Manusia dan Cinta Kasih

01 April 2013 20:57:06 Dibaca :

KASIH SAYANG TULUS SEORANG IBU

Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasih. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya. Kasih ibu kepada anak-anaknya tak akan bisa dihitung sepajang masa, dari mulai beliau mengandung, melahirkan, hingga membesarkan anak-anaknya tanpa pamrih.

Dengan segala hormat dan rasa cinta kepada Ibu, mari kita mengheningkan cipta mengenang jasa dan cinta kasih ibu. Entah sejak umur berapa saya mengenal nyanyian tersebut dan tak pernah lupa, bahkan hingga hari ini, sekali-sekali saya nyanyikan kembali lagu itu. Baitnya pendek, rangkaian kata-katanya sederhana, namun kandungan maknanya teramat dalam, sehingga kadang kala air mata menetes setiap menyanyikannya, meski hanya untuk diri sendiri. Padanya melekat sifat kasih ilahi yang tak pernah padam.

Saat kita tinggal dalam garba surgawi yang disebut alam rahim Ibu, yang sesungguhnya kata “rahim” merupakan salah satu asma Allah yang artinya Penyayang. Dengan cara itulah Allah menunjukkan bahwa bagaimanapun sosok seorang ibu, bagaimanapun sikap seorang ibu tetaplah akan selalu menyayangi anaknya. Sedemikian lembut dan lekatnya hubungan anak dan ibu yang terbina dalam alam rahim itu, sehingga suasana batin ibu akan sangat berpengaruh pada karakter anak yang berada dalam kandungan. Dari do’a, dzikir, dan tindakan positif saat ibu mengandung memiliki harapan besar agar anaknya mendapatkan segala yang terbaik saat terlahir didunia.

Ingatlah apapun yang kita dapat didunia tak lepas dari do’a seorang ibu. Do’a yang tulus yang diberikan seorang ibu yang mampu mengiringi keberhasilan yang diraih oleh anak-anaknya. Seorang ibu tidak pernah mengharapkan imbalan apapun atas jerih payahnya mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya. Hanyalah kebahagiaan untuk anak dan cucunya kelak yang ingin ia lihat. Tak mengherankan, terdapat hasil penelitian di kalangan pengusaha sukses di kalangan China,bahwa salah satu ciri kehidupan mereka adalah senantiasa menghormati ibu sedemikian rupa karena yakin sosok ibu itulah pilar kesuksesan mereka.

Percayalah bahwa surga ada dibawah telapak kaki ibu. Senantiasalah menghoramati, menyayangi dan mencintainya setulus hati seperti apa yang ia lakukan untuk kita selama ini. Dalam Alquran surat Luqman, perintah bersyukur kepada orangtua bahkan diletakkan sebaris dengan perintah bersyukur kepada Allah. Ini menunjukkan betapa Allah meminta semua hamba-Nya agar pandai berterima kasih serta mencintai orangtua, khususnya ibu, yang telah mengandung, melahirkan dan mengasuh dengan susah payah,namun cinta dan kasihnya tak pernahpadam.

Cinta seorang ibu terhadap anaknya sangatlah besar, bahkan saat seoarang anak melawan seorang ibu bukanlah kemurkaan yang ia lakukan melainkan do’a yang tulus untuk memohonkan ampun kepada Allah atas perlakuan anaknya. Ibarat mata dan tangan, saat mata menangis. Saat seorang anak terjatuh pasti ibu selalu membantunya untuk bangkit. Sungguh ketulusan seorang ibu tidak akan bisa menandingi ketulusan kasih sayang siapapun. Tapi kasih sayang seorang anak tidak akan ada yang bisa menandingi kasih ibunya. Cinta kasih dan perhatian anak pada orangtua tidak berbanding sejajar dengan cinta orangtua pada anak. Karenanya sangat tepat peringatan Nabi Muhammad dengan sabdanya, “Cinta kasih dan rida Allah bersama cinta kasih dan rida orang tua pada anak-anaknya dan sebaliknya, kemarahan Allah bersama kemarahan orangtua pada anakanaknya.” Inilah yang dimaksud surga berada di bawah telapak kaki ibu. Bahwa jika ingin mendapatkan surga Allah, baik di dunia maupun di akhirat, kita harus mampu memberikan cinta kasih untuk orang tua, khususnya Ibu. Saat ibu sudah tua rentan dan anaknya sudah berhasil, banyak anak yang menitipkan ibunya di rumah jompo. Padahal seorang ibu menginginkan menjadi rebutan anak-anaknya untuk dirawat, seperti saat ia merawat kita  sejak kecil. Saat kita tersandung batu selalu nama ibu yang kita panggil, seakan damai saat ibu disamping kita.  Karena sifat ibu yang pengasih penyayang, bumi tempat kita hidup juga disebut ibu pertiwi. Semoga kita tetap dan selalu tergolong putra-putri yang bisa memuliakan ibu kita. Disaat ibu masih bisa berusaha menghidupi kita sampai nanti saat ia tak lagi disisi kita tetaplah berbakti dan mencurahkan seluruh kasih sayang kita untuk ibu tercinta.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?