Mohon tunggu...
YosArianda
YosArianda Mohon Tunggu... Mahasiswa

Terlahir dari tangisan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

SEMA FKIP Fokus Bangun Budaya Berpikir Kritis

12 Oktober 2019   21:50 Diperbarui: 13 Oktober 2019   23:53 0 2 0 Mohon Tunggu...
SEMA FKIP Fokus Bangun Budaya Berpikir Kritis
Ket foto: para peserta di pembukaan kegiatan

Sepertinya anda akan terpukau jika anda ikut hadir dalam pembukaan kegiatan (PDWI) Pengembangan Diri dan Wawasan Ilmiah yang di lakukan oleh Panitia Pelaksana Senat Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKAW Kupang   

Bagaimana tidak, di saat mahasiswa-mahasiswa semester atas dari fakultas-fakultas lain yang sibuk membuat kegiatan yang seperti tidak nyaman di lihat mata karena hukum senior dan junior masih berlaku  kepada mahasiswa baru yang harus datang dengan rambut di kepang ke atas di ikat dengan tali, memakai papan nama dari kardus, muka yang harus di poles layaknya badut di suru berlutut jika datang terlambat tampa menanyakan halangan apa yang di hadapi si mahasiswa baru saat hendak berangkat dan masih banyak lagi hukuman dengan dalil senior junior namun, saya tidak akan membahas itu lebih panjang lebar ... 

Mari kita ulas kegiatan yang satu ini, sore tadi (12/10) pukul 16: 00 wita yang beralokasi di aula ruang H UKAW Kupang dengan hadiri ratusan mahasiswa baru FKIP UKAW sebagai peserta beserta juga tamu undangan dan wakil Dekan I FKIP yang hadir juga untuk membuka kegiatan PDWI ini dengan resmi.  

Kegiatan yang sangat meriah selain pameran buku yang berjudul "cinta dan perjuangan" penulisnya tak lain adalah Ketua Senat Aristo L. Landukati, ada juga pajangan tullisan para mahasiswa lain yang giat menulis artikel di media kompasiana di tambah dengan banyak mahasiswa yang menyalurkan bakatnya membaca puisi, stand up, bernyanyi, melodi gitar instrumen bahkan ada juga yang ngrep, dengan di dampingi pemandu acara Nengsy Wariaka seorang mahasiswa telaten  dalam memimpin jalannya sebuah kegiatan. 

Yang lebih menarik perhatian adalah ketika ketua senat di beri kesempatan membawah kata sambutan serta orasi ilmiah dengan mengulas tema yang berjudul "pendidikan sebagai alat perlawanan" dengan mengajak seluruh mahasiswa baru mengikrarkan sumpah mahasiswa yang menggetarkan jiwa serasa akan muncul pejuang-pejuang rakyat baru.

Pada kegiatan itu juga dengan mengkritik kegiatan-kegiatan kemahasiswaan dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan mahasiswa baru yang di lakukan oleh fakultas-fakultas lain justru di manfaatkan untuk mengintimidasi mahasiswa baru dengan hukuman-hukuman yang tidak pantas, memakai atribut-atribut dot bayi namun tidak melatih cara berpikir mahasiswa lebih kritis dalam melihat persoalan-persoalan di dalam kampus maupun di masyarakat "ungkap ketua senat FKIP UKAW" .. 

Acara pembukaan yang berakhir pukul 21:30 tadi Saat bertemu ketua panitia Yovita Bria mengungkapkan bahwa dalam kegiatan ini tidak ada yang namanya senior junior atau hukum senior selalu benar dan junior selalu salah kegiatan ini adalah kegiatan yang mengajak semua peserta mahasiswa baru agar selalu membangun budaya berpikir kritis dan terus berkarya mengembangkan kemampuan intektual, ini baru acara pembukaan, kegiatan ini akan berlangsung setiap hari sabtu selama lima minggu ke depan dan minggu-minggu ke depan akan ada pembagian dan penyampaian materi-materi yang mempertajam cara berpikir mahasiswa baru. 

Selamat berjuang dan terus berkarya para mahasiswa FKIP UKAW Kupang. 

Kupang, 12/10/2019 

Penulis (JT)