Mohon tunggu...
Irlidiya
Irlidiya Mohon Tunggu... Tutor - Praktisi Pendidikan

Saya seorang widyaiswara di LPPPTKKPTK

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

MIPANGSI dan LIQUID diolah pada Diklat KTI

18 Oktober 2021   19:56 Diperbarui: 18 Oktober 2021   20:28 126 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

whatsapp-image-2021-10-18-at-17-19-56-616d70f301019026686864f2.jpeg
whatsapp-image-2021-10-18-at-17-19-56-616d70f301019026686864f2.jpeg
Rendahnya budaya menulis di kalangan guru merupakan tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Untuk itu, Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi bidang Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK) hadir memberi solusi. Sebanyak 24 orang perwakilan guru SMK se- Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti diklat Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang digelar sejak tanggal 13-18 September 2021 di hotel Continent Centrepoint Makassar. Kegiatan yang dibuka oleh plt. Kepala Balai bapak Darwis Muin, S.Pd., M. M. bertujuan untuk membekali para peserta diklat agar memiliki pemahaman yang baik dalam menulis karya ilmiah, terlebih memiliki kompentensi menulis yang mumpuni sebagai salah satu bentuk pengembangan profesi. Harapan beliau peserta dapat mengikuti materi dengan baik dan dapat mengimplementasikan ilmunya ketika kembali ke sekolah. Menghasilkan karya tulis sebagai bentuk pengembangan profesional seorang guru.

Kegiatan diklat tersebut menghadirkan pemateri internal, Dr. Irlidiya, M.Pd juga menghadirkan pemateri eksternal dari kalangan praktisi, Dr. Thamrin Paelori, M.Pd. Seorang Instruktur tingkat nasional, pemenang 66 kali lomba karya tulis dan telah menulis 33 judul buku. Dari pihak akademisi, Dr. Usman, M. Pd. Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FBS UNM. Turut memberi materi kandidat Doktor bidang Vokasi, Muhammad Yassir, S.T., M. T.

Materi-materi yang diberikan di antaranya: Literasi, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Konsep Dasar dan jenis KTI Guru, Latihan Pengembangan Ide (Gagasan Inovasi), hingga Menulis Draf Proposal Penelitian.

Guru-guru yang hadir dari berbagai jurusan baik guru produktif maupun guru normatif seperti: Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Nauitika Kapal Penangkap Ikan, Bhs. Indonesia, Matematika, Kimia, PKn dan BK. Sehingga karya tulis peserta sangat bervariasi. Hal yang membahagiakan ketika peserta telah terinspirasi dan dapat menuangkan idenya baik dalam bentuk Best Practice, Inovasi Pembelajaran, maupun Penelitian Tindakan Kelas dalam bentuk proposal yang siap dikembangkan.

Teknik presentasi peserta dimodifikasi dalam bentuk window shopping (belanja karya).  Ide dasar dan tahapan pembelajarannya ditulis di kertas plano dengan mengunjungi setiap karya agar peserta saling menginspirasi. Beberapa judul yang menarik perhatian di antaranya;

" Penggunaan MIPANSI (Mind Mapping dan Diskusi) untuk Meningkatkan Motivasi Beajar Teknologi WAN Siswa Kelas XI TKJ SMKN 1 Jeneponto"

"Penerapan LIQUID (Literasi dan Quis Digital) dalam meningkatkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI Jurusan TKJ SMKN 2 Maros"

MIPANGSI dan LIQUID yang diolah di tempat diklat ini menjadikan diskusi makin menarik.

"Meski potensi yang dimiliki tidak terlalu besar namun, semangat peserta yang luar biasa. Dan puncaknya menghasilkan ide-ide brilian yang siap dikembangkan dan ditulis sebagai sebuah produk diklat, meski dalam waktu yang singkat.  Ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa" ungkap pak Dr. Thamrin mengapresiasi karya peserta.

Intinya peserta mengikuti diklat dengan antusias. Dari refleksi kegiatan ini pada umumnya menyambut gembira adanya diklat KTI ini dan berharap ada keberlanjutan.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada BPPMPV KPTK yang telah melaksanakan diklat KTI ini, alhamdulillah Allah mewujudkan impian saya, karena memang pada kenyataanya kesempatan bagi guru untuk mengikuti kegiatan seperti ini sangat terbatas apalagi kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian secara langsung khususnya bagi kami guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mata pelajaran umum seperti kami di SMK seperti terpinggirkan dalam hal kegiatan diklat karena kesempatan untuk mengikuti diklat atau pengembangan ilmu sangat terbatas dibandingkan dengan guru produktif.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan