Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Chemical Engineer | Amateur Runner | Coffe and Comic Lover [KBC-22]

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur Pilihan

Sogitoya, Usaha Sayuran Hidroponik yang Lahir Karena Mager

7 Januari 2021   18:40 Diperbarui: 12 Januari 2021   18:56 491 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sogitoya, Usaha Sayuran Hidroponik yang Lahir Karena Mager
Dok. Rois 

"Males kalo kerja jauh, mending kerja aja yang deket rumah atau  sekalian aja kerjanya dari rumah"

Alasan Rois Ferdinan mengenai bagaimana dia memulai usaha sayuran hidroponiknya ini, mungkin terdengar sepele dan mencerminkan betapa mager (malas gerak) pemuda asal Banjarnergara ini untuk merantau dan bekerja jauh dari rumah.

Namun dibalik kemagerannya  ini, Rois berusaha keras untuk mewujudkan tujuannya tersebut, mulailah di merintis usaha sayuran hidroponik yang dia kerjakan di kebun yang  berlokasi tak jauh dari rumahnya.

Menemui Berbagai Kendala.

Usaha yang mulai dirintis sekitaran awal tahun 2019 lalu ini ternyata menemui beberapa kendala, kendala pertama adalah Rois yang tidak memiliki latar belakang pendidikan mengenai pertanian, sebelumnya Rois kuliah di jurusan kelautan bukan pertanian.

Namun dengan berbekal pengetahuan dari internet dan bertanya pada orang-orang disekitarnya yang tahu lebih banyak tentang pertanian, Rois akhirnya berhasil menanam sayuran selada di green house sederhana buatannya sendiri yang berukuran 6 x 10 meter.

Green house buatan Rois| Dok. Rois
Green house buatan Rois| Dok. Rois

Rois berhasil menanam dan merawat selada miliknya dengan baik, lantas kemudian hasil panen yang dia dapatkan juga baik. Kendala muncul kembali disini, namun hasil panen selada tersebut tak tahu harus dijual kemana.

Lantas mulailah Rois menawarkan hasil panennya, selada hijau keriting  ke berbagai tempat, mulai dari tetangga sekitar hingga rumah makan dan pedagang makanan keliling.

Sayangnya tawaran ini mendapat penolakan di berbagai tempat, selada yang  ditanam Rois ternyata kebanyakan tidak dibutuhkan, jadilah hasil panennya itu dia bagikan saja secara gratis kepada tetangganya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN