Riski Eko Yuliyanto
Riski Eko Yuliyanto OB

Menulis untuk dibaca oleh kalangan yang suka membaca. Kritik dan saran penting buat saya. Maka,sebisa mungkin pembaca memberi komentar di bawah tulisannya. Terima kasih sejagat raya...\r\n

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pengaruh Kaum Kartini untuk Anto

16 April 2018   21:11 Diperbarui: 16 April 2018   21:12 593 0 0
Pengaruh Kaum Kartini untuk Anto
dok. pribadi

Anto mulai merasa resah terhadap dirinya sendiri. Setelah mengamati apa yang tengah terjadi didunia ini. Seakan-akan dunia sedang berbalik arah. Tapi begitulah kenyataannya. Dia merasa tersinggung setelah mengamati bahwa dirinya sebagai kaum lelaki mulai tergeserkan oleh kaum perempuan. 

"Saya bingung apa yang tengah terjadi pada abad 21 ini." Keluhannya sambil  menjatuhkan pena yang selau ia bawa.

Dahulu...

Derajat kaum wanita berada di bawah kaum lelaki. Dulunya para wanita diperlakukan secara tidak setara sebagai manusia. Hak-hak dan kewajiban mereka dibatasi oleh kaum lelaki. Selain pengaruh penjajahan dari bangsa asing. Kaum wanita juga sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari bangsanya sendiri. Misalkan. Pion-pion atau alat pentingnya penjajah asing yang berasal dari pribumi yang takut akan kekuasaannya dan tunduk dan patuh demi keselamatan dan kesenangan pribadi.

Pagi-pagi Anto sudah berangkat bekerja dengan niat mendapat kehidupan yang lebih baik lagi. Keringat yang membanjiri kulitnya adalah bukti niat dan kerja keras nya sebagai bagian dari salah satu usaha untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik lagi. Setiap hari dia lakukan pekerjaannya tanpa banyak libur berkerja. Dia tahu target yang harus dikejar. Mengurangi kesenangan sesaat dan meninvestasikan waktu dan tenaganya untuk hal-hal yang bersifat jangka panjang. Meski pekerjaannya dibilang kecil dengan penghasilan per bulan yang tidak besar. Dia hanya mampu melakukan langkah kecil yang dia yakini berguna disuatu hari nanti. Meski demikian, semangatnya tak jauh beda dengan R.A. Kartini yang berjuang dan berhasil mengubah derajat kaum wanita setara dengan kaum lelaki.

Tiba-tiba Anto bersikap aneh. Tidak biasanya dia minder dan kehilangan kepercayaan diri. Semangat nya tiba-tiba kendur. Dan dia mulai sering salah tingkah. Hidupnya yang penuh hal-hal positif tiba-tiba datar-datar saja. Dan suka terlihat seperti sedang menghindari seseorang.

Oh ternyata...

Ada seseorang yang ia sukai. Dia sudah lama jatuh hati pada seorang perempuan pada semasa ia masih bersekolah di lingkuangan Pondok Pesantren. Perempuan itu tergolong orang yang pintar. Berdedikasi yang tinggi, berjiwa sosial, integritas yang tinggi, anggun dan cantik,berakhlak mulia dan taat beragama. 

"Ohh.... rasanya mustahil. Jangan terlalu berharab dan berkhayal lah. Dia terlalu sempurna untuk ku" gumamnya dihati dan mulai terbangun dari mimpi buruknya.

"Bagaimanapun caranya ! Saya tidak ingin berada dibelakang dia ! Saya harus berada didepannya dan memimpin didepan" sambil berdiri dia memantapkan diri dengan pernyataanya yang terlihat menggebu-gebu.

"Kalau perlu saya harus berusaha  memantaskan diri untuk dia. Dia memang sempurna. Tapi saya jangan sampai kalah !"terlihat yakin, tapi tak masalah selagi masih ada prinsip dan konsep hidup. Hehehe.

Kemudian Anto berkaca diri didepan cermin. Melihat fisiknya yang memiliki wajah pasaran. Dia sadar bahwa dia hanya orang kecil yang tidak bermateri besar. Tidak tergolong atau terlahir dari orang kaya. Dan dia cukup menyadari diri dia harus berusaha lebih dan lebih ! Jika dia memiliki keinginan besar dan cita-cita besar. Langkah-langkah kecilnya tidak dia anggab remeh. Meski pendidikannya rendah. Semangat juangnya tidak ingin dikalahkan oleh para pejuang kaum Kartini.

Langkah-langkah itu adalah upaya. Mengusahakan percaya pada dirinya sendiri. Karena tidak ada orang lain yang akan membuatnya berhasil kalau bukan dirinya sendiri. Dirinya sendirilah yang akan mengubah nasibnya, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kalau bukan orang itu sendirilah yang mengubahnya. 

Dimulai dari sebuah perpustakaan yang cukup terkenal dan banyak pengunjungnya. Dia mencoba menceburkan diri didalamnya. Banyak hal yang menabjubkan yang ia temukan. Bermacam karakter orang mulai dari PAUD sampai tingkat Mahasiswa. Beragam buku dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan yang ia butuhkan. Dan juga ia terkagum pada latar belakang pemilik perpustakaan yang berasal dari Amerika (Debra Lun &Michel Mrokwa). Dari sini dia bertemu dan mendapat teman-teman baru.

Yang membantunya serta mendorong semangat untuk terus belajar melalui dari buku yang ia baca. "Bacalah buku yang kau butuhkan dalam hidupmu". Kata ketua LSM perpustakaan Ghanesa Library.

Selanjutnya Anto juga mengikuti komunitas lainnya seperti komunitas bahasa inggris. Komunitas olah raga sperti Karatedo, Aikido, Airsoftgun, Parkour, dan mengikuti macam kegiatan seminar bersama teman teman yang ia dapat. Dari sinilah Anto mulai mendapatkan tujuan yang lebih jelas ketika mengikuti seminar tentang keuntungan berbisnis kuliner. Dia merasa perlu belajar tentang makanan, dunia masakan. Dan usahanya pun tak sia sia. Kerja kerasnya dan keinginannya untuk terus belajar menambah wawasan yang lebih luas. 

Beberapa tahun kemudian Anto sudah memiliki usaha sendiri. Dia membuka sebuah Restoran yang cukup terkenal di kotanya. The Secret Garden Resto. Sesuai namanya, selain terletak di lokasi yang strategis. Resto itu ada banyak furniture yang bersifat alami. Ada taman yang di desing indah untuk berselfie. Memiliki beberapa macam kebun buah. Dan ada zona wargame tempat untuk bermain Airsoftgun untuk komunitasnya sendiri. Hampir disetiap sudut resto bangunannya di design untuk berselfie oleh para pengunjung atau konsumen maupun komunitas.

Meski sudah sukses secara financial. Anto masih merasa ada yang kurang. Dia masih belum menemukan jodohnya,masih lajang. Kemudian dia memutuskan untuk mencari gadis yang ia sukai waktu di Pondok Pesantren. Karena sudah merasa pantas. Anto memberanikan diri untuk melamarnya.

"Destriani... Aku sudah lama sekali menahan perasaan ini. Maukah kamu menikah dan menjadi bagian dari keluarga ku ?" Dengan matang dia berucap penuh percaya diri. Gadis yang bernama Destriani itu tertawa dan juga sedih. Dengan perlahan Destriani memegang tangan Anto. Wajahnya mengisyaratkan untuk siap dan tegar apa yang akan ia sampaikan. "Maaf mas Anto.." dengan hati-hati Destriani mengatakan. "Saya sudah menikah dan menjalani hubungan ini dengan baik pada seseorang. Dia memang tidak tampan dan juga tidak kaya. Tapi saya sudah ikhlas apa yang sudah diputuskan oleh orang tua saya. Saya dijodohkan oleh orang tua saya agar saya terhindar dari fitnah. Alhamdulillah mas... meski hidup saya serba papasan. Tapi saya cukup bersyukur kog." Sambil memasang muka prihatin terhadap diri Anto, Destriani menguatkan. " Yang sabar mas... Nanti saya bisa carikan jodoh buat mas Anto."

Hati Anto seperti tersambar petir. Berita buruk bahwasanya gadis itu sudah menikah tidak ia ketahui selama Anto berjuang memperkuat ekonominya. Berjuang demi kesuksesannya. Berjuang untuk memantaskan dirinya supaya bisa bersanding dan melamar Destriani. Dan ternyata Anto terlambat untuk mendapatkan pujaan hatinya.

Tiba-tiba Anto terlihat sangat lelah dan lesuh. Tampak dari raut wajahnya dia hampir kehilangan semangat hidupnya.

"Mas..jangan sedih gitu napa mas ? Nanti bisa Destri bantu carikan jodoh buat mas" sembari mengangkat wajah cerianya Destriani berupaya memberi harapan pada si Anto.

"Aku punya teman mas. Dan dia masih single juga. Baik dan cantik loh..." wajah Destri yang ceria berhasil meneguhkan keyakinan dan semangat Anto untuk tetap semangat.

Anto hanya sanggup dan mengiyakan kehebatan Destriani dalam merayu dan meneguhkan jiwa nya. "Tak habis pikir... Bagaimana bisa saya di motivasi oleh seseorang yang seharusnya menjadi tujuan hidup saya" sambil melangkahkan kaki menuju rumah. Anto juga berupaya tegar dan ikhlas dengan apa yang tengah terjadi.

Keesokan harinya Anto dipertemukan oleh Destriani dengan temannya yang dia maksud itu. "Ini loh mas.... kenalkan teman saya khuna" sambil memperkenalkan dan menunjuk gadis yang dia bawa. 

"Selamat malam mas...Saya biasa di panggil mbk khusna. Dan saya juga sudah tahu sedikit tentang mas Anto dari Destriani." Sembari menebar senyum. Dimata Anto Khusna juga tak kalah cantik dari destriani. "Iya mbk Khusna. Salam kenal" dengan malu dan singkat Anto membalas perkenalan.

"Langsung ke intinya aja ya mas..." Khusna mendahului.

"Saya sudah tahu apa yang sedang mas Anto cari dan apa yang mas Anto butuhkan. Jadi saya pribadi ya mas, saya setuju dan menerima apa yang mbk Destriani tawarkan ke saya. Karena saya juga membutuhkan pendamping dalam hidup saya."

Anto merasa antusias dengan perbincangan ini dan serius mendengarkan perkenalan  Khusna.

"Saya kebetulan juga sudah memiliki usaha sendiri mas. Saya memiliki warung makan yang cukup ramai didaerah saya. Dari jerih payah saya sendiri selama menjomblo. Saya yakin akan mendapatkan jodoh yang baik. Dan saya berharap dari mas Anto untuk menjadi bagian dari keluarga saya." Cukup jelas terdengar dan tegas, tergambarlah karakter khusna melalui pernyataanya tersebut. 

Tak banyak bicara. Anto membalas singkat. "Kalau begitu mari kita rencanakan pernikahan kita. Kira-kira dalam jangka waktu satu bulan untuk persiapan segala sesuatu. Dan saya harap ini juga akan berjalan lancar dari kelurgamu" Sambil membuka wajah gembira nya yang tak sanggub lagi berkata. Bahwasannya diri Anto mendapat jodoh yang sudah mandiri dan memiliki usaha dari penghasilannya sendiri. Selain ramah dan cantik juga telah mandiri. Keduanya, Anto dan Khusna sudah merasa siap untuk menuju kehidupan barunya dengan menjadi satu dari kesatuan keluarga bagahagia.

Kehidupan memang banyak cerita. Lika-liku beserta hitam putihnya kehidupan. Dan juga jangan melupakan bahwa dunia ini berwarna warni. Banyak hal yang bisa kita jadikan pengalaman dan ilmu berharga. Dengan bersabar disertai keyakinan yang kuat. Usaha dan ikhtiar kita tidak akan berbuah sia-sia. Setiap usaha kecil kita akan tetap bernilai. Dan tetap jangan lupa berdoa pada Yang Maha Kuasa.

Begitu pula Anto yang dulunya merasa tersingkirkan oleh perjuangan kaum kartini. Dengan keyakinan dan usahanya yang tekun. Kini Anto sudah mapan dalam hidupnya dan tidak merasa khawatir terbelakangi oleh kaum Kartini.

Kehidupan tetap harus dijalani dengan usaha yang maksimal. Belajar dan berjuang hingga tetes darah terakhir. Yang tiada hentinya dalam menjalani kehidupan. Kita akan terus disuguhkan berbagai macam masalah kehidupan. Dari masalah itulah kita akan belajar dan menjadi lebih baik lagi dari kehidupan sebelumnya. Dari kisah ini semoga kehidupan barunya Anto dan Khusna menjadi keluarga yang kuat dan berbahagia.