HIGHLIGHT

Hukum di Indonesia

04 Desember 2012 15:11:41 Dibaca :

"Hukum di Indonesia bisa dibeli"

Demikian komentar lepas seorang teman dalam sebuah obrolan. Apa benar demikian?

Jika demikain berapa kira-kira harganya? Lebih mahal dari harga sebuah sandal jepit tentunya. Hukum kok dibandingkan dengan sandal jepit. Yah....sandal jepit itu murah. Karena murah, rakyat kecil membelinya.

Kalau hukum? Hukum amat mahal. Terlalu mahal untuk rakyat kecil. Makanya, rakyat tidak bisa membeli hukum. Orang yang berrduit bisa membelinya.

Di Indonesia ini hukum bisa dibeli. Jangan heran jika hukum kadang-kadang 'bergigi' untuk orang tak berduit. Yang berduit malah tampak 'kebal' hukum. Memang mereka tampak kebal hukum karena hukum bisa dibeli. Merekalah pelanggannya.

Kalau hukum diperjualbelikan maka keberadaaan hukum bisa relatif. Hukum menjadi tidak pasti. Padahal hukum mestinya pasti. Sebab, hukum mengatur kehidupan orang banyak. Mengatur dengan peraturan yang pasti. Bukan peraturan yang bisa diubah-ubah sesuai besarnya uang.

Yahh Indonesia masih jauh. Kapankah hukum bisa berfungsi dengan baik? Ketika hukum itu berlaku untuk semua orang, kaya dan miskin, tanpa embel-embel uang.

PA, 4/12/12

GA

Gordi Afri

/15021987

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Alumnus STF Driyarkara, Jakarta, 2012. Sekarang tinggal di Yogyakarta. Simak pengalamannya di http://gordyafri.blogspot.com dan http://gordyafri2011.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?