Mohon tunggu...
muhammad nurul
muhammad nurul Mohon Tunggu... Guru - Penulis Baru

Instruktur di Balai Latihan Kerja Pasaman Barat - Senang bermain dengan kata, semoga apa yang diketik bisa membawa manfaat untuk sesama. Insya Allah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

[Kumpulan Puisi] Teruntuk Sang Buah Hati

11 Januari 2024   06:00 Diperbarui: 11 Januari 2024   06:17 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dokpri diolah via canva

Ketika terbangun di keheningan malam
Membalik badan menghadapnya
Melihat wajah yang masih lugu
Berbaring tertidur pulas

Karna kecil ia masih satu kamar dengan kami
Umurnya belum genam 3 tahun
Kadang masih memanggil ibunya
Sebelum lelap menghantarkannya tidur

Dia anak baik
Yang kelak menjadi penyelamat kami
Dan membantu kami menambah pundi amal
Selagi berdiam dibalik liang lahat

Kami mempersiapkanya untuk jadi penghafal
Kalam Tuhannya agar tidak lekang
Agar baik budinya seperti makna yang dibaca
Mengingat bapak dan ibunya setelah tiada

Kelak ia tumbuh dewasa
Merindukan gerak sebelum tidurnya itu pasti
Memeluk dan mengusap mungkin tak bisa lagi
Karna masa kecilnya semua bisa terjadi

Teruntuk anak kami
Hanya satu pinta kammi
Jadilah ladang amal yang takkan terputus
Meski tubuh kami terhalang tumpukan tanah

***

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun