Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Penulis

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Apakah Borobudur Marathon 2018 Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya?

8 Desember 2018   16:44 Diperbarui: 8 Desember 2018   16:59 0 3 1 Mohon Tunggu...
Apakah Borobudur Marathon 2018 Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya?
sources: Facebook Borobudur Marathon

Jawaban dari pertanyaan ini akan menjadi sangat subyektif, jadi dalam tulisan ini saya akan memberikan beberapa data dan opini yang membuat anda bisa,menilai mana yang lebih baik, sebagai pembanding, silahkan baca tulisan saya tentang borobudur marathon 2017 di sini.

Bank Jateng Borobudur Marathon 2018, adalah kali ketiga penyelenggaraan dari acara lari terbesar yang ada di jawa tengah yang diikuti baik pelari lokal,nasional ataupun internasional. Pendaftaran Borobudur Marathon 2018 sudah dimulai sejak 2 pekan setelah acara Borobudur Marathon 2017, jalur pendaftarannya dinamakan jalur fast track. 

Antusiasme peserta sudah semakin menggila hanya berselang 2 bulan kemudian slotnya langsung  habis, yang tersisa addalah slot yang diberikan dari agen travel, yang menawarkan bukan hanya ikut lari tapi juga ikut wisata di Borobudur dan sekitarnya.

Tak dapat dipungkiri gelaran Borobudur Marathon 2017 sangat memuaskan para pelari, jadi antusiasme para pelari langsung tinggi begitu ada jalur fastrack, tapi justru inilah yang membuat gelaran borobudhur marathon selanjutnya memiliki beban berat, tentu saja ekspektasi dari pelari sudah tinggi , mengaharapkan acara lari yang sempurna.

Kita menuju ke saat pengambilan race pack atau biasa disebut Race Pack Collection Day, tempat oengambilan RPC ada di Grand Artoz Magelang, sama seperti tahun sebelumnya, dengan desain ruangan yang kurang lebih juga sama dengan tahun sebelumnya.

Kategori lari yang dilombakan juga masih sama yaitu kategori 10 KM, Half Marathon (21 KM) dan Full Marathon (42 KM) dengan jumlah total peserta sekitar 12.000 orang . Perbedaan yang besar adalah adanya  jalur fast track.

Sebenarnya pada saar RPC relatif lancar, tapi ada sedikit kebingungan di bagian panitia, karena ada data yang dari agen travel yang tak sesuai dengan data base peserta yang ada di RPC.Bukan masalah besar memang, akhirnya juga karena kesigapan panitia RPC masalah ini dapat diatasi.

Kita menuju ke hari H berlangsungnya acara, di hari H yaitu tanggal 18 Nopember 2018, bertempat di Kompleks Taman Lumbini,Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. 

 Acaranya  berlangsung lancar, tidak hujan seperti tahun sebelumnya, tapi ada bagian yang cukup banyak membuat perdebatan dikalangan pelari, pelari, yaitu soal cutt of point (COP), dalam marathon ada yang dinamakan Cut Of Time (COT) yaitu waktu dimana peserta sudah melewati  atas waktu yang diizinkan untuk menyelesaikan marathon, jadi COT adalah tempat untuk memberhentikan pelari yang waktunya udah COT atau sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan lomba, karena estimasi waktunya untuk mencapai garis finis akan melebihi batas waktu yang dditentukan.

Ternyata ada banyak pelari yang diberhentikan di COP, yang mengakibatkan baju finisher jumlahnya berlebihan, disinilah insiden "penjarahan kaos finisher" dimulai, beberapa foto dan video tersebar banyak peserta dari komunitas tertentu ikut terlibat dalam penjarahan kaos tersebut, beberapa orang yang mendapati videonya tersebar lalu mengembalikan kaos tersebut, dan menyatakan permintaan maaf.

Kasus yang cukup viral juga adalah salah satu pelari yang meninggal dunia, salah satu pelari kategori Full Marathon yaitu Firman Aswani , pingsan beberapa meter sebelum garis finish, kemudian sehari setelahnya pelari tersebut dinyatakan meninggal, penyebab  kematiannya diduga karena kelelahan, sangat disayangkan memang karena ini merupakan kasus ke sekian dalam beberapa gelaran lari di tahun 2018 ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2