Mohon tunggu...
Yudhi Hertanto
Yudhi Hertanto Mohon Tunggu... Simple, Cool and Calm just an Ordinary Man

Peminat Komunikasi, Politik dan Manajemen

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hikayat Kebohongan

26 April 2021   12:18 Diperbarui: 26 April 2021   12:20 51 3 0 Mohon Tunggu...

Bohong tetaplah bohong! Sepanjang sejarah kehidupan manusia, kebohongan selalu menyertai. Dalam konteks tersebut, kita perlu meninjau kembali argumen post-truth yang seolah menandai suatu periode baru di babak modern.

Pertanyaannya, kalau saat ini disebut sebagai era pasca kebenaran, apakah masa-masa sebelumnya dipenuhi dengan muatan kebenaran? Tesis tersebut dikemukakan Tom Phillips, dalam buku, Truth: Sejarah Singkat Tentang Omong Kosong, 2019.

Sebagaimana premis awalnya, Tom yang juga menjadi jurnalis dan editor FullFact di Inggris memulai kajiannya dengan membongkar makna post truth, sebuah kata yang masuk ke dalam Oxford Dictionaries 2016, sebagai kondisi bila fakta tidak lagi menjadi relevan.

Dengan begitu, kebenaran dan kebohongan menjadi tercampur dan sulit dibedakan. Bagi Tom, penyebutan era post truth mengandaikan bahwa stuktur susunan peradaban manusia sebelumnya diisi dengan kejujuran dan kebanaran, padahal tidak demikian, menurutnya.

Dalam buku setebal 266 halaman tersebut, Tom mencoba melacak jejak sejarah berbagai kebohongan yang dilakukan di muka bumi untuk membuktikan bahwa kebohongan adalah bagian dari realitas kehidupan secara tidak terpisahkan. Sebuah upaya yang tidak mudah.

Kebenaran lekat dengan fakta dan realitas, sedangkan kebohongan adalah antitesisnya, dipenuhi dengan prasangka dan ilusi manipulatif. Realitas juga dapat dikonstruksi dari tumpukan informasi palsu, sehingga kebenaran dan fakta ibarat "jauh panggang dari api".

Berbohong dan kebohongan disebabkan berbagai hal, termasuk (i) vakumnya informasi, (ii) bias persepsi dan interpretasi momentum hingga (iii) ketidakmampuan memajukan perspektif kritis. Level tindak kebohongan merasuk mulai dari level individu hingga negara.

Belum percaya? Baik, kita ambil satu kasus yang menarik dari berbagai kisah dalam buku tersebut mengenai berbagai fenomena kebohongan yang tercatat melegenda. Kita masuk ke sebuah peristiwa kebohongan yang terjadi Paris pada tahun 1778.

Kala itu, istri dari Raja Louis XVI-Marie Antoinette menjadi influencer bagi klinik medis Dr Anton Mesmer, tentang kemampuan mengatasi persoalan medis hanya dengan memegang batang besi. Pada akhirnya, praktik palsu itu terbongkar dan Dr Mesmer diusir.

Untaian Bohong

Hasil telaah Tom dalam buku tersebut, lebih banyak berbicara tentang berbagai fakta yang berserak dan terentang pada berbagai wilayah di dunia. Kesimpulan sederhananya dari berbagai kejadian tersebut, (i) sebuah kebohongan diteguhkan dengan kebohongan lain untuk memperkuat narasi, (ii) kebohongan tidak pernah sempurna, selalu memiliki cacat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x