Mohon tunggu...
Wuri Handoko
Wuri Handoko Mohon Tunggu... Administrasi - Peneliti dan Penikmat Kopi

Arkeolog, Peneliti, Belajar Menulis Fiksi

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Menemukan Surga di Pantai Tulap, Minahasa

9 Agustus 2020   20:02 Diperbarui: 9 Agustus 2021   07:30 1333
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri
Dokpri
Namun, saat hari-hari suntuk dan di pagi menjelang siang yang terik, pikiran saya mulai liar mencari penawar untuk melepas penat dan kesuntukkan. 

Sayapun menelpon teman saya, dan meminta kepadanya untuk mencari informasi soal Pantai Tulap, yang juga saya dengar dari seorang teman. 

Rupanya, teman sayapun baru mendengar tempat itu, bahkan tampak bingung karena sebelumnya tidak pernah mendengar pantai itu.

Setelah beberapa saat menelpon seseorang, akhirnya diapun mengatakan, bahwa Pantai Tulap ada di wilayah Minahasa. Tapi lokasi itu belum dikelola sebagai tempat atau destinasi wisata. 

Melainkan awalnya hanya tempat santai dan berkumpul keluarga pemilik lahan. Namun belakangan ini tampaknya sudah mulai dikenal lebih luas.

Dokpri/Gres Rantung
Dokpri/Gres Rantung
Akhirnya, pagi menjelang siang itu saya dan beberapa orang teman meluncur ke Pantai Tulap, di Minahasa, melalui jalur baru yang saya juga belum tahu sebelumnya. 

Memasuki wilayah Minahasa Utara, lalu mengambil arah ke wilayah Minahasa dan masuk lagi ke wilayah Minahasa Utara tepatnya di wilayah Kema. 

Kami agak bingung dibuatnya. Panduan google map, membuat kami agak berputar-putar, yang akhirnya kami sampai di jalur atau di jalan aspal, di tepi pantai, di wilayah pesisir timur Sulawesi Utara.

Jalan itu, katanya jalur aspal rintisan baru yang belum lama di bangun. Tampak beberapa aspalnya masih dalam pengerjaan. 

Jalanan tidak terlalu lebar, dan teman kami mengendarai kendaraan cukup hati-hati. Selain jalanan yang naik turun, dan meliuk-liuk, juga perlu adaptasi karena baru kami lalui untuk pertama kalinya.

Sepanjang jalan itu, ternyata kami menyusuri pantai. Hampir semua pantai yang kami lalui, menampakkan wajah yang cantik menawan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun