Melina Purnomo
Melina Purnomo FREELANCE WRITER

i am a freelancer writer, musician and a financial consultant.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Kestabilan Harga Pokok yang Seperti Apa yang Didambakan Negeri Tercinta Kita

12 April 2018   16:52 Diperbarui: 12 April 2018   17:03 439 0 0
Kestabilan Harga Pokok yang Seperti Apa yang Didambakan Negeri Tercinta Kita
dokpri

Menteri perdagangan ; Bapak Enggartiasto saat berdialog dengan Kompasianer di acara ngobrol santai- 13 Maret 2018

DOKPRI
DOKPRI
Bapak Enggartiasto saat memberikan pengarahnnya terkait harga bahan pokok di Indonesia 

event.kompasiana.com/
event.kompasiana.com/
Iklan acara ngobrol santai dengan menteri perdagangan - 13 maret 2018

www.kemendag.go.id
www.kemendag.go.id
Acara pemberian plakat oleh CEO KOMPASIANA ; Iskandar Zulkarnaen dengan Bapak Menteri                                                                                                                       Enggartisto 

Stabil yang seperti apa yang sesuai dengan ketentuan seluruh masyarakat Indonesia. Itulah yang masih menjadi  perbincangan hangat dan butuh dukungan selurih lapisan anggota masyarakat untuk mematuhi dan menggerakkannya. Jika tidak tentunya tidak akan tercipta kestabilan harga yang mumpuni antara kedua belah pihak antara pemerintah dengan masyarakat. Indonesia yang niscaya terbentang luas dari sabang sampai papua tentunya harga yang tertera di masing-masing label yang ada di dalam produk tiap-tiap barang tidaklah dapat disamaratakan. 

Jika jarak tempuh yang bebeda tentunya akan mempengaruhi harga barang tersebut melonjak drastis. Belum lagi ditambah dengan hari-hari raya lainnya yang tentunya mempengaruhi karena. Sebagaimana yang kita ketahui mayoritas agama di negeri ini adalah muslim. Nah apa yang ada di  benak kita masing-masing agar dari kita semuanya dapat menjaga kestabilan harga yang ada di Indonesia dengan baik. Yang mana tujuannya tentunya agar pemerataan terjadi di dalam negeri Indonesia ini tanpa terkecuali.

Berbicara tentang kestabilan harga pangan tentunya kita tidak akan begitu saja bisa terlepas dengan menteri perdangangan. Dimana di dalam menyinkronkan atau lenstabilkan harga-harga barang yang ada di Indonesia yang memegang peranan penting adalah menteri perdangangan. Dapat dikatakan presiden kita sudah sampai kali ke-2 nya mencopot jabatan menteri perdagangan yang terdahulu dikarenakan menteri-menteri perdagangan yang terdahulu sama sekali tidak bisa menjalankan peranannya dengan baik di dalam merealisasikan kestabilan harga pokok. Harapan Bapak presiden Jokowi kali ini tentunya tidak mau begitu saja berlalu ada di pundak Bapak Enggartiasto. Tentunya dengan harapan terbesar agar mampu menurunkan harga pangan yang ada di Indonesia.

Menteri perdangangan untuk selanjutnya diharapkan mampu berkoordinasi dengan baik kepada semua pihak untuk dapat menurunkan harga pangan. Di dalam hal ini yang memegang peranan penting penting lainnya adalah Ketua Umum Ikatan Pedagang Besar Indonesia ( Ikkapi) Bapak Abdullah Mansuri. 

Di dalam kesempatannya ini bapak MAnsuri menyatakan bahwa pemerintah selama ini tidak memiliki adanyanya konsep pangan secara nasional. Toh selama tidak memiliki konsep pangan yang jelas secara nasional pemerintah akan dipastikan akan kelimpungan dalam menurunkan atau mengendalikan harga pangan yang ada.

Semoga dengan diberlakukan menteri perdangangan yang baru serta jajarannya di dalam menstabilkan harga pangan yang ada akan semakin dibenarkan. Jika kalau tidak hanya akan sia-sia saja yang ada. Kita akan semakin tergerus dan mengikuti harga-harga yang ada kedepannya. Hal ini sudah haruslah dapat kita realisasikan dengan baik untuk dapat lebih mensejaterhkan masyarakat Indonesia. Itu tentunya harapan terbesar yang ada dari menteri perdangangan dengan bantuan seluruh jajaran masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Peduli atau tidaknya masyarakat Indonesia tentang harga bahan pokok yang dicanangkan oleh pemerintah kembali kepada diri mereka masing-masing. Menanggapi tanggapan dari pemerintah dan respons dari kita dengan harga yang coba di realisasikan bersama bagi kita semua tentunya.  Masyarakat Indonesia harus bisa menyesuaikan dengan harga-harga yang diberlakukan di Indonesia. Sehingga paling tidak kita akan merasa bertanggung jawab terhadap harga barang yang tentunya sehari-hari kita nikmati ini. 

Tidak terkecuali tua dan muda dan dari sektor mana saja kita sekarang bekerja. Bukan tanpa tujuan yang jelas pemerintah memberlakukan kebijaksanaan harga stabil yang diberlakukan itu. Karena tentunya sudah dipikirkan sedemikian rupa harga-harga yang ada tersebut diberlakukan. Lalu jika posisi kita memposisikan diri kita sebagai masyarakat yang baik dan bertanggung jawab. Lalu langkah apa yang kita lakukan untuk berusaha menjaga kestabilan harga pokok yang ada di Indonesia ini. apakah kita hanya duduk manis saja ataukah yang seperti apa yang ada di dalam benak kita? Tujuannya juga cukup jelas yang ada yaitu tentunya untuk pemerataan dan semua warga Indonesia yang ada dapat dicukupi dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakabta tanpa terkecuali. Lalu langkah apa saja yang dilancarkan oleh pemerintah dalam menstabilkan harga pokok ini.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pemerintah sudah mematok harga beras yang ada dari pulau Jawa sampai ke pulau Papua lewat mekanisme harga eceran tertinggi ( HET). Kebijakan tersebut diatur dan diberlakukan sudah dari waktu yang cukup lama. Harga tersebut akan diberlakukan untuk pasar becek sampai ke yang tingkat tinggi ritel modern. Di dalam hal ini tentunya menjadi tugas dari menteri perdagangan Bapak Enggartiasto Lukito untuk menjelaskan harga beras Ecer yang diatur berdasarkan zona daerah yang ada di Indonesia masing-masing. Dijelaskan lebih lanjut di mana harga tersebut akan diberlakukan mulai dari daerah Lampung ; Sumatra Selatan ; Bali ; NTB sampai ke Sulawesi. 

Yang mana daerah-daerah tersebut dianggap sebagai wilayah produsen beras. Sehingga tentunya di wilayah-wilayah tersebut harga beras medium yang ditetapkan di harga Rp. 9.450 per kg dan untuk harga premiumnya Rp. 12.800/kg. Sementara untuk wilayah lainnya yang membutuhkan ongkos transportasi lebih ; harga tersebut akan ditambah 500 rupiah. Cukup masih masuk akal menurut saya. Untuk menambah 500 perak sebagai jasa dari transport. Harga 500 perak menurut saya sangat murah adanya jika diperbandingkan untuk harga transportasi saat ini.

Harga eceran tradisional ini akan diberlakukan di dalam pasar traditional maupun di ritel modern. Dengan demikian ; dari ketentuan harga yang diberlakukan ini kita akan bisa menjaga daya beli masyarakat agar dapat kita maintain di kemudian harinya. Dengan harapan ( terbesar) tentunya harga yang diberlakukan tidak boleh dari harga yang sudah ditetapkan. Jika tidak yang ada nantinya akan terjadi kekacauan di sana-sini.  Menurut saya peraturan dari pemerintah yang ditetapkan ini sudah tepat yang ada. 

Tinggal dari kita masing-masing bagaimana caranya agar membantu dalam menjaga kestabilan harga yang sudah dibuat bersama untuk kemakmuran masyarakat Indonesia tentunya. Jika tidak untuk apa pemerintah bersusah payah untuk mencipatakan kebijakan harga yang sedemikian rupa. Sebagai masyarakat yang baik sudah barang tentu kita ikut melestarikan harga yang sudah ditetapkan agar tentunya masyakat yang lainnya dapat ikut serta menikmatinya tanpa terkecuali.

Bisa kita coba bayangkan akan hal ini sebagai bahan pembelajaran tentabt kestabilan harga pokok yang ada di Indonesia.  Sebagaimana yang kita ketahui bahwa selama pemerintahan Jokowi-Jo harga pangan yang ada selama periode mereka memerintah tidak pernah turun yang ada. Lalu ditambah di dalam lima tahun terakhir ini dimana biasanya dialami saat waktu lebaran ; harga akan perlahan-lahan menjadi turun. Tetapi ; tahun ini malah yang terjadi harga komoditas justru menjadi naik. Sebut saja misalnya harga untuk bawang ; cabai ; dan gula yang tentunya akan mengalami kenaikan selama musim lebaran tiba. 

Nah tentunya harapannya adalah agar mendag yang baru menjabat untuk periode sekarang ini yaitu Bapak Enggartiasto dapat melakukan koordinasi dan komunikasi yang efektif tentunya di antara instansi pemerintah dan pedagang pasar untuk dapat menstabilkan harga pangan yang ada di Indonesia terutama di saat musim lebaran. 

Tak bisa dipungkiri, selama pemerintahan Jokowi-JK harga pangan tak pernah turun. Dalam lima tahun terakhir, biasanya setelah Lebaran, harga perlahan turun. Tapi, tahun ini, harga beberapa komoditas justru naik. Sebut saja, misalnya, harga bawang, cabai, dan gula yang naik setelah Lebaran. Jadi, sangat diharapkan agar mendag baru mampu melakukan koordinasi dan komunikasi aktif di antara instansi pemerintah dan pedagang pasar untuk stabilisasi harga.

Adapan ketetapan-ketetapan lainnya yang disampaikan oleh pemerintah dalam menjaga kestabilan harga pokok ini. Yang mana penetapan harga juga akan dibuat terpisah menjadi harga medium dan premium. Kemendag berusaha untuk menetapkan ketetapan tersebut tentunya bukan berdasarkan alasan yang dapat diterima bersama. Yang mana penetapan dari harga tersebut tidak boleh lebih dari yang sudah ditetapkan berikut. Di luar beras medium dan premium kemendag menetapkan kategori beras khusus yang mana dijelaskan lebih lanjut penetapan harganya tidak boleh dari yang sudah ditetapkan itu yang digarisbesarkan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2