Mohon tunggu...
Zairiyah kaoy CH CHt
Zairiyah kaoy CH CHt Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Informatif dan Inspiratif, Hypnoterapis.

Banyak yang abai kepada sisi psikologis diantara sesama, menulis dan memberi informasi positif untuk meredakan kesalahpahaman dalam setiap hubungan.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Melawan Rasa Takut dengan Logika

13 Juli 2021   10:05 Diperbarui: 15 Juli 2021   12:04 473 16 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Melawan Rasa Takut dengan Logika
Perasaan takut dan cemas di tengah pandemi (Sumber: Pexels/Liza Summer)

Pernahkah kita mendengar ada energi yang dapat membunuh manusia? Tentu tidak. 

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa energi adalah sesuatu yang abstrak, tidak berbau dan tidak terlihat namun dapat dirasakan. Secara logika manusia, energi tidak dapat melakukan apapun terhadap nyawa manusia.

Pada saat energi digerakan dan diarahkan, maka energi tersebut dapat difungsikan sesuai dengan keinginan manusia. Contoh energi listrik, energi air, energi angin, energi panas bumi, dan lain sebagainya.

Dengan tidak adanya bentuk, pada awalnya ini membuat manusia tidak mengenali seperti apa energi. Lalu manusia tidak menyadari energi murni dapat dengan sengaja diakses ke dalam pikiran dan membuat persoalan dalam kehidupannya.

Energi yang tidak disadari tersebut adalah pikiran. Di mana manusia dengan sengaja mengakses energi tersebut untuk merusak dirinya sendiri, seperti informasi yang mengerikan dan menimbulkan rasa ketakutan. Ketakutan ini mendera manusia hingga membuatnya mendapatkan banyak keluhan di kemudian hari.

Mengapa kita dengan sengaja mengakses energi tersebut agar menggerogoti pikiran dan perasaan? Apa yang membuat manusia cenderung melakukan hal berulang? Seberapa penting logika untuk menangkal energi tidak baik menyusup ke dalam pikiran? Berikut penjelasannya...

Mengakses Energi Dengan Sengaja Masuk Ke dalam Pikiran

Mengetahui karena memiliki ilmu pengetahuan dalam bidang yang diketahui, penting sekali bagi setiap individu mengetahui banyak ilmu agar dapat membedakan kebenaran dengan berita palsu. 

Banyak referensi ilmu pengetahuan merupakan cara logika bekerja secara efektif. Tidak hanya sekali mendengar langsung percaya tanpa dicerna terlebih dahulu.

Mengakses informasi dengan sengaja karena ingin mengetahui dan didorong dengan rasa penasaran yang tinggi terhadap informasi terkini dapat mengakibatkan peningkatan emosi lanjutan, apakah emosi tersebut negatif atau positif, tergantung dari keinginan individu tersebut. Dampak yang dapat terjadi setelahnya sesuai dengan tingkat fokus individu tersebut dalam mencerna informasi.

Ketika manusia mendengar tentang informasi, otak kritikal seketika menolak informasi tersebut ketika ada ilmu pengetahuan di dalam pikiran individunya. Maka akan terjadi penganalisisan informasi yang didapatkan, frekuensi otak meningkat, dan terjadilah penolakan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x