Mohon tunggu...
Syarifah Lestari
Syarifah Lestari Mohon Tunggu... Freelancer - www.iluvtari.com

iluvtari.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bedakan Fakta dan Imajinasi, Anak Bisa Jadi Sumber Fitnah

22 Agustus 2020   15:19 Diperbarui: 22 Agustus 2020   15:09 213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tahulah aku, bahwa merah-merah yang melayang itu adalah bara rokok Nek Cik sendiri. Tapi Mamak yang menerima ceritaku telanjur berkisah panjang.

Aku hanya bilang ada merah-merah di depan kamar, cerita yang sampai adalah "sesuatu berwarna merah terbang dari luar masuk ke kamar Nek Cik."

Alhasil malam itu sibuk mereka dengan entah hal apa. Obrolan ini itu, bakar ini itu. Aku tak ingat lagi, sepertinya setelah itu aku tertidur.

Imajinasi Lebay Hadir Karena Banyak Peminatnya

Di tempat tinggal orangtuaku dulu, hanya PNS yang dianggap bisa kaya. Jadi kalau kamu keluar rumah tanpa seragam khas pegawai dan pulang bawa uang banyak, berarti ada yang tidak benar di rumahmu.

Ada banyak keluarga yang jadi korban desas-desus murahan ala kaum julid. Termasuk Mamakku sendiri yang pernah difitnah memelihara tuyul. Pernah kuceritakan di artikel ini.

"Tak masuk akal, suami sopir istri IRT biasa, masak bisa bikin rumah sebagus itu."

"Cuma loper koran tapi rumahnya kayak dealer, pasti pelihara tuyul!"

Obrolan beraroma tuduhan semacam itu biasa seliweran di warung Mamak, waktu masih berdiri dulu.

Lalu lewatlah seorang anak kecil dengan sepeda yang ada boncengannya. Usia anak itu jauh lebih tua dari usia keponakanku waktu melihat belang-belang (yang entah apa). Mungkin seusiaku waktu melihat "merah-merah melayang" atau lebih tua sedikit.

Bocah itu bukan anak orang kaya raya. Tapi menurut warga, tak mungkin bapaknya yang bukan PNS bisa punya mobil dan menguliahkan kakak-kakaknya. Satu-satunya alasan yang masuk di akal mereka adalah tuyul.

Dan itu bukan hanya salah masyarakat, tapi salah si anak (tepatnya orang dewasa di dekatnya) juga. Sebab anak tersebut pernah bercerita pada temannya, bahwa ia punya teman kecil di rumah. Kalau ia bersepeda, anak itu naik di boncengannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun