Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Penulis - Karyawan Swasta

Moviegoer | Best in Specific Interest Kompasiana Awards 2019

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

Oscar 2019, Pesan Anti Diskriminasi yang Menutup Segala Kontroversi

25 Februari 2019   15:24 Diperbarui: 25 Februari 2019   17:10 449
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak Selamanya Pendatang Baru tak Berprestasi

Twitter @TheAcademy
Twitter @TheAcademy
Mungkin kita tak akan pernah mengira bahwa seorang Lady Gaga mampu memainkan peran yang cukup apik dalam film A Star is Born. Karena sebagai penyanyi, jelas kualitasnya tak bisa dipandang sebelah mata. Namun sebagai aktris dan dipercayakan pada sebuah film besar, tentu menjadi pertanyaan banyak pihak kala itu. 

Namun hari ini Lady Gaga seperti membuktikan bahwa tak selamanya predikat "anak bawang" tak mampu berprestasi.

Pada kategori Best Actress memang pada akhirnya tak dimenangi Gaga karena penghargaan tersebut jatuh ke tangan Olivia Colman. Namun, Gaga justru meraih rekor lainnya hari ini.

Variety.com
Variety.com
Dilansir dari laman instagram Vmagazine, lagu Shallow yang ditulisnya untuk film A Star is Born berhasil memenangi kategori Best Original Song.

Tak hanya itu, lewat lagunya tersebut Gaga juga menjadi orang pertama yang memenangi 4 ajang penghargaan terbesar dunia di tahun yang sama. Mulai dari Oscar, Grammy, BAFTA, hingga Golden Globe semua sepakat bahwa Gaga dan Shallow-nya berhak mendapatkan penghargaan-penghargaan bergengsi tersebut. Well deserved, Gaga.

Girl Power Masih Menjadi Isu yang Hangat

Roma (nybooks.com)
Roma (nybooks.com)
Isu feminisme memang masih cukup hangat di kalangan sineas dunia saat ini. Film-film yang memiliki pesan tentang girl power, seakan menjadi mesin penggerak yang dinilai efektif untuk menumbuhkan aksi konkrit dalam membela hak-hak wanita. Itulah sebabnya mengapa Marlina kala itu dijagokan masuk nominasi meskipun pada akhirnya harus terhenti di babak submisi.

Roma yang memenangi 3 kategori yaitu di kategori Best Director, Best Cinematography dan Best Foreign Language Film, menjadi contoh betapa film yang mengangkat isu feminisme dan kampanye #meToo yang terus menggema, masih sangat diperhitungkan banyak pihak. Potret sederhana kehidupan masyarakat kelas menengah dalam sudut pandang sang asisten rumah tangga yang disayang tuannya namun disatu sisi juga mengalami ketidakadilan sebagai wanita, menjadi contoh betapa film seperti ini sangat dibutuhkan dunia.

Penuturan sederhana dan konflik didalamnya yang hampir dirasakan oleh banyak orang diseluruh dunia, menjadi sebab kenapa Roma begitu pantas mendapatkan 3 kategori tersebut. Kategori Best Foreign Language Film yang dimenanginya juga menjadi bukti bahwa Roma memang layak berada di garda terdepan film yang mampu menyampaikan aspirasi kehidupan masyarakat kelas sosial menengah di seluruh dunia dengan pesan yang inspiratif.

Flixfilm.dk
Flixfilm.dk
Begitupun dengan film dokumenter pendek berjudul Period.End of Sentence produksi Netflix. Jika anda belum menontonnya, saran saya segeralah menonton dokumenter ini karena hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk menyaksikan kisah inspiratif yang padat, informatif dan membuka jendela pengetahuan baru. Mungkin ulasannya akan saya buat pada tulisan berbeda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun