Mohon tunggu...
Wisnu  AJ
Wisnu AJ Mohon Tunggu... Wiraswasta - Hidup tak selamanya berjalan mulus,tapi ada kalanya penuh dengan krikil keliril tajam

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti Air dilautan, yang penuh dengan riak dan gelombang.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gara-gara Mem-posting ISIS di Akun FB Siswa MAN Dikeluarkan dari Sekolah

21 Februari 2016   15:56 Diperbarui: 21 Februari 2016   17:14 269
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="ISIS/Sumber fhoto ABC.News"][/caption]Kebijakan yang ditempuh Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Stabat Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Syaiful Syah, memberhentikan seorang siswanya berinitial MFS, karena kedapatan memfosting rasa simpati terhadap perjuangan ISIS diakun Facebook (FB) miliknya. Pemberhentian siswa ini sungguh sangat disesalkan.

Pemberhentian siswa MAN itu, disertai dengan surat yang ditanda tangani olek Kepala MAN, dan disampaikan kepada orang tua MFS. Isi surat tersebut menerangkan bahwa, MFS terbukti melakukan pelanggaran dengan menganut atau menyebarkan faham yang dilarang oleh pemerintah, maupun agama Islam. MFS kedapatan memfosting kegiatan kegiatan perjuangan ISIS, dan menggunakan kalimat kalimat simpatik terhadap ISIS kepada sejumlah teman temannya. Bahkan MFS juga mengajak teman temannya untuk masuk ISIS dengan imbalan Rp 35 juta.

Alasan inilah MFS pelajar Kelas I MAN Stabat itu dikeluarkan oleh pihak MAN Stabat dari sekolah dan dikembalikan kepada orang tuanya. Sementara MFS ketika ditanya, mengatakan bahwa dirinya sangat menyesal melakukan hal itu. Dia sendiri tidak menyangka akibat perbuatannya itu, ia harus menerima sanksi dikeluarkan dari sekolah, padahal, dirinya kata MFS masih ingin untuk bersekolah.

Dan yang tragisnya lagi dari pengakuan MFS, bahwa dirinya tidak mengerti tentang ISIS. Apa yang dilakukannya diakun FB nya, karena terinspirasi dari pemberitaan pemberitaan yang ditayangkan oleh Televisi. Termasuk uang Rp 35 juta untuk masuk ISIS, itu hanyalah sebuah cabdaan.

Tulisan ini tidaklah untuk membela apa yang dilakukan oleh MFS. Jika memang usia MFS sudah cukup dewasa. Akan tetapi pada saat ini usia MFS masih sangat muda belia, sekitar 16 tahun, dan baru duduk di Kelas I MAN. Artinya MFS masih berada dibawah umur, dan perlu untuk mendapat bimbingan.

Atas pengakuan MFS tentang ISIS itu kita berkeyakinan, jika MFS memang tidak mengerti sama sekali tentang ISIS, apa lagi tujuan dari perjuangan ISIS itu. Jadi apa yang dikatakan oleh MFS itu ada benarnya. Lantas kenapa begitu gegabahnya pihak MAN Stabat mengeluarkan MFS dari sekolah. Pada hal mengeluarkan MFS dari sekolah, akan berdampak pada psikologinya sebagai remaja, yang masih memiliki kelabilan jiwa.L

lebih bahayanya lagi dengan jiwa yang labil, MFS akan mudah disusupi oleh ajaran ajaran yang radikal. Dengan dikeluarkannya MFS dari sekolah, akan membuat MFS merasa di kucilkan. MFS bisa saja berpikiran singkat dan sempit, lantas menaruh dendam kepada pihak pihak yang mengeluarkannya dari sekolah. Dan memasuki kelompok kelompok yang menganut paham radikalisme. Bukankah ini akan menambah panjangnya daftar terorisme di tanah air?.

Seharusnya Kepala MAN Stabat tidak perlu untuk mengeluarkan MFS dari sekolah. Bukankah tugas seorang guru untuk mendidik para siswanya kepada hal yang lebih baik. Andai katapun bahwa MFS benar telah kedapatan memfosting kalimat kalimat simpatik terhadap perjuangan ISIS diakun FB nya, jalan keluarnya bukanlah mengeluarkan MFS dari sekolah, tapi melainkan MFS perlu untuk dibina, diberi pelajaran tentang apa ISIS itu sebenarnya, dan apa tujuan perjuangan mereka, agar MFS dapat mengerti tentang ISIS, dan bahayanya memasuki ISIS.

Pendapat yang dilontarkan oleh Kapolres Langkat, memang perlu untuk dicermati. Kapolres tidak sependapat dengan dikeluarkannya MFS dari sekolah, karena menurut Sang Kapolres dikeluarkannya MFS dari sekolah, menyangkut erat dengan masa depan sianak, karena MFS masih remaja dan memiliki masa depan. MFS perlu pembinaan bukan malah dikeluarkan dari sekolah.

Apa yang dikatakan oleh kapolres Kabupaten Langkat itu, perlu untuk disikapi oleh pihak MAN dan Lembaga Kementerian Agama Kabupaten Langkat yang membawahi bidang pendidikan di sekolah MAN. Pihak Kementerian Agama Kabupaten Langkat seharusnya memanggil MFS dan orang tuanya. Untuk melakukan pembinaan terhadap MFS. Agar MFS jangan sampai terperosok lebih jauh untuk bersimpatik kepada ISIS.

Tapi yang terjadi kelihatannya tidak seperti itu. Malah Kementerian Agama Kabupaten Langkat sepertinya menganggap persoalan ini hanyalah persoalan MFS dan orang tuanya. Bagi Kementerian Kabupaten Langkat  kelihatannya hal ini tidak menjadi persoalan bagi mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun