Mohon tunggu...
Yudi Rahardjo
Yudi Rahardjo Mohon Tunggu... Penulis

Jika hidup hanya sekedar hidup maka monyet di hutan juga hidup, jika hidup hanya sekedar makan maka babi hutan juga selalu makan untuk hidup, hiduplah agar bisa berguna dan memberi inspirasi bagi orang lain.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Pengalaman Saya Berlari di Mandiri Jogja Marathon 2018

19 April 2018   23:48 Diperbarui: 20 April 2018   00:00 0 6 5 Mohon Tunggu...
Pengalaman  Saya Berlari di Mandiri Jogja Marathon  2018
(Dok. Jogja Marathon)

Susah memang jika tidak membandingkan gelaran  Mandiri Jogja Marathon (Jogja Marathon)  dengan Bank Jateng  Borobudhur marathon (Borobudhur Marathon) , selain karena letak lokasi yang tidak begitu jauh, anatara Magelang dengan Jogjakarta . Selang waktu keddua gelaran kedua marathon ini juga tidak begitu lama, hanya berselang sekitar 5 bulan. Sehingga masih terbawa suasana yang ada di Borobudhur marathon.

Borobudhur marathon lalu,adalah pertama kalinya saya ikut gelaran lari besar, waktu itu saya ambil kategori 10 K, dan sekarang untuk jogja marathon, saya mencoba untuk "naik kelas" jadi ikut yang kelas Half marathon. Kesan saya setelah ikut Borobudhur Marathon adlah sangat puas, sehingga wajar saja saya memberi ekspektasi tinggi untuk Jogja Marathon nanti.

Mandiri Jogja Marathon 2018, adalah kali keduanya  diadakannya gelaran marathon besar yang bertempat di candi prambanan yang letaknya berbatasan dengan provinsi Jogja dan Jawa Tengah. Dilaksanakan pada hari minggu tanggal 15 april 2018 dengan total peserta dari dalam dan luar negeri  sebanyak delapan ribu peserta lebih.

Gelaran ini  terbagi dalam 4 kategori yaitu : kategori 5K, 10 K, half marathon (21 K) dan full marathon (42 K) yang menjadi pembeda di   dengan Borobudhur Marathon adalah adanya kategori 5 K di Jogja Marathon ini.

Awal tahun 2018, sekitar bulan januari 2018, pendaftaran sudah mulai dibuka tapi itu untuk khusus nasabah mandiri dan bisa membeli tiket early bird. Kemudian bulan februari baru ada slot pendaftaram umum, ternyata slot pendaftaran umum langsung habis dalam kurun wkatu kurang dari 2 hari.

Banyak teman saya yang akhirnya tidak mendapatkan kuota, Beruntunglah saya ikut slot pendaftaran dari komunitas lari Indo Runners Jogja atau biasa disebut Playon Jogja. Keterbatasan kuota ini menjadi nilai minus dari Jogja marathon,kenapa kuota untuk umum sedikit sekali, lebih dibanyakan untuk kuota nasabah mandiri.

Selanjutnya adalah saat pengambilan race pack, diinformasikan pengambilannya adlah di hotel Royal Ambarukmo, hotel Royal Ambarukmo adalah salah satu hotel kelas wahid di Jogja, saya ingat betapa mewahnya hotel yang digunakan sebagai tempat pengambilan racepack saat Borobudhur Marathon, begitu mewah, para peserta juga dimanjakan dengan berbagai acara seperti talk show,coaching clinic, pers conference dan lainnya .

Tapi kembali saya harus kecewa, memangi tempatnya adalah dihotel mewah, tapi bukan didalam hotelnya, tetapi di semacam balai yang lokasinya ada disebelah hotel,tidak ada coaching clinic,tidak ada press conferce, sepertinya memang sudah disiapkan jika setelah mengambil recepack maka pelari bisa pulang.  Saya anggap pihak panitia bepikiran jika para peserta bisa mencari hiburan lain di sudut-sudut Jogjakarta yang istimewa, sehingga tidak disediakan hiburan di tempat tersebut.

(Dok. Pribadi)
(Dok. Pribadi)
 Pada hari digelarnya acara, untuk kategori Half marathon start dimulai pukul 5.30 pagi, tapi jam 5,25 saya masih mengantri untuk menitipkan barang bawaan saya di tempat drop bag, saat itu terpaksa harus menunggu karena tiket nya habis, harus ditunggu, saat itu start sudah hampir mulai, akhirnya saya titipkan saja barang bawaan saya ke teman saya yang ikut 10 k yang startnya lebih lambat 30 menit dari kategori half marathon.

Saya langsung bergegas menuju titik start, ternyata jarak drop bag dengan titik start cukup jauh, baru mau berjalan menuju titik start ternyata tembakan tanda dimulainya start sudah dimulai, ya sudah akhirnya saya langsung  lari tanpa pemanasan menuju garis start. Wajar saja saat baru kilometer awal saya sudah kelelahan  karena harus berlari menuju titik start supaya tidak ketinggalan jauh dari pelari lainnya.

Sepanjang rute sejauh 21 kilometer, pemandangan yang disajikan memang indah, sawah-sawah membentang luas, perumahan warga, candi-candi yang ada disekitar prambanan. Di kilometer-kilometer awal, jalanan begitu penuh, sehingga tidak bisa berlari secara cepat. Terpaksa berlari pelan bahkan harus berjalan, karena memang kondisi jalanan yang tidak begitu lebar dan jumlah pelari yang bengitu banyak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2