop Jambi. Persoalannya, sebagai masyarakat Jambi seberapa besar kita memiliki rasa kepedulian terhadap keberadaan Museum tersebut.

Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Pemprov Jambi, harus memiliki visi Budaya dan pariwisata kekinian. Tidak cuma melihat nilai-nilai kebudayaan dari apa yang sudah diwarisi oleh pendahulu kita sebelumnya. Visi Budaya akan terus berkembang selaras dengan perkembangan tekhnologi kekinian.

Pemangku pemerintahan harus melek, dan mengikuti perkembangan zaman. Mengubah mindset dalam melihat asset budaya terbarukan. Tinggalkan Pola pikir konvensional yang berorientasi untung rugi semata. Buka mata untuk melihat jauh kedepan.

Dalam pertemuan dan percakapan penulis dengan Harkopo Lie, penulis merasakan keterbatasan dana dia untuk mengembangkan Museum Bioskop Jambi, sehingga terbetik dalam pikirannya untuk mendirikan yayasan sebagai penopang pengelolaan Museum Bioskop Jambi.

Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Foto: doc. Harkopo Lie
Hanya saja penulis pikir, kalau pemerintah setempat bisa membantu secara finansial untuk pengelolaan Museum Bioskop Jambi, sedikit banyak bisa meringankan persoalan yang dihadapi Harkopo Lie dalam mengelola salah satu asset berharga yang dimiliki Jambi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun