Mohon tunggu...
Yudhistira Widad Mahasena
Yudhistira Widad Mahasena Mohon Tunggu... Desainer - Designer, future filmmaker, K-poper, Eurofan.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

He/him FDKV Widyatama '18

Selanjutnya

Tutup

Ramadan

#MendadakDakwah Eps 25: Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia

27 April 2022   16:34 Diperbarui: 27 April 2022   16:36 729
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Bismillahirrahmanirrahim.

Kita hanya menghitung 5 hari lagi menuju hari yang fitri. Semoga puasa Anda masih lancar, dan sesuai janji, di #MendadakDakwah episode 25 ini, kita akan membahas sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, namun juga merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia, dengan 231 juta jiwa. Itu lebih banyak daripada jumlah Muslim di Timur Tengah itu sendiri. Dan karenanya kita perlu bersyukur lahir dan besar di negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia.

Masuknya Islam ke Indonesia tidak dengan simsalabim. Ada banyak teori yang mendukung masuknya Islam ke negara kita tercinta.

Empat teori sejarah masuknya Islam ke Indonesia:
1. Teori Gujarat (dikemukakan oleh G.W.J. Drewes dan disempurnakan oleh Snouck Hurgronje, J. Pijnapel, W.F. Sutterheim, J.P. Moquette, dan Sucipto Wirjosuparto)
2. Teori Arab (didukung oleh J.C. van Leur, Anthony H. Johns, T.W. Arnold, dan Abdul Malik Karim Amrullah)
3. Teori Persia (didukung oleh Umar Amir Husen dan Husein Djajadiningrat)
4. Teori Cina

Perbedaan antara keempat teori tersebut:
1. Teori Gujarat meyakini bahwa Islam dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dari Gujarat, India, pada abad ke-13 Masehi.
2. Teori Arab meyakini bahwa masuknya Islam ke Indonesia diperkirakan berasal dari Timur Tengah pada abad ke-7 Masehi. Para pedagang dari Arab menikah dengan warga lokal dan membentuk komunitas Muslim.
3. Teori Persia meyakini bahwa ajaran Islam masuk ke Nusantara dari bangsa Persia (Iran sekarang) pada abad ke-13 Masehi. Tradisi dan kebudayaan Islam di Indonesia diyakini memiliki persamaan dengan Persia. Namun, teori ini dinilai paling lemah karena masyarakat Indonesia mayoritas memeluk agama Islam Sunni.
4. Teori Cina meyakini bahwa Islam memasuki Nusantara bersamaan dengan migrasi orang-orang Cina ke Asia Tenggara pada abad ke-9 Masehi.

Kejayaan kerajaan Islam di Indonesia diperkiraan berlangsung antara abad ke-12 sampai abad ke-13. Berkembangnya kerajaan-kerajaan tersebut salah satunya dikarenakan maraknya lalu lintas perdagangan laut yang terjadi. Kita akan membahas beberapa kerajaan Islam yang pernah berjaya di Indonesia. Di antaranya:

1. Kerajaan Samudera Pasai
2. Kerajaan Aceh
3. Kerajaan Demak
4. Kerajaan Mataram Islam
5. Kerajaan Banten
6. Kerajaan Gowa-Tallo
7. Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam yang pertama di Indonesia. Dikenal juga dengan sebutan Kesultanan Samudera Darussalam, kerajaan ini terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe di Aceh dan Kabupaten Aceh Utara. Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malikussaleh, sekitar tahun 1297.

Kerajaan Samudera Pasai menjadi wilayah pertama di Nusantara yang terpengaruh agama Islam karena pada saat itu, agama Islam dibawa oleh pedagang Arab yang datang untuk pertama kalinya di kerajaan tersebut. Pada tahun 1521, Kerajaan Samudera Pasai runtuh setelah ditaklukkan Portugis pada tahun 1521 yang sebelumnya menaklukkan Malaka pada tahun 1511. Pada tahun 1524, wilayah Pasai menjadi bagian dari kedaulatan Kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh Darussalam didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah yang dinobatkan raja pada Ahad, 1 Jumadil Awal 913 H atau 8 September 1507. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1496. Sultan Ali Mughayat Syah digantikan oleh putra sulungnya yang bernama Salahuddin pada tahun 1528, yang kemudian berkuasa pada tahun 1537. Kemudian, beliau digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang berkuasa hingga 1571.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun