Mohon tunggu...
Zulfa Liswanti
Zulfa Liswanti Mohon Tunggu... Guru - Guru dan Ibu RT

Menuangkan isi pikiran sebatas kemampuan di usia yang terus menua

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Bukanlah Teman

7 April 2018   06:31 Diperbarui: 7 April 2018   09:22 363
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Jika ku memperoleh keuntungan , wajahmu berubah seketika

Jika ku menemui permasalahan, kau bertanya-tanya

Seolah kau hanya menikmati apa yang ku alami

Lalu kau merasa tenang jika diriku dihantam permasalahan

Ketika ada yang dekat denganku, kau berusaha memisahkan

Lalu kau gaet tanpa pertimbangan

Apakah kau masih pantas dikatakan teman?

Yang selalu menusuk dari belakang dengan tikaman

Bahagiakah dirimu merampas yang kupunya?

Bahagiakah dirimu membuatku menderita?

Di mana nuranimu berada?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun