Mohon tunggu...
Yulia Nurdianik
Yulia Nurdianik Mohon Tunggu... Penulis, Editor Buku, Founder Bisanulis.id, Content Creator, Aktivis PII

Berbagi tentang Self Development, Islam, dan Menulis

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Surat dari Kota Pahlawan, untuk Bapak dan Adik di Kampung

9 Mei 2021   14:03 Diperbarui: 9 Mei 2021   14:28 176 5 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Surat dari Kota Pahlawan, untuk Bapak dan Adik di Kampung
Sumber : freepik.com

Tak terasa kita sudah berpuasa selama 26 hari. Lebaran sebentar lagi tiba. Seluruh umat Islam di penjuru negeri menyambut dengan suka cita. Ramadan kali ini masih dalam suasana pandemi. Pemerintah pun memberikan kebijakan pelarangan mudik H-7 lebaran hingga H+5 lebaran untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Saat mengetahui kabar tersebut aku sedikit sedih, apa aku bisa pulang sesuai tanggal yang sudah ditentukan.

Selain karena kesibukan tertentu, qadarullah aku diberikan sakit. Awalnya mengira akan cepat sembuh, ternyata aku salah. Sakit itu beberapa hari tak kunjung pergi. Mungkin Allah sedang menyuruhku untuk istirahat. Ini sebuah teguran karena aku kurang aware dengan kondisi tubuh. Mohon maaf untuk keluarga tercinta di rumah. Untuk kedua kalinya aku tak bisa mudik. Tak bisa merayakan lebaran hari pertama bersama-sama.

Aku tahu merayakan lebaran bersama keluarga itu adalah hal yang membahagiakan. Namun, takdir berkata lain, aku belum diizinkan oleh-Nya untuk berada di tengah-tengah kalian. Aku tak mau memaksakan diri untuk pulang. Sebenarnya bisa saja menyembunyikan sakit ini dari petugas di stasiun tapi itu bukan keputusan yang tepat. Aku lebih memilih menjaga diriku dan orang lain di sekitar. Kondisi tubuh yang sakit membuat sistem kekebalan tubuh berkurang, jadi akan lebih mudah terserang Covid-19. Atau bahkan ketika aku pulang malah membawa virus  tersebut ke keluarga. Tentu ini bukan kondisi yang membahagiakan. 

Alhamdulillah kondisiku lumayan membaik. Masih perlu proses penyembuhan agar bisa sehat seperti sebelumnya. Mohon doanya semoga segera diangkat sakit ini dan aku bisa segera pulang. Bagaimana kabar di kampung? Semoga bapak dan Unit baik-baik di sana. Pasti sekarang sedang sibuk mempersiapkan menyambut lebaran. Aku masih ingat, biasanya kita membersihkan rumah mulai dari mengelap kaca, mengepel lantai, dan merapikan ruang tamu. Tak lupa mengecat tembok agar tampak lebih indah dipandang. Kemudian, berburu baju baru, kue lebaran, dan sesekali membuat kue sendiri. Sejak ibu tiada lebaran kita terasa sepi. Aku jadi merindukan ibu. Mari kita doakan ibu. Semoga ibu di sana ditempatkan di tempat yang terbaik dan kita bisa dipertemukan kembali di surga-Nya.

Selama di perantauan aku sibuk dengan beberapa aktivitas. Alhamdulillah setelah menyelesaikan skripsi aku tidak mengganggur. Malah banyak sekali aktivitas. Aku akan sedikit bercerita. Aku saat ini sedang mulai menata karir. Aku lebih memilih membuat usaha sendiri daripada bekerja. Tapi prosesnya memang tak mudah, sempat gagal karena orang-orang yang melamar tiba-tiba ghosting. Aku berusaha bangkit dan mencoba alternatif lain. Alhamdulillah saat ini sedang proses beberapa project. Minta doanya semoga dilancarkan segala urusan.

Selain mengurus project, aku juga mengikuti beberapa diskusi virtual untuk meningkatkan kapasitas diri. Mulai dari diskusi kepenulisan hingga keislaman. Alhamdulillah Allah berikan waktu untuk belajar. Mungkin kalau bekerja di kantor tak akan seperti ini. Aku juga sedang proses seleksi SPL (Sosialisator Program Literasi). Insya Allah tanggal 10 Mei 2021 pengumuman seleksi tahap satu. Semoga aku bisa melewati semua seleksi dan bagian dari 100 orang yang terpilih.

Ternyata hidup itu sangat keras ya pak. Selama di sini aku belajar banyak hal tentang hidup. Aku dulu pernah dengan mudahnya mengeluarkan uang. Dulu waktu sesama duduk di bangku SMK hidupku sangat berkecukupan. Semua berubah sejak ibu tiada. Saat ini aku sedang berjuang untuk masa depan agar lebih baik. Balas dendam terbaik adalah memperbaiki diri dan membuktikan bahwa kita bisa sukses.

Jujur sampai detik ini aku masih teringat kisah masa lalu yang membuat hati sedih. Tapi aku percaya Allah tidak tidur. Semua ini pasti ada hikmahnya. Minta doanya agar aku bisa sukses dan mengangkat derajat keluarga. Selamat menyambut lebaran teruntuk bapak dan adik di kampung. Maaf belum bisa mudik. Insya Allah H+5 aku akan pulang. Sampai bertemu di rumah tercinta. 

Best Regards, 

Yulia Nurdianik

VIDEO PILIHAN