Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Sekilas tentang Jakabaring Bowling Center, Venue Asian Games 2018

8 Agustus 2018   09:21 Diperbarui: 9 Agustus 2018   14:49 889 1 0
Sekilas tentang Jakabaring Bowling Center, Venue Asian Games 2018
Maskot dan Logo Asian Games 2018 (Kompas.com)

Bicara soal Asian Games 2018, tak afdol rasanya, jika tak membahas Venue Asian Games 2018. Karena, venue menjadi salah satu aspek penting, dalam menentukan sukses tidaknya perhelatan pesta olahraga se-Asia ini. 

Kebetulan, Asian Games kali ini dihelat di Tanah Air, tepatnya di kota Jakarta dan Palembang. Ini menjadi pengalaman kali kedua bagi Indonesia, setelah sebelumnya pernah menjadi tuan rumah Asian Games edisi 1962 di Jakarta.

Tak heran, berbagai persiapan pun intens dilakukan INASGOC (panitia lokal Asian Games 2018), bekerjasama dengan pemerintah dan pihak swasta.

Upaya yang dilakukan antara lain, melakukan renovasi Venue Asian Games 2018 di Palembang, yang sudah ada sebelumnya (misal Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring), membangun infrastruktur pendukung (misal LRT), atau membangun sarana olahraga baru, untuk dijadikan Venue Asian Games 2018.

Jakabaring Bowling Center (Bolasport.com)
Jakabaring Bowling Center (Bolasport.com)
Satu sarana olahraga baru, yang dibangun khusus untuk mensukseskan perhelatan Asian Games 2018 adalah Jakabaring Bowling Center, yang merupakan Venue Asian Games 2018 untuk cabang olahraga bowling. Tapi, dibanding venue lainnya, arena bowling satu ini tergolong spesial. Mengapa?

Karena, Jakabaring Bowling Center adalah satu dari sedikit arena bowling bertaraf internasional, yang dimiliki Indonesia. Jakabaring Bowling Center memiliki total luas bangunan 4.200 meter persegi, yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 2,8 hektar. 

Arena bowling ini memiliki total 40 lintasan bowling. Jumlah lintasan ini, lebih banyak dari rata-rata bowling center, yang  umumnya hanya memiliki 20-30 lintasan bowling. Arena ini juga dilengkapi dengan mesin bowling jenis AMF (versi mutakhir), yang saat ini masih tergolong langka di dunia.

Istimewanya, seluruh pembiayaan, terkait proses pembangunan Venue  Asian Games 2018 ini, berasal dari dana hibah program CSR "Untukmu Indonesiaku", yang digagas Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, sebagai wujud komitmen mereka, untuk turut berkontribusi mensukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018. Total dana yang dialokasikan oleh APP Sinar Mas, untuk pembangunan bowling center ini adalah senilai Rp 27 miliar.

Selain itu, Jakabaring Bowling Center, menjadi satu-satunya Venue Asian Games 2018, yang dibangun dari nol. Sejak selesai dibangun pada bulan November 2017 silam, arena bowling ini sudah melewati serangkaian uji kelayakan, sebelum akhirnya diserahterimakan APP Sinar Mas ke pemerintah, pada 31 Mei 2018 silam. 

Jakabaring Bowling Center sempat menjadi venue kompetisi bowling tingkat nasional pada bulan Maret 2018, dan menjadi salah satu Venue Asian Games 2018 di Palembang, yang diresmikan Presiden Joko Widodo,  pada tanggal 14 Juli 2018 lalu.

Peresmian Venue Asian Games 2018 Palembang oleh Presiden Jokowi
Peresmian Venue Asian Games 2018 Palembang oleh Presiden Jokowi
Melihat "mewah"nya arena Jakabaring Bowling Center, maka wajar jika arena ini mendapat penilaian positif dari berbagai pihak, termasuk tim Komite Olimpiade Jepang. 

Bahkan, Menpora Imam Nahrawi mengklaim arena bowling ini, sebagai arena bowling terbaik di dunia saat ini. Tak ketinggalan, tim nasional bowling Indonesia ikut merasa optimis.

Mereka yakin akan dapat berbicara banyak di Asian Games 2018, yang kali ini akan dilangsungkan di negeri sendiri. Selebihnya, ada harapan lain yang muncul, yakni Jakabaring Bowling Center bisa menjadi sarana ideal, untuk memasyarakatkan olahraga bowling di Palembang dan sekitarnya.

Keberadaan arena Jakabaring Bowling Center, dengan segala puja-puji dan optimisme yang mengiringinya, menjadi satu potret nyata, dari betapa besar harapan publik Tanah Air, kepada tim nasional kita, untuk dapat berprestasi di Asian Games 2018, seperti yang dulu pernah dicapai di Asian Games 1962. Kala itu, Indonesia meraih 21 medali emas, 26 medali perak dan 30 medali perunggu (total meraih 77 buah medali).

Dengan raihan total 77 buah medali, Indonesia saat itu finis di posisi runner-up, hanya kalah banyak dari Jepang, sang juara umum, yang meraih 161 buah medali. 

Inilah prestasi terbaik Tim Merah Putih di ajang Asian Games sejauh ini. Tak heran, banyak pihak yang berharap, prestasi ini bisa minimal didekati, syukur-syukur dilampaui, di Asian Games 2018.

Di sisi lain, Venue Asian Games 2018 ini juga menjadi contoh nyata, akan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk pihak swasta, dalam memajukan olahraga nasional. 

Supaya, dari sini dapat terbangun budaya mandiri dan profesional di kalangan insan olahraga, dan masyarakat, yang mampu berkelindan, dengan tujuan sosial sebuah perusahaan (termasuk APP Sinar Mas), yakni menciptakan satu nilai tambah, yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena, prestasi hebat selalu datang dari tata kelola dan sinergi yang baik antarpihak terkait.