Mohon tunggu...
Rizal De Loesie
Rizal De Loesie Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang Lelaki Penyuka Senja

Rizal De Loesie, Terkadang Rizal De Nasution dari Nama asli Yufrizal mengalir darah Minang dan Tapanuli. Seorang Lelaki yang sering tersesat di rimba kata

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Semesta Jiwa

28 Agustus 2023   21:02 Diperbarui: 28 Agustus 2023   21:22 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rizal De Loesie

Berulang kali kugurat kata, namun patah. Susunan huruf luruh menuju batas matahari di telan lautan. Hanya bias cahaya dikerlip laut. Kini hanya keikhlasan melepaskan setampuk cahaya setengah penuh di dadaku yang gamang. Harusnya ku sisihkan mantra dan syair melepaskan segala wujud kepergian agar tak sisakan keperihan.

Malam kini bergayut dipundakku, siur suara-suara membisik mengusik tatapanku yang kosong. Dingin mengajari jemariku meremas dan melepaskan banyak kesah. Bukan tentang kepergian binar cahaya bening matamu yang singgah. Bukan perihal ombak menguak jarak. Aku hanya sebatang lilin yang sempat bercahaya sebelum dipilin angin.

Begitukah tipisnya yang harus kita perjuangkan, bersebab muasal yang tak sama. Masih kita perdebatkan perbedaan, bukan persamaan yang mampu membuat bertahan. Tapi sudahlah, perpisahan adalah muasal jiwaku berbenah, mungkin jua engkau.

Pada tepi malam, pada semburat langit ajari aku selapang-lapangnya. Tuntun aku tuhan dalam balutan doa-doa terakhir nelayan di tengah badai. Karena hidup perihal melapangkan segala semesta, semesta dalam jiwaku.

Bandung, Agustus 2023, 16

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun