HIGHLIGHT

Pilkada DKI Jakarta, Pertarungan Cagub Termuda?

27 April 2012 01:47:47 Dibaca :
Pilkada DKI Jakarta, Pertarungan Cagub Termuda?
Balai Kota DKI (itoday.com)

@assyarkhan

Jika orang lain mengingat macet, banjir dan kemiskinan ketika menyebut JAKARTA, Saya justru teringat pada lagu “Siapa Suruh Datang Ke Jakarta”, Iya. Jakarta sebentar lagi Pesta Demokrasi, Pilkada DKI Jakarta telah diambang mata. Semua kandidat menyatakan “YAKIN MENANG”, Pertandingan memang harus yakin dulu bukan?

Artikel sederhana ini merupakan rangkaian tulisan Saya yang kesekian kalinya tentang PILKADA Jakarta dan yang ingin Saya soroti kali ini adalah perlunya Pemimpin Muda Untuk Jakarta, agar bisa menyelesaikan semua PR dari Gubernur yang sebelumnya.

Biar berimbang dan tidak disebut partisan salah satu kandidat, saya akan tuliskan semua nama disini, sebagaimana janji Saya. Jika Anda bertanya kepada Saya Kandidat Gubernur mana yang masih “muda” di Jakarta, Maka Jawabanya adalah ada dua nama yang lahir ditahun 60-an, yaitu Hidayat Nurwahid, Joko Widodo dan Faisal Basri.

1335490859888652235
Media Centre Hidayat Didik (hidayatdidik.net)

Dalam hal ini Saya tidak mengupas tentang Calon Wakil Gubernur tetapi lebih kepada Gubernurnya, jadi jika ada penyangkalan bahwa ada yang paling muda lagi maka itu mungkin Wakil Gubernur. Clear ya, Saya mengupas Calon Gubernurnya aja. Tulisan Saya sebelum-sebelumnya juga tentang Calon Gubernurnya.

1335490926473572260
Jokowi-Ahok (davinanews.com)

Usia Hidayat Nur Wahid Per 8 April 2012 kemarin adalah 52 Tahun, Sedangkan Joko Widodo Pada 21 Juni 2012 mendatang akan berusia 52 Tahun, dan Untuk Faisal Basri akan berusia 53 tahun per Nopember 2012 nanti. Wow…Dua Kandidat berusia sama pada Pilkada kali ini. HNW & Jokowi.

Secara lengkap Data Kelahiran Kandidat sebagai berikut, Nama Kandidat Saya urutkan berdasarkan urutan yang ada di Situs PilkadaDKI2012 :

Hidayat Nur Wahid Dilahirkan Pada 8 April 1960

Fauzi Bowo Dilahirkan Pada 30 Maret 1948

Alex Noerdin Dilahirkan Pada 9 September 1950

Faisal Basri Dilahirkan Pada 6 Nopember 1959

Joko Widodo Dilahirkan Pada 21 Juni 1961

Hendardji Soepandji Dilahirkan Pada 10 Februari 1952

Jika diurut dari yang paling muda di hitung per 11 Juli 2012 mendatang sebagai berikut :

Joko Widodo (52 Tahun)

Hidayat Nur Wahid (52 Tahun)

Faisal Basri (52 Tahun)

Hendardji Soepandji (60 Tahun)

Alex Noerdin (61 Tahun)

Fauzi Bowo (64 Tahun)

Jika Hidayat Nur Wahid adalah Aktivis PKS Tulen maka Joko Widodo adalah Aktivis PDI Perjuangan tulen. Sama sama muda dan sama-sama tulen, sama-sama pula tipe orang bekerja keras, apa karena sama-sama dilahirkan di Jawa Tengah ya? Hidayat Nur Wahid kelahiran Klaten dan Jokowi kelahiran Solo.

Seperti halnya Ahmad Heryawan di Jawa Barat, Hidayatpun tidak menduga akan dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdampingan dengan Didik J Rachbini dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sedangkan Jokowi dimajukan oleh PDI Perjuangan melihat Populeritas Jokowi meningkat tajam dari waktu ke waktu seperti halnya PDI P memutuskan memilih Agum Gumelar di Pilkada Jabar 2008 yang lalu.

13354909951945777865
Faisal - Biem (davinanews.com)

Dalam Wawancara dengan Viva News Hidayat menjelaskan bahwa “ Munculnya Nama Didik J Rachbini bukan PKS yang munculkan, tapi diajukan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa. Awalnya dikirim satu nama lalu kita kaji, agaknya nama ini tidak akan menambah suara atau menambah kredibilitas koalisi, lalu PKS minta nama lain, ada tiga waktu itu salah satunya Didik dan kami cepat menerima beliau karena kami sudah terbiasa di kampus, di ICMI, kegiatan LSM. Dan akhirnya kita menerima dia menjadi bagian dari kami. Tentu saja ada faktor penugasan dari partai “ kata Hidayat kepada Wartawan Vivanews. (Viva News.com)

Ada pertanyaan menggelitik Saya, Akankan mungkin Hidayat Nur Wahid akan bertarung dengan Joko Widodo di Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta nanti? Mungkin saja, sebagaimana Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa saat ini hanya ada dua Partai Ideologis yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan PDI Perjuangan. Artinya, tingkat keseriusan kader untuk memenangkan kandidat sangat kuat.

Kemudian, jika menilik Usia Hidayat Nur Wahid dan Joko Widodo, PKS dan PAN bisa menggunakan Isu ‘Pemimpin Muda”, demikian juga halnya PDI-P dan GERINDRA bisa membuat Isu “Pemimpin Muda” untuk kampanye Di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 ini.

Pada Pilgub Jabar 2008 selain hal lainnya, satu hal yang membuat kuat terpilihnya Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf adalah mereka merupakan Kandidat paling muda dari dua kandidat lainnya. Saat itu Ahmad Heryawan masih berusia 41 tahun.

Hidayat Nur Wahid dan Joko Widodo merupakan kandidat paling muda diantara kandidat-kandidat lainnya. Pertanyaannya adalah apakah Isu Pemimpin Muda masih bisa digunakan, karena berbeda dengan jamannya Ahmad Heryawan di tahun 2008, saat itu momentum kemenangan Obama sebagai kandidat Presiden Termuda sangat berpengaruh di Masyarakat Jawa Barat saat itu.

Melihat tagline keduanya, sebenarnya terlihat karakter mudanya, Pemuda identik dengan keinginan kuat merubah suatu kondiisi. Misi “PERUBAHAN” yang diusung Hidayat-Didik terlihat di tagline “Ayo Beresin Jakarta” sedangkan misi “ PERUBAHAN” yang diusung Jokowi-Ahok terlihat di tagline “Jakarta Baru”. Inti kesemuanya Perubahan.

Kandidat yang ketiga yang masih muda juga dan tidak bisa dianggap enteng adalah Faisal Basri, Fasisal Basri tentunya memiliki kans yang sama seperti Hidayat Nur Wahid dan Joko Widodo, bahkan di riset 6 April 2012 yang lalu 46% warga Jakarta berencana memilih Independen.Jika ada putaran kedua akankan ketiga kandidat ini yang akan masuk? Atau dua Saja? Atau Anda memiliki pendapat yang berbeda silahkan sampaikan di kolom komentar.

Temanya “Cagub Termuda” , Jangan OOT

Sumber :

Sumber Informasi Pilkada DKI Jakarta

Hidayat Nur Wahid : Saya Siap Kalah

Mengenal Hidayat Nur Wahid

Mengenal Joko Widodo

Mengenal Faisal Basri

Mengenal Alex Noerdin

Mengenal Hendardji Soepandji

Mengenal Fauzi Bowo

Adi Supriadi

/adisupriadi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR Manager Di Perusahaan Penanaman Modal Asing Jepang.
"Dunia ini adalah tempat bekerja bukan tempat menerima pahala dan Akhirat itu tempat menerima pahala bukan tempat bekerja, maka bekerjalah ditempat yang tidak ada pahala untuk tempat yang tidak ada pekerjaan "(Assyarkhan)

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?