Bung Stev
Bung Stev Pembelajar

Buruh negara. Sedang berusaha menjadi (pembaca, penulis, fotografer) yang baik.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

Kisah Pilu Valentinus Nahak, Berpulang Sebelum Bertanding

2 Agustus 2018   23:21 Diperbarui: 3 Agustus 2018   04:40 3777 20 15
Kisah Pilu Valentinus Nahak, Berpulang Sebelum Bertanding
Foto: YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM

Takdir hidup seseorang tak ada yang bisa memastikan karena semua menjadi rahasia Sang Pemberi kehidupan. Manusia hanya bisa merencanakan banyak hal, namun akhirnya Dia juga yang menentukan.

Valentinus Nahak, atlet potensial kita cabang olahraga tinju akhirnya harus berpulang akibat penyakit kelenjar getah bening yang dideritanya. Kabar duka ini cukup mengejutkan lantaran terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Hal ini diungkapkan Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora, Washinton, yang diutus Menpora, Imam Nahrawi untuk menjenguk dan memastikan kondisi Valen yang beberapa hari sebelumnya sedang dalam perawatan medis.

"Saya pribadi kaget. Februari lalu, dia masih test event, Mei terkena sakit ini, sekarang Juli dalam tiga bulan separah ini, itu yang saya tidak habis pikir kenapa bisa tidak terdeteksi sama sekali," kata Washinton, Senin (30/7/2018).

Sebelum divonis menderita penyakit, Valentinus Nahak memang sedang dipersiapkan untuk bertanding di Asian Games 2018. Pertengahan Mei lalu, Valentinus harus dipulangkan ke Bali untuk menjalani proses pengobatan.

Ilustrasi (Foto: tribunnews.com)
Ilustrasi (Foto: tribunnews.com)
Valentinus terlahir di keluarga petinju. Saudara kandungnya, Julio Bria juga merupakan seorang petinju. Julio pernah mengharumkan nama Indonesia ketika berhasil menyumbangkan medali emas di ajang Sea Games 2011.  

Sementara Valentinus disebut-sebut sebagai salah satu petinju amatir yang cukup potensial. Berbagai prestasi sudah diraihnya, salah satunya adalah medali perak di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

Valentinus saat berlaga di PON (Foto: liputan6.com)
Valentinus saat berlaga di PON (Foto: liputan6.com)
Dunia olahraga kita tentu sangat kehilangan. Dalam hitungan hari, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Publik sangat berharap Indonesia akan sukses sebagai penyelenggara maupun sebagai peserta.

Pesta olahraga akbar Asian Games 2018 merupakan panggung besar untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya banyak potensi atlet yang mampu mengukir prestasi di tingkat internasional.

Satu hal yang cukup memiriskan hati dari peristiwa berpulangnya Valentinus adalah soal keluhan pihak keluarga yang menganggap perhatian pemerintah masih cukup minim. Konon, Valentinus kurang mendapatkan pelayanan medis secara optimal lantaran terkendala biaya.

Mengenai hal ini, sudah sewajarnya pemerintah memberi perhatian lebih. Jangan sampai pemerintah dituding sekadar memberi perhatian pada atlet-atlet yang sedang meraih prestasi. Pemerintah seperti "numpang tenar" atas prestasi yang sudah diraih atlet untuk menunjukkan seolah-olah mereka memiliki andil besar.

Kita ingat beberapa waktu lalu, apresiasi luar biasa diterima oleh Lalu Muhamad Zohri, pelari yang baru saja meraih gelar juara dunia di Finlandia. Pemerintah (pusat dan daerah) melalui berbagai instansi berlomba-lomba memberikan apresiasi. Bantuan uang, rumah, hingga "jalan tol" menjadi tentara/PNS pun ditawarkan pada Zohri.     

Kita berharap, pemerintah harus tetap memberikan perhatian pada seluruh atlet yang ada, tak peduli mereka sudah atau belum menghasilkan prestasi memukau. Atlet-atlet seperti Valentinus pun pastinya ingin menjadi "pahlawan" yang bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini.

Kita sudah sangat bersedih karena kehilangan atlet berpotensi seperti Valentinus. Jangan sampai kesedihan itu kian mendalam lantaran kita harus kembali lagi mendengar kisah pilu mengenai penyesalan keluarga yang tak bisa memberikan pertolongan medis secara maksimal akibat terkendala biaya. Sementara, dukungan dan perhatian pemerintah pun dirasa masih cukup minim.

Selamat jalan, Valentinus. Selamat jalan, pahlawan.  

***      

Jambi, 2 Agustus 2018