Mohon tunggu...
Hanif Sofyan
Hanif Sofyan Mohon Tunggu... Full Time Blogger - pegiat literasi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Buku De Atjehers series

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Sejuta Saudagar dan Ekonomi Bangkit

27 Januari 2021   23:34 Diperbarui: 28 Januari 2021   20:49 591
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi tetap berdagang di masa pandemi covid-19. (sumber: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT via kompas.com)

Antisipasi harus dilakukan, terutama tidak saja dengan proteksi pemerintah dalam mengawal pergerakan ekonomi, namun juga stimulan pemerintah dalam menumbuhkan dan menjaga sentra produksi tradisional dari serangan masif produksi pesaing. 

Kekuatiran tidak saja karena pertimbangan hidup mati perusahaan tradisional, namun juga nilai-nilai tradisi yang harus tetap terjaga agar produk tradisi kita tidak disabotase negara lain dan hak kepemilikan paten diakui oleh pihak lain karena makin hilang di pasaran.

Pertarungan Global

Kebutuhan kita akan enterpreneur merupakan kebutuhan mutlak dan harus. Banyak sisi keuntungan akan kita raih dengan pertumbuhan enterpreneur yang melimpah. 

Ketersediaan lapangan kerja, peningkatan tenaga terampil dan terdidik, perubahan mindset, terutama kemandirian dalam penyediaan lapangan kerja.

Dalam pertemuan Internasional Hari Koperasi 2012 silam, hadir pembicara yang juga seorang dosen disebuah perguruan tinggi di Malaysia. Kehadirannya untuk menularkan virus enterpreneurship dengan mengajarkan kepekaan intuitif para calon pengusaha muda kita dalam memahami dunia pasar secara lebih serius.

Menurut sang pakar, banyak hal menarik di Indonesia, khususnya Aceh  yang menarik minat pengusaha di lintas negara, hanya saja faktor packaging, labeling dan marketing menjadi faktor kunci mengapa produk kita tak mampu menembus pasar luar dan berkompetisi secara sehat. 

Karena, meskipun secara kualitas produk mereka mengakui keunggulan produk tradisional kita, namun mereka unggul dalam penguasaan tiga komponen penting tersebut, sementara kita justru selalu tersandung hal-hal tehnis dan hak kepemilikan, hak cipta.

Model kekuatan seperti itu yang seharusnya mendorong para enterpreneur kita untuk melesat. Konon lagi dalam perkembangan terakhir, kita unggul dalam komoditi kopi luwak yang harganya sangat kompetitif, sehingga produk Indonesia menjadi rebutan pangsa pasar komoditas kopi dunia dengan harga yang fantastis. 

Intinya masih banyak peluang terbuka, disamping kekurangpekaan kita dalam packaging, labeling dan marketing, masih sangat minim keikutsertaan kita menjangkau pasar secara langsung. 

Mengikuti event pameran, Expo yang digelar secara kontinyu di berbagai negara dengan jadwal event yang sudah tertentu karena menjadi bagian paket destinasi wisata.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun