Mohon tunggu...
Wisnu  AJ
Wisnu AJ Mohon Tunggu... Hidup tak selamanya berjalan mulus,tapi ada kalanya penuh dengan krikil keliril tajam

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti Air dilautan, yang penuh dengan riak dan gelombang.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Mau Pencitraan atau Pembenahan yang Pasti Prekonomian Rakyat Kecil Lemah

15 Oktober 2017   22:10 Diperbarui: 15 Oktober 2017   22:22 0 1 1 Mohon Tunggu...
Mau Pencitraan atau Pembenahan yang Pasti Prekonomian Rakyat Kecil Lemah
Fhoto/AntaraNews

Survei Indikator Politik Indonesia mengatakan bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) -- Jusup Kalla (JK) masih mendapatkan rapor merah, misalnya dalam hal memenuhi kebutuhan pokok dan mencari kerja.

                Akan tetapi hal itu dibantah oleh Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago seperti yang diberitakan oleh Kompas.com.  menurut Irma Priode Jokowi adalah priode Pembenahan, bukan  untuk mencari pencitraan. Adanya penilaian survai yang mengatakan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok, Irma mempertanyakan bahan pokok mana yang sulit untuk didapat.

                Bantahan yang disampaikan oleh Irma dalam menanggapi hasil survai yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, bahwa masyarakat kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok memang benar. Masyarakat dimanapun dinusantara ini dalam priode pemerintahan Jokowi --JK tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok.

                Sembilan bahan pokok yang diperlukan oleh masyarakat sehari hari melimpah ruah dipasaran, baik itu dipasar pasar tradisional dipedesaan maupun di mini mini market sampai kepada Mall dikota kota besar, penyajian Sembilan bahan pokok itu masih mudah untuk didapatkan. Asalkan ada uang dikantong untuk membelinya.

                Persoalannya tentu bukan masalah kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok, tapi adalah kesulitan terhadap prekonomian yang dialami oleh masyarakat menengah kebawah. Pada saat ini yang sedang dihadapi oleh masyarakat adalah, lemahnya daya beli masyarakat pada tingkatan prekonomian menengah kebawah. Hal itu disebabkan karena prekonomian masyarakat menengah kebawah seperti dikota kota kecil sangat rendah. Hal itu karena disebabkan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan lapangan kerja.

                Untuk mengetahui tingginya tingkat pengaguran disalah satu kota, adalah pada siang hari, apa bila disiang hari masyarakat banyak yang duduk duduk di warung kopi, menandakan bahwa dikota tersebut tingkat penganggurannya sudah diatas ambang batas.

                Umum nya tingginya tingkat pengangguran itu, bukan disebabkan oleh karena factor Sumber Daya Manusia (SDM)nya, tapi melainkan sempitnya lapangan kerja yang dapat untuk menampung mereka, sehingga akibatnya banyak masyarakat yang menjadi pengangguran. Karena tidak bekerja maka tidak akan menghasilkan uang.

                Imbas dari sulitnya untuk mendapatkan lapangan kerja itu tentu bermuara kepada daya beli masyarakat. Dan akibatnya pasar pasar yang menjual kebutuhan Sembilan bahan pokok menjadi sepi karena tidak mendapat kunjungan dari masyarakat, sebab tidak ada uang yang akan mereka belikan kepasar pasar penjual Sembilan bahan pokok tersebut.

                Rentetan dari sulitnya untuk mendapatkan lapangan kerja itu juga berimbas kepada pedagang pedagang kecil yang menggelar dagangannya diemperan kaki kaki lima toko, para penarik beca, angkutan kota, tempat tempat hiburan dan lain sebagainya. Semua ini menerima dampak dari rendahnya daya beli masyarakat.

                Ketika Padli Zhon Politisi  Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI mengatakan " Jokowi jangan hanya tanya tanya soal ikan, tapi coba tanya tentang ekonomi mereka, pasti masyarakat akan mengatakan ekonomi mereka sedang dalam keadaan sulit " apa yang dikatakan oleh Fadli Zhon itu memang benar, saat ini masyarakat yang ekonominya menengah kebawah sedang mengalami masa masa  ekonomi yang sulit.

                Kita sering melihat ditayangan TV ketika Jokowi melakukan blusukan kedaerah daerah, kepasar pasar tradisional, apakah Jokowi tidak pernah menayakan daya beli masyarakat kepada para pedagang yang ditemuinya, atau TV yang menyensor jika ada jawaban para pedagang maupun  masyarakat yang kurang berkenan dengan keiinginan Istana, makanya kita tidak pernah mendengar adanya keluhan para pedagang dan masyarakat yang kita dengar berkaitan dengan ekonomi mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN