Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Blogger dan Bidang Sosial

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Tak Perlu Nekat Mudik, Jaga Silaturahmi Virtual di Masa Pandemi

14 Mei 2021   10:21 Diperbarui: 14 Mei 2021   10:52 297 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Perlu Nekat Mudik, Jaga Silaturahmi Virtual di Masa Pandemi
Pemudik roda dua. Sumber: Kompas.com

Budaya awal dari silaturahmi:

Indonesia dengan beragam suku dan budayanya dari Sabang hingga Merake.   Mereka semua mengenal apa yang disebut dengan tradisi kunjungan.  

Ketika Lebaran tiba, maka orang rela datiag jauh-jauh dari kota  A ke kota  B dengan tujuan utamanya untuk berjumpa  keluarga, kerabat hanya untuk bersilaturahmi  merayakan hari Raya Idul Fitri.

Rasa kekeluargaan dan rasa syukur dan toleransi terhadap sesama mengajarkan untuk hidup rukun dan damai. 

Makna Silaturahmi:

1.Menyambung kasih sayang

Walaupun hal bil halal itu tidak diketahui dari mana asalnya, namun ritual hal bil halal ada produk asli Indonesia.  Pengertian hal bil halal adalah saling memaafkan kesalahan yang pernah dilakukan kepada sesama manusia.  Dalam menyambung kasih sayang diharapkan kita bisa bertemu dan memaafkan kesalahan orang lain.

Meskipun tidak diketahui asal usulnya atau tidak pernah dicontohkan Nabi, tetapi halal bil hala itu merupakan tradisi yang baik dan intim.   Intinya silaturahmi adalah menyambung kasih sayang antara sesama manusia.  Asal katanya dari "Rahim". Rahim ibu adalah tempat yang penuh dengan kasih sayang.   Menyambangi silaturahim artinya menyambung kasih sayang.   Kita dapat beribadah kepada Allah dan menyebarkan kasih sayang kepada sesama manusia.

2.Makna Salam-Salaman

Saling berjabat tangan Ketika bertemu  maka dikatakan Allah mengampuni dosa kedua orang yang berjumpa sampai mereka berpisah Kembali.   Jabatan tangan dimaknai sebagai semangat perdamaian , mencerminkan iklim persaudaraan yang kuat. 

Jabatan tangan itu biasanya diikuti dengna dengan tradisi dan saling pelukan.  Hal ini tidak hanya sebagai tradisi saja tapi juga tuntutan sosial yang berakar kepada seruan dari Allah SWT.

3.Makna Bertukar Makanan

Warga atau masyarakat di Jawa Barat berkunjung itu dengan  arti munjung  saat mendekati Lebaran .Contohnya adik, atau anak mengunjungi kakak atau orang tua.  Kebiasaan yang dilakukan adalah dengan bawa rantang dengan isi nasi dan lauk pauknya.

Tradisi di kota Sepang pun mempercayai bahwa tradisi tukar rantang itu untuk menjaga jalinan silaturahm di antara keluarga dan saling berbagi antar keluarga dan tetangga.

4.Makna tradisi Ketupat

Lebaran tidak lepas dengan tradisi makan ketupat .  Hampir semua daerah di Nusatara mengenal makan ketupat saat lebaran. Ternyata memiliki masyarat Jawa memiliki filosofi ketupat yang singkatan dari Ngakut Lepat dan Laku Papat..  Ngakut Lepat artinya mengakui kesalahan dan Ngaku papat artianya empat Tindakan, ngaku Lepat Tradisi sungkeman menjadi impelemtnasi tradisi sungkeman.

Bergesernya Tradisi Silatuhrami:

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x