Mohon tunggu...
Ashwin Pulungan
Ashwin Pulungan Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Semoga negara Indonesia tetap dalam format NKRI menjadi negara makmur, adil dan rakyatnya sejahtera selaras dengan misi dan visi UUD 1945. Pendidikan dasar sampai tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara menjadi tanggungan negara. Tidak ada dikhotomi antara anak miskin dan anak orang kaya semua warga negara Indonesia berkesempatan yang sama untuk berbakti kepada Bangsa dan Negara. Janganlah dijadikan alasan atas ketidakmampuan memberantas korupsi sektor pendidikan dikorbankan menjadi tak terjangkau oleh mayoritas rakyat, kedepan perlu se-banyak2nya tenaga ahli setingkat sarjana dan para sarjana ini bisa dan mampu mendapat peluang sebesarnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang produktif dan bisa eksport. Email : ashwinplgnbd@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Kota Medan Kemarin Banjir Besar

27 Agustus 2012   01:13 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:17 674
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Akibat hujan yang berkepanjangan serta drainase kota Medan yang tidak baik, pada hari Ahad kemarin 26/8/2012 Kota Medan banjir besar hampir rata disemua wilayah Kota Medan air banjir sampai lutut kaki orang dewasa. Bahkan banyak rumah yang terendam. Banjir kali ini adalah sangat parah, ukurannya adalah rumah yang selama ini tidak pernah kebanjiran, sekarang dimasuki air sampai keruang tamu. Hal ini membuat para keluarga rumah tangga di Medan tidak sempat menyelamatkan berbagai barang berharga, terutama karpet dan perabotan, hampir rata disemua wilayah kecamatan terkena air banjir.

Kami memperhatikan terutama diwilayah Kota-Maksum sekitarnya dan wilayah lainnya, banyak jalan yang tidak bisa lagi dilewati karena tingginya air banjir. Banyak air banjir dibeberapa lokasi menghitam dan sangat menyengat baunya dan ini menandakan sudah lamanya berbagai parit dan riol tidak dibersihkan dan dibenahi oleh Walikota Medan Rahudman Harahap MM dan Wakilnya H. Dzulmi Eldin MSi (apalagi kedua orang ini sudah berpendidikan tingkat Master).

[caption id="attachment_202455" align="aligncenter" width="548" caption="Gagah di awal tapi Loyo kemudian. (Sumber Tulisan dan Gambar : jakcity.com, medanmagazin.com, seruu.com)"][/caption]

Pada saat mereka kampanye dahulu serta disaat terpilih dalam Pemilukada 2010-2015, mereka berjanji "Akan Membangun Kota Medan Bersama Masyarakat" dengan mengacungkan kedua tangan mereka dengan gagahnya. Bagaikan inilah Rambo Medan yang akan memperbaiki citra Kota Medan. Apa selanjutnya ucapan mereka berdua ketika terpilih ? dan ini yang diucapkan Dzulmi Eldin pada 25 Juni 2010 malam dalam syukuran yang digelar Majlis Ta'lim Jabal Noor Medan di markasnya Jalan Ngalengko No 13 Medan. Ucapan itu adalah : "Kemenangan Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin MSi. pada Pemilukada Medan pada 19 Juni 2010 merupakan kemenangan bersama masyarakat Kota Medan dan umat Islam. Karena itu, apa yang kami berdua sampaikan saat kampanye bukanlah janji politik, tetapi akan direalisasikan dalam pembangunan di Medan". Dalam acara itu pula seorang ulama Kota Medan memperkuat janji Dzulmi Eldin "agar hendaknya Rahudman-Eldin agar benar-benar mengemban amanah yang dipercayakan masyarakat Medan melalui Pemilukada kepada mereka serta mengingatkan tentang janji-janji mereka agar dapat dilaksanakan".

Setelah mereka Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin Msi menjabat selama 2 tahun ini, apa yang dirasakan masyarakat kota Medan adalah tidak dijalankannya sebagian besar janji-janji yang selama kampanye serta disaat terpilih yang disampaikan dan diucapkan mereka berdua dengan gagahnya. Banyak masyarakat Medan mengeluh dan mengatakan bahwa Walikota dan Wakil Walikota kita telah ingkar janji terhadap masyarakat Medan.

Penulis memperhatikan, banyak beberapa tokoh terutama para tokoh agama Islam, ketika didepan umum mereka seolah memihak masyarakat Medan dalam menyambung penyampaian aspirasi masyarakat. Padahal mereka adalah bagian dari para pejabat tinggi di Medan serta berkesan sebagian besar para tokoh agama di Medan banyak yang berbudaya menjilat dan ABS kepada pimpinan tertinggi di Medan dan itu penulis perhatikan sudah lama dalam periode kepemimpinan di Medan hingga kini. Seharusnya para tokoh agama Islam ini adalah sebagai ujung tombak penyampai aspirasi dan perubahan yang membaikkan bagi masyarakat Medan.

Penyebab banjir yang penulis perhatikan adalah :

  1. Banyak parit/riol yang tidak sistem karena terlihat air kotornya tidak mengalir, lalu ditambah dengan masyarakat kota Medan yang sembarangan membuang sampah seenaknya. Gagalnya pendidikan kebersihan oleh Pemda Medan,
  2. Penulis sempat berkeliling memperhatikan parit-parit kota Medan sambil berjalan olah raga pagi, ternyata sangat banyak parit/riol yang berisi aneka sampah dan plastik serta saluran parit sangat berbau menyengat,
  3. Penulis perhatikan pada sekali dalam dua hari di beberapa wilayah kendaraan truk pengangkut sampah terlihat mengambil sampah dan yang terjadi adalah sampah setiap rumah tangga tidak akan diangkut oleh petugas apabila tidak ada Balen atau uang angkut untuk petugas sampah. Akibatnya, banyak sampah yang tidak terangkut semua sehingga berserakan ke dalam parit/riol,
  4. Tidak ada petugas khusus pembersih parit/riol dari Pemda. Biasanya yang membersihkan parit disekitar RT/RW adalah masyarakat setempat bergotong-royong atas inisiatif Kepling (Ketua RW), apabila Kepling pada wilayah RW lainnya tidak serempak menjalankan, maka terjadi penumpukan sampah pada saluran parit selanjutnya. Kita ketahui pada semua saluran parit/riol harus nyambung dan tersistem, agar air tidak tergenang dalam beberapa saluran,
  5. Tidak adanya petugas pengawas khusus saluran parit/riol dari Pemda Medan agar penyumbatan cepat terdeteksi dan segera diambil solusi penyumbatan saluran. Hal ini penting apabila terjadi hujan besar, air dalam saluran tidak tersumbat yang menyebabkan banjir,
  6. Dibeberapa lokasi dekat pasar, selalu sampah menumpuk tidak diangkut oleh para petugas sampah, bahkan pada lingkungan rumah penduduk, banyak juga sampah berserakan tidak diangkut petugas sampah Pemda,
  7. Seharusnya BAPPEDA Pemda Medan sudah mengusulkan kepada Walikota dalam era pemanasan global ini, sudah seharusnya parit/riol di seluruh Kota Medan di perdalam dan disemen permanen sehingga bisa mengantisipasi seringnya debit air yang sangat tinggi akhir-akhir ini. Diperdalampun kalau masih saja tersumbat sampah akan tidak ada artinya. Oleh karena itu perhatian yang serius dari Pemkot Medan terhadap drainase ini sangat diutamakan.

Memperhatikan perkembangan Kota Medan, terutama dalam hal sanitasi dan saluran antisipasi banjir (drainase), kota Medan belum ada perubahan yang mendasar dan tersistem untuk sebuah kota besar dalam menjaga citra kotanya. Penulis heran bagaimana para anggota DPRD-nya mereka kebanyakan berdiam diri sebagai wakil rakyat (menikmati keindahan jabatan). Lalu kemana para pengurus Partai Politik bersama para kadernya, tidakkah permasalahan kota Medan juga merupakan tanggung jawab para Patai Politik yang para kadernya sudah berada duduk di DPRD atas pilihan rakyat ? Apakah pengertian Partai Politik hanya untuk Pemilukada yang hanya sebagai Partai sekelas Panitia ? Lalu berbagai aspek tata kota serta tata drainase tidak merupakan bagian perhatian Partai Politik ?

Belum lagi kesemerawutan lalu-lintas kota Medan. Lampu setopan rata-rata masyarakat Kota Medan tidak mematuhinya ini adalah dampak dan akibat tidak tegasnya PEMDA dan POLANTAS kota Medan dalam menegakkan aturan lalu-lintas. Belum lagi permasalahan Sosial, ekonomi dan politik pada masyarakat kota Medan yang sebagian besar tak tertangani oleh manajemen Pemerintahan Kota Medan. Banjir yang selalu terjadi di Kota Medan dan kemarin termasuk banjir yang cukup besar, serta kesemerawutan dan kemacetan lalu-lintas jalan, membuktikan ketidak pantasan Pemkot Medan mendapatkan Adipura. Apalagi Medan mendapatkan kategori kota metropolitan tentu lebih tidak pantas lagi.

Bagaimana memanajemen permasalahan sosial, ekonomi dan politik dalam masyarakat bisa berjalan baik kalau untuk mengurus sistem parit/riol saja pimpinan daerah belum mampu. (Ashwin Pulungan)

Semerawutnya Pintu Gerbang Kota Medan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun