Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis Lepas, Blogger dan Bidang Sosial

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Di Balik Kesuksesan Seorang Penulis Besar, Ada Duka dalam Hidupnya

16 Juli 2019   22:05 Diperbarui: 16 Juli 2019   22:11 0 7 1 Mohon Tunggu...
Di Balik Kesuksesan Seorang Penulis Besar, Ada Duka dalam Hidupnya
forbes.com

Siapa yang  menyangka di balik kesuksesan seorang penulis  JK Rowling ada kisah kehidupan yang sangat menggetirkan hati maupun pahitnya kehidupan.

Dilahirkan dengan nama Joanne Rowling pada tanggal 31 July 31, 1965, di Yate, England.  Nama pena yang digunakannya  J.K.  sesuai dengan nama neneknya, Kathleen. 

Di usia yang masih muda belia, 17 tahun, ingin meraih cita-cita untuk masuk ke College, tetapi ditolak .

Di usia 25 tahun ibunya meninggal dunia.  Hidup bersama dengan ibunya,  dia merasakan kesedihan karena ibunya menderita Multiply Sclerosis.  Penyakit  Multiply Schlerosis adalah kondisi imun yang mempengaruhi sel saraf dalam otak dan tulang belakang. Selama hampir 10 tahun Rowling harus merawat ibunya yang tergeletak tanpa bisa berbuat apa-apa karena kerusakan saraf dasar.

Setelah lulus dari University Exeter, Rowling pindah ke Portugal  di tahun 1990 sebagai guru Bahasa Inggris.   Dia bertemu dengan jurnalis portugal, Jorge Arantes. Sayangnya di usia 26 tahun dia  mendapat keguguran.  

Alih-alih mendapatkan kebahagiaan pernikahan yang  tidak menghampirinya, ia justru menderita  dengan kekerasan rumah tangga . Akhirnya tak terelakan perceraian pun terjadi.  Dia meninggalkan Portugal pindah ke Edinburgh bersama dengan anak putrinya Jessica yang lahir di tahun 1993.  Dia tinggal dekat dengan adik yang terkecil.

Hidup bertubi-tubi penuh  dengan kepahitan, ditolak oleh College, dipenuhi derita karena penyakit ibunya yang sangat lama,  kekerasan dari suami bahkan kehilangan anak dengan keguguran, membuat dirinya tak punya pekerjaan dan uang. 

Di usia 29 tahun ,diitengah keterpurukan karena tidak ada pekerjaan maupun uang, dia harus hidup di suatu apartemen super mungil bersama putrinya.

Di usia 30 tahun, depresi pun terjadi pada dirinya. Dia tak mampu mengatasi kesulitan dan derita hidup yang terus menderanya tanpa hentinya.  Dia ingin bunuh diri dengan menelan pil --pil yang ditelannya. Namun, masih ada yang menyelamatkan dirinya.

Di usia 31 tahun dia menulis buku.  Buku yang ditulisnya itu dikirim kepada penerbit. Puluhan buku itu ditolak oleh penerbit.   Dia tak sanggup untuk menerima hal itu.

Di usia 35 tahun adalah tahun kebangkitan hidupnya , dia menjadi "Author of the Year" dimana dia menerbitkan buku pertamanya  dalam rangkaian  The Harry Potters. Ide penulisan ini datangnya saat dia dalam perjalanan dari Manchester ke London di tahun 1990.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2