Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Menuju Garis Akhir Liga 1 2018

7 Desember 2018   09:57 Diperbarui: 7 Desember 2018   11:03 308 1 1
Menuju Garis Akhir Liga 1 2018
Tribunnews.com

Pada Minggu, (9/12) mendatang, Liga 1 musim ini akan menapaki garis akhir. Bagi sebagian besar klub peserta, macam Arema FC, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya, pertandingan terakhir mereka tak lagi menentukan Karena, secara matematis mereka sudah pasti aman dari ancaman degradasi, dan tak bersaing memperebutkan gelar juara.

Praktis, satu-satunya motivasi mereka adalah memberikan kado penutup musim buat suporter, dengan cara meraih kemenangan. Siapa tahu, mereka bisa memperbaiki posisi di klasemen akhir liga. Meski gagal memenuhi ekspektasi awal, setidaknya mereka sudah sukses lolos dari ancaman degradasi dan menutup musim dengan manis.

Walau begitu, masih ada drama penentuan nasib, yang akan tersaji di pekan terakhir Liga 1 2018. Drama ini menampilkan lakon pertarungan hidup mati, antara tim yang memperebutkan gelar juara, dan tim yang berjuang lolos dari jerat degradasi.

Sehubungan dengan situasi ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi memutuskan untuk menggelar laga pekan terakhir Liga 1 yang melibatkan tim kandidat juara maupun degradasi secara serentak, untuk menghindari potensi pengaturan skor. Kebetulan, masalah pengaturan skor sedang jadi topik perbincangan hangat publik sepak bola nasional belakangan ini.

Di perebutan gelar juara, tim yang akan menentukan nasibnya adalah Persija Jakarta (posisi 1, nilai 59), dan PSM Makassar (posisi 2, nilai 58). Kedua tim akan berlaga di kota homebase masing-masing. Dimana, PSM akan bermain di Stadion Mattoanging, kota Makassar, sementara Persija akan berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Uniknya, kedua tim sama-sama akan menghadapi tim yang sedang berjuang untuk lolos dari degradasi. Dimana, Persija akan menghadapi Mitra Kukar (posisi 15, nilai 39), sementara PSM akan menjamu PSMS Medan (posisi 18, nilai 37). Melihat situasinya, bisa dipastikan kedua partai ini akan berlangsung sengit, karena setiap tim sama-sama butuh kemenangan. Tiga laga lainnya mempertemukan sesama tim asal Papua, yakni Persipura Jayapura dan Perseru Serui, Arema FC Vs Sriwijaya FC, dan Borneo FC Vs PS TIRA.

Sekilas, ketiga laga ini terlihat tak segreget dua laga di atas. Tapi, berhubung setiap tim sama-sama punya misi meraih kemenangan di laga terakhir mereka, duel-duel ini masih tampak menarik. Karena, akan menentukan nasib 3 tim kandidat degradasi, yakni Perseru Serui, Sriwijaya FC, dan PS TIRA. 

Posisi mereka lumayan kritis, karena sama-sama memiliki 39 poin. Tak menutup kemungkinan, nasib mereka akan ditentukan oleh rekor head to head, jika jumlah poin di klasemen akhir sama banyaknya.

Tapi, terlepas dari segala drama yang mengiringinya nanti, semoga pekan penutup Liga 1 musim ini tak berakhir dengan aksi anarkis, akibat reaksi suporter yang kecewa dengan hasil yang didapat tim kesayangannya. Selain itu, pekan penutup Liga 1 seharusnya bisa menjadi satu momen pembuktian PSSI, untuk membantah dugaan keterlibatan mafia bola di sepak bola nasional.

Jika mampu dimanfaatkan dengan baik, seharusnya ini bisa menjadi momen perbaikan, untuk kompetisi musim depan yang lebih berkualitas. Jika ternyata dugaan publik benar, maka kita tak perlu menikmati sepak bola nasional sebagai sebuah tontonan olahraga. Karena, dengan matinya unsur sportivitas di sana, ia sudah berubah bentuk menjadi sebuah tontonan dagelan alias lawakan.

Bisa, PSSI?