Mohon tunggu...
erdian
erdian Mohon Tunggu... pemula, amatir

laki-laki

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pelajaran dari Prestasi Para Mahasiswa USK

9 April 2021   00:07 Diperbarui: 9 April 2021   00:18 65 1 0 Mohon Tunggu...

Beberapa hari yang lalu digelar sebuah hajatan berskala internasional yang diikuti sejumlah perguruan tinggi ternama di ASEAN. Pagelaran kaum intelektual bertajuk Musabaqah Munazarah 'Abra Internet 2021 (MU'IN) itu digelar oleh sebuah universitas ternama dari negeri jiran, USM (Universitas Sains Malaysia). Sejatinya ini adalah sebuah kompetisi berdebat. Tentu tidak begitu istimewa jika para mahasiswa dari perguruan tinggi ternama di ASEAN melakukan perdebatan. Memang itu gawean mereka. 

Namun ada yang berbeda dalam perdebatan satu ini, yakni para peserta diharuskan untuk berdebat, saling menjatuhkan argumen sekaligus mempertahankan dalil masing-masing dengan menggunakan bahasa Arab. Yap, ini adalah debat bahasa Arab. 

Apa bedanya? toh bahasa Arab sekarang sudah populer dan banyak dikuasai di dunia. Betul, dan itulah sebenarnya yang membuat hajatan USM ini menjadi spesial. 

Sebelum kompetisi resmi dimulai, pihak penyelenggara terlebih dahulu melakukan penjaringan kepada tiap calon peserta. Penjaringan ini berlangsung ketat dengan fokus utama penilaian adalah pada track record calon peserta. 

Selalu dapat dipastikan ketika "pertarungan" dimulai secara resmi sedikit sekali peserta yang bisa ikut berkompetisi. Selain itu hampir setiap tahun pula peserta kompetisi didominasi oleh para mahasiswa dari Fakultas Bahasa Arab. Kabar baiknya, di tahun 2021 ini "catatan rekor" itu pecah. 

Adalah USK (Universitas Syiah Kuala) perguruan tinggi negeri yang berdiri di jantung Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, yang berhasil menembus saringan ketat dan akhirnya berhak mendapatkan tiket untuk berlaga di even bergengsi ini, sekaligus menandai debut perdananya. 

Istimewa? pastinya, karena USK yang dulu dikenal sebagai Unsyiah ini sama sekali bukan perguruan tinggi  agama Islam, dan hebatnya lagi para punggawa yang diutus mewakili perguruan tinggi yang namanya diambil dari gelar Syekh Abdurrauf bin Ali Al-fansuri (atau dikenang juga dengan nama Abdurrauf As-Singkili) ini sama sekali bukanlah  mahasiswa yang berasal dari Fakultas Bahasa Arab. 

Mereka (bertiga) justru adalah para mahasiswa sains dan humaniora. Imam Akbar Al-Khalis dan Muhammad Fathur Sidky, keduanya dari Jurusan Teknik Sipil serta  Muhammad Rafli Azida Putra yang seorang mahasiswa  ilmu hukum. Ketiganya berjibaku menghadapi dahsyatnya gempuran argumen pihak lawan yang seluruhnya berasal dari prodi bahasa arab atau paling tidak berasal dari perguruan tinggi bercorak agama Islam yang memang melazimkan bahasa Arab di lingkungannya.

Perjuangan ketiga putera Aceh itu akhirnya membuahkan hasil yang gemilang. Universitas Syiah Kuala berhasil menapaki pentas final, menghadapi saudara senegara dari tanah Jawa, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Capaian mempesona lantaran dua putera bangsa bisa berlaga di pentas dunia dengan taruhan tangga pertama atau kedua. Syiah Kuala melawan Sunan Kalijaga. Dan laga itupun berakhir. 

Tim Syiah Kuala dengan bangga menempati anak tangga kedua, persis di sisi tim Sunan Kalijaga yang berjaya di posisi pertama. Pun demikian tetaplah kebanggaan yang ditorehkan oleh Imam Akbar dan kedua rekannya. Betapa tidak, meski baru berada pada peringkat kedua di gelaran tahun 2021 ini, mereka membuktikan bahwa jurusan bukanlah penentu dalam laga perdebatan itu. 

Mereka berhasil membawa USK untuk pertama kalinya menembus masuk ke dalam arena perlombaan bergengsi ini dan meraih mahkota runner-up. Dan yang paling membanggakan bagi seluruh keluarga besar USK, Imam Akbar Al-Khalis berhasil meraih predikat sebagai pembicara terbaik (best speaker)  mengalahkan para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di ASEAN.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN