Muhammad Yusuf Ismail Ar Rasyidi
Muhammad Yusuf Ismail Ar Rasyidi Guru

Menulis itu ibarat makanan yang terserap dalam tubuh dan menjadi energi yang dahsyat dalam bertindak, Jangan ragu-ragu untuk memberikan yang terbaik untuk sesama karena itu semua akan tercatat "dibuku besar kehidupan" Fb : Muhammad Yusuf Ismail Ar-Rasyidi Tweeter : @ismayusuf Email : Ismailyusuf8@gmail.com "Salam Damai Untuk Bangsaku"

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Tak Sadar, Mengusir Setan di Bilik Maksiat

13 Oktober 2017   16:14 Diperbarui: 13 Oktober 2017   16:32 357 1 0

Hari yang gerimis, hujan berirama menitik membasahi tanah berlahan. Dihujung senja kududuk ditepian kossan yang tidak terlalu jauh dari halaman masjid yang ketika azan begitu jelas terdengar oleh penghuni didalamnya, namun tiada seorangpun yang segera meluncur kemasjid yang indah tersebut, seakan-akan penghuni didalam kos tersebut sudah pekak telinga oleh suara gemuruh lainnya.

Inilah Sudut kota Industri yang penuh kesibukan dalam hatiku, niat hati ingin mendapat kossan dekat masjid agar mudah datang kesana disaat azan, agar mudah dekat dengan Rabb, inginku walaupun jauh dari keluarga namun niat hati tidak akan pernah berubah. Disini ada hal lain yang saya tidak pernah temukan ditempatku sebelumnya, disini muda mudi dengan mudahnya bergantian pasangan dalam satu kamar tanpa memperdulikan apa yang sedang mereka kerjakan dalam kesehariannya, apalagi dikatakan untuk shalat dimasjid yang jauh hanya beberapa hasta, sungguh sangat sulit baginya. Bermabuk mabukkan, perjudian, dugem, dan lain itu sudah menjadi hal yang lumrah. Jauh dari keluarga ibarat sebuah kemerdekaan yang luarbiasa. Apalagi beberapa hari setelah saya tinggal disana saya ketahui yang empunyanya kost tersebut adalah orang yang berlainan kepercayaan dengan ku. hmmm....lengkap sudah...!!

Beberapa hari setelah saya tempati kost tersebut hidupku terasa hampa, tiap jam hanya Kitab suci yang terus saya pegang dan saya bacakan tiada henti, dan bahkan pernah saya menamatkan membacanya hanya dalam tiga hari. Ketika malam saya selalu bermimpi ada yang datang dalam mimpi, mereka datang bergerombolan bukan seperti bentuk makhluk biasa, telinganya panjang, hidung panjang, tubuhnya penuh dengan bulu, seakan-akan mereka marah kepadaku, apalagi ditangan mereka ada senjata tajam yang terhunus dimasing-masingnya. Sungguh mengerikan!!!

dimalam berikutnya mereka datang kembali dengan bentuk wajah sebelumnya, kali ini mereka berbeda dengan malam sebelumnya, saat ini mereka berdialog denganku, makhluk tersebut mengusirku, namun aku tidak mau saya menjawab saya akan tinggal disini, karena disini dekat dengan tempat ibadah dan saya tidak jauh untuk mencapainya. Namun, saya bersikeras tidak mau mengikuti keinginan makhluk berbulu tersebut......apapun yang mereka katakan kepadaku, kataku aku tak punya uang, aku datang dari jauh untuk mencari uang, aku ingin menikah kataku kepadanya..aku harus berhemat.

Rupa-rupanya mereka tidak mengindahkan apa yang saya katakan, salah seorang dari mereka megayunkan kapak yang di pegangnya, itu meluncur keperutku, lalu perutku terbelah dan sempat terburai usus-ususku keluar, darah berceceran dilantai keramik putih yang mengkilap, setidaknya itulah yang saya rasakan dalam satu pekan disaat saya menginap disana, yang anehnya setiap saya terbangun dari dalam mimpi tersebut selalu saya merasakan memang perutku benar-benar sakit, seperti habis disayat-sayat.

setelah beberapa hari saya lewati masa kritis tersebut, saya terpikir bahwa ditempat maksiat itu ada setan-setan yang bergentayangan, tempat anak adam melakukan dosa itu akan penuh hidup makhluk halus yang berdampingan dengannya, Jin yang melakukan maksiat serta manusia yang melakukan maksiat tempatnya neraka, tidak ada yang berbeda.

mereka marah karena saya selalu membaca ayat-ayat suci NYA, aku tidak pernah berniat untuk mengusirnya tapi saya berniat membaca ayat suci agar Tuhan menghindariku dari kesesatan  nyata yang belum pernah saya lihat sebelumnya.