Mohon tunggu...
Dr. Yupiter Gulo
Dr. Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Kisah Gadis, Pemuda, Kapten Kapal, dan Moral Seorang Pemimpin

25 Juli 2021   06:41 Diperbarui: 27 Juli 2021   01:45 2572
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi kaptel kapal | Sumber : maritime-mutual.com

Level moral - 1: Preconventional level.

Merupakan tingkat pengembangan moral pribadi dimana si individu yang egosentris saja serta perhatian dan pengakuan secara eksternal, tetapi menghindari punishment. Ini merupakan level moral yang paling rendah, seorang pempin hanya fokus pada diri sendiri saja.

Level moral - 2: Conventional level.

Level yang lebih tinggi, dimana pengembangan moral pribadi orientasi belajar menyesuaikan diri dengan harapan perilaku yang baik, seperti yang dimaknai oleh orang lain, rekan kerja, keluarga, teman dan bahkan masyarakat.

Level moral - 3 : Postconventional level.

Level moral pemimpin tertinggi, dimana pengembangan moral pribadi pemimpin dipandu oleh seperangkat prinsip yang diakui dan diinternalisasikan secara universal benar adanya.

Mencermati beragam perilaku yang diperlihatkan oleh para tokoh dalam kisah Si Gadis, Si Pemuda dan tokoh lainnya, sebenarnya mereka juga bisa dikelompokkan dalam masing-masing level moral yang ada sesuai dengan karakter masing-masing.

Disana dapat dicermati beragam karakter yang sangat signifikan melalui perilaku yang muncul dalam kisah tersebut, seperti karater tanggungjawab (tingkat penerimaan tanggungjawab), mengelola zona nyaman, keselarasan dan keseimbangan, apa yang diinginkan dan dipikirkan melalui ungkapan, semangat juang demi sebuah kebenaran.

Tidak saja hanya itu, tetapi sebagai pemimpin dilapangan harus mempelihatkan sikap dan kemampuannya untuk menghadapi bahaya, kesulitan, bahkan ketidakpastian dan penderitan sebagai bagian dari proses menuju tujuan akhir.

III. Tantangan Moral Pemimpin.

Pada akhirnya, seorang pemimpin berhadapan dengan beragam tekanan yang menantang kemampuan mereka untuk melakukan hal yang benar. Tekanan yang datang bertubi-tubi dan semakin keras dan intensitasnya sangat tinggi, yang muncul dalam berbagai bentuk, yang bisa saja sulit dikenali dengan cepat. Dan hanya para pemimpin yang hebat mampu mengelola dengan tepat, pemimpin yang terbuka pikiran dan wawasannya, humble dan jauh dari mementingkan diri sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun