Mohon tunggu...
Nessma Zweina Majid
Nessma Zweina Majid Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

4. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.\r\n5. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.(Qs.Ash Shaffat:4-5

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Mengapa Orang Arab Kebanyakan Tidak Takut Hantu?

28 Agustus 2013   06:20 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:43 5465 25 34
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

snippits-and-slappits.blogspot.com Selama saya nguli di Negeri Gurun tepatnya, Saudi Arabia, jarang sekali ada orang Arab yang membahas masalah dunia perhantuan, seperti halnya di negara kita yang rakyatnya setiap saat dijejali dengan tontonan di media tv, seperti acara mistis semacam: - seputar dunia lain, - misteri dari dunia lain (maaf kurang hafal judul acaranya), - atau film-film bergenre hantu, macam film/sinetron Mak Lampir, Misteri Dari Gunung Merapi, maupun Titisan Nyi Pelet. dll.. Kebetulan di tempat tinggal saya memasang chanel tv sampai 3 saluran satelit, yakni: - untuk kawasan Eropa dengan Satelit Hotbird - untuk kawasan Jazirah Arab dengan Arab Sat - dan satu lagi untuk kawasan Jazirah Arab dan Afrika Utara dengan Nilesat. Saking banyaknya sampai ribuan channel jadi terkadang malas ngubek-ubek cari tontonan TV, paling banter saya hanya melihat acara live tennis, atau movie ataupun kalau lagi suntuk dengar lagu-lagu atau pengajian, tergantung mood-nya. Dan dari ribuan channel tersebut, tidak ada satu pun TV Arab yang membahas masalah seputar dunia misteri ataupun sinetron misteri dan sejenisnya, ada juga drama yang normal, kalaupun ada tontonan film horor itu film buatan USA, jadi bukan asli membahas tentang mistik di negara Arab, sebagaimana halnya di TV kita yang suka membahas tentang kehidupan mistik di berbagai tempat di Tanah Air. Efek dari program acara TV yang sehat ini, menjadikan hampir semua orang Arab, baik besar maupun yang anak-anak dan remaja, tidak pernah takut dengan adanya segala hantu dan sejenisnya, baik dalam kondisi malam apalagi siang (dari pengamatan saya). Yang remaja atau dewasa walau mereka membawa mobil jarak jauh, misal Jeddah-Tabuk ataupun ke wilayah Saudi Arabia lainnya sekalipun, mereka tidak takut walau melewati gurun yang tandus seorang diri, bagi mereka perjalanan malam hanya takut jika ada onta atau binatang lainnya yang tiba-tiba nyelonong masuk di tengah jalan raya, karena bisa berakibat fatal, terjadi kecelakaan. Masalah cerita tentang hantu di tengah gurun dll. sangat jarang dibahas oleh orang Arab dan saya belum pernah dengar sekalipun orang-orang Arab ini membahas masalah seputar dunia perhantuan. Pernah suatu ketika saya diundang ke rumah boss sampai tengah malam jam 2 dini hari (makhlum orang Arab terbiasa hidup sampai larut malam, apalagi macam malam Jumat/malam libur, mereka terbiasa begadang sampai menjelang subuh adalah hal biasa). Ketika akan pulang, saya mau naik taksi dan ditunjukkan arah jalan high way yang sepi, karena rumah boss agak masuk ke dalam komplek perumahan, jadi sedikit sulit cari taksi, dan disuruh jalan dekat jalan raya yang bekas ada taman yang sudah dibongkar untuk, rencana pembangunan station kereta api, Jeddah-Makkah-Madinah, tempat tersebut jadi sepi sekali kalau malam hari,walau ada mobil lewat tapi mobil-mobil itu melaju dalam kecepatan tinggi karena jalan high way. Tentu saja saya menolak, ketika disuruh cari taxi di dekat reruntuhan bangunan yang sepi tersebut, apalagi di tengah malam, dan ketika saya katakan saya takut daerah tersebut ada jinnya. Boss saya malah cuma tertawa saja. Akhirnya saya lebih memilih memutar jalan yang agak jauh, tapi banyak perumahan, kemudian baru cari taksi. Intinya memang orang Arab hidupnya jarang dicekoki dengan cerita-cerita tentang hantu dan sebagainya seperti yang sering terjadi di negara kita, ada hantu poconglah, tuyul, gendurwo, celeng jadi-jadian, kuntilanak, wewe gombel, dll.. Buat orang Arab mereka hanya tahu, hantu-hantu tersebut dengan sebutan jin saja, dan aneka bentuk jin tetap dianggap jin, tidak pakai embel-embel lainnya. Bahkan saya pernah melihat sewaktu di Sakaka-Al-Jouf ada rumah baru bertingkat dan menghadap komplek kuburan yang hanya dibatasi tembok sekitar tingginya 1,5 m,tentu saja bagi kita sangat aneh, jika membangun rumah tapi balkon rumah lantai atas  malah menghadap kuburan, apa nyaman duduk di balkon lantai atas sambil minum teh dan menghadap kuburan di tengah malam sehabis Sholat Isya misalnya? Buat kita bisa jadi akan girap-girap ketakutan dan harus mengundang orang pntar agar tidak terkena gangguannya dll..

inhabitat.com Tapi bagi orang Arab, mereka cuek saja, dan harga tanah tersebut juga tetap mahal, karena lokasinya di pinggir jalan raya. Mental dan fikiran orang Arab memang cukup tangguh dan tidak terbiasa dijejali cerita-cerita horor saat masa anak-anak ataupun remaja. Jadi mereka jarang sekali berimajinasi tentang makhluk gaib dan sejenisnya. Ditambah lagi memang Pemerintah Saudi Arabia melarang keras, jika ada acara TV yang membahas hal-hal dunia gaib. Tapi jangan salah, karena mereka sejak kecil sudah tahu arti dari bacaan Al-Quran jadi mereka tahu, cara-cara/doa menghadapi makhluk gaib. Mungkin karena hal tersebut, mental mereka sangat kuat, tidak takut jika malam hari ke mana pun pergi sendirian, apalagi sama teman-teman, malah bikin kemah di tengah gurun. Ya itulah beda budaya Arab dan budaya Nusantara! Wassallamah!

Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan