Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Daun-daun Kering yang Merindukan Bulan

2 Desember 2022   08:23 Diperbarui: 2 Desember 2022   08:32 180
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto diambil Malesnulis.com

Daun-daun Kering yang Merindukan Bulan


Daun-daun kering kerontang
Berserakan di bawah pohon rindang
Padu menyatu dengan alam
Tenang tanpa keluh dan resah

Daun-daun kering menguning
Hiasi senja yang hampir pergi
Berselimut kabut hitam yang menggantung di ujung langit

Daun-daun kering merunduk dan meratap
Hatinya tertaut masa silam yang berkelindan tanpa jeda
Kala ia bercumbu dengan pupus-pupus hijau
Kala ia bercengkrama dengan bulan
Kala sang bayu menyentuh tubuhnya

Sesaat ia pun terjaga
Bangkit lalu berjalan ikuti irama
Rindunya diredam
Menjemput malam penuh makna
Ia titi setiap jengkal tuk berburu bekal
Tak ingin ia mengiba
Tak ingin dikasihani

Biarkan ia mengukir diri dengan untaian hati bening walaupun tubuhnya telah kering dan usang.  Namun bibirnya selalu basah dengan lantunan indah yang selalu melekat di sudut ruang rindu

Biarkan alam yang menentukan arah ke mana ia melangkah
Sang Penggenggam jiwa akan selalu bersamanya dalam setiap derap kaki

Ambarawa, 2 Desember 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun