Mohon tunggu...
Yanti Sriyulianti
Yanti Sriyulianti Mohon Tunggu... Relawan - Berbagilah Maka Kamu Abadi

Ibu dari 3 anak yang sudah beranjak dewasa, aktif menggiatkan kampanye dan advokasi Hak Atas Pendidikan dan Perlindungan Anak bersama Sigap Kerlip Indonesia, Gerakan Indonesia Pintar, Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak, Kultur Metamorfosa, Sandi KerLiP Institute, Rumah KerLiP, dan Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan di Indonesia sejak 1999. Senang berjejaring di KPB, Planas PRB, Seknas SPAB, Sejajar, dan Semarak Indonesia Maju. Senang mengobrol dan menulis bersama perempuan tangguh di OPEreT.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Aksi Baik: Apit Perintis TBM Cipeundeuy Cegah Covid-19

22 April 2020   03:55 Diperbarui: 22 April 2020   11:31 232
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Hamdallah bu. Berkat semangat kepedulian masyarakat terhadap penyebaran covid19.l yang tergabung dalam TBM.pagi-siang hari kami aksi bagi-bagi masker sekaligus kampanye PHBS .Dimulai dari rutin cuci tangan pakai sabun dan air mengalir".

Pesan Apit saya terima pada 16 April 2020.  Saya baru tergerak menuliskan aksi baiknya saat membaca pesannya di Seri Diskusi Pendidikan. Ya, saya mengundangnya masuk ke wag tersebut untuk berbagi praktik baik.   Pemuda desa ini merintis TBM Cipeundeuy di tanah keluarganya. Saya teringat kembali rasa takjub dan bangga bertemu dengan pemuda-pemudi desa penggerak literasi di Komunitas Ngejah Desa Sukawangi Garut Selatan. 

Saya sempat menyimak rencana YSTC melibatkan TBM dan PKBM dalam upaya cegah COVID-19 dan Belajar dari Rumah luring. Rupanya Apit sudah lebih dulu melaksanakannya bersama penggerak literasi di TBM Cipeundeuy.

Foto kiriman Apit saat kampanye CTPS dan bagi masker Cegah COVID-19
Foto kiriman Apit saat kampanye CTPS dan bagi masker Cegah COVID-19
Alhamdulillah.

TBM  Cipeundeuy dan kawan-kawan siap menjadi ujung tombak pelaksana Belajar dari Rumah. Saya mengajaknya membangun Istana "Dasawisma Tangguh Bencana".

Saya benar-benar beruntung dipertemukan dengan Apit dan kawula muda di desa-desa di Komunitas Ngejah saat menyerahkan Wakaf Buku jelang akhir 2019.

Saya mengajak Retno, teman se almamater untuk pergi ke TBM Cipeundeuy..

Ada beberapa peristiwa yang mendebarkan selama perjalanan malam menuju Garut Selatan melalui Pangalengan

Begini ceritanya.

Kami berdua berangkat malam hari dengan badan remuk redam setelah mengangkut beberapa kotak buku ke dalam mobil Xenia putihnya Retno.

"Capeknya. Retno masih kuat nyetir?" Tanya saya sambil minum kopi hangat bekal dari rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun