Mohon tunggu...
Yudha Pratama
Yudha Pratama Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money

Analisis Fundamental Good Company Bad Stock PT Duta Anggada Realty, Tbk

15 Desember 2016   01:57 Diperbarui: 15 Desember 2016   02:39 172
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Alasan PT Duta Anggada Realty, Tbk termasuk dalam kelompok “Good Company Bad Stock”

PT Duta Anggada Realty, Tbk dapat dikatakan sebagai Good Company karena Duta Anggada Group merupakan salah satu penggerak utama dalam pengembangan properti di Indonesia. Pada tahun 2015 saja, perusahaan ini memiliki 3 proyek yang cukup besar yaitu pembangunan hotel bintang tiga di Tuban (Bali), Barito Apartemen, dan pembangunan gedung perkantoran yaitu Chase Tower. Pada tahun 2016 ini, PT Duta Anggada Realty, Tbk sedang melanjutkan penggarapan dua proyek utama mereka yaitu Holiday Inn & Suites Hotel dan Icon Towers. Holiday Inn & Suites merupakan proyek hotel dengan 422 kamar di Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat. PT Duta Anggada Realty rencananya akan mengoperasikan hotel yang akan dikelola  Inter Continental Hotel Groups pada kuartal I-2017. Sampai akhir Maret 2016, pengerjaan proyek ini mencapai 75,67%. Sedangkan proyek Icon Towers merupakan proyek perkantoran dua menara yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Duta Anggada memprediksi proyek ini bisa rampung 2019. Pemasaran proyek ini bakal berlangsung tahun depan. Apabila kedua proyek tersebut selesai penggarapannya, diharapkan akan berkontribusi pada meningkatnya pendapatan perusahaan dari operasional hotel dan perkantoran baru tersebut. Berikut adalah data Net Income 5 tahun terakhir perusahaan:

Berdasarkan data tersebut, Net Income perusahaan selama 5 tahun terakhir termasuk yang cukup tinggi didalam industrinya. Oleh karena itu, perusahaan ini dapat dikatakan sebagai Good Company.

Xby DNSUnlocker

Selanjutnya akan dibahas mengenai mengapa saham DART termasuk kedalam kelompok Bad Stock. Untuk mengetahui saham perusahaan termasuk kedalam Good Stock atau Bad Stock saya menggunakan indikator PBV atau Price-to-Book Value. Saham DART memiliki PBV pada tahun 2015 sebesar 0,63 yang angka ini berada dibawah rata-rata PBV pada industri properti dan real estate pada tahun 2015 yaitu sebesar 1,62. Hal ini mengindikasikan bahwa saham DART kurang diapresiasi oleh pasar sehingga memiliki nilai PBV yang rendah. Nilai pasar saham DART adalah Rp. 420, sedangkan nilai bukunya adalah Rp. 1.079. Hal ini lah yang menyebabkan nilai PBV saham DART menjadi rendah dan dapat dikategorikan sebagai Bad Stock.

Analisis Top-Down Approach Saham PT Duta Anggada Realty, Tbk

Analisis Makroekonomi

Pertumbuhan ekonomi pada 2016 telah mendongkrak sektor properti. Terutama pada sektor hunian. Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Properti dari Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit. Menurutnya, terdapat beberapa alasan yang mendorong pertumbuhan properti pada tahun 2016, yaitu kenaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2016 naik menjadi 5,3% dari sebelumnya 4,8% pada tahun 2015, turunnya BI rate dari 7,75% menjadi 6,75%, serta laju inflasi pada 2016 juga turun menjadi kurang dari 5 % atau sekitar 4,5%.

Selain didukung oleh kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik, pertumbuhan sektor properti dan real estate juga didukung oleh turunnya suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada tahun 2016. Hal ini tentunya akan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti, sehingga hal ini akan menjadi peluang yang baik bagi Duta Anggada Realty untuk meningkatkan pendapatannya dari penjualan properti serta real estate. Ditambah lagi dengan rencana pemerintah membangun Light Rail Transit (LRT) juga mendorong harga jual properti baru yang semakin meningkat di kawasan yang dilewati oleh LRT tersebut. Hal ini akan menjadi peluang yang sangat menjanjikan apabila perusahaan dapat membangun properti atau perumahan disekitaran wilayah yang dilewati oleh LRT tersebut.

Analisis Industri

Perbandingan dengan Emiten dalam Sub Sektor Properti dan Real Estate

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun