Mohon tunggu...
Raden Muhammad Wisnu Permana
Raden Muhammad Wisnu Permana Mohon Tunggu... Akun resmi Raden Muhammad Wisnu Permana

Akun resmi Raden Muhammad Wisnu Permana

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Suka Duka Work from Home

9 Juni 2021   19:12 Diperbarui: 9 Juni 2021   19:21 97 3 1 Mohon Tunggu...

Tahun tahun lalu, ratusan kantor dalam berbagai sektor pekerjaan ramai-ramai menerapkan sistem work from home untuk meminimalisir penularan virus corona, terutama mereka-mereka yang kerjanya bisa diselesaikan dari rumah seperti staf back office. Di awal pandemi, saya pun sempat merasakan sistem work from home selama tiga bulan, dan pada tulisan ini, saya akan mengungkapkan kelebihan dari sistem work from home yang saya alami sendiri.

Bisa Bangun Lebih Siang

Meskipun sistemnya work from home, jam bekerja masih tetap berlaku. Di kantor saya sebelumnya, jam kerja saya adalah dari Senin sampai Jumat pukul 07.30 sampai pukul 16.30 yang mengharuskan saya bangun pukul 05.30, mandi dan berangkat ke kantor. Saat work from home saya bisa bangun pukul 06.30 dan baru mulai menyalakan laptop pukul 07.30 saja. Saya tidak harus mandi pagi-pagi, sarapan, dan bermacet-macetan untuk pergi ke kantor. Saya bisa mandi pada pukul 09.00 saat sudah memulai pekerjaan saya di pagi hari. Saya hanya perlu standby depan laptop pukul 07.30 sampai pukul 16.30 saja. Bahkan saat masih ngantor, pukul 16.00 semua pekerjaan sudah selesai, apalagi kalau di rumah.

Bisa Sambil Rebahan dan Nonton Film

Seringkali jika pekerjaan sudah selesai, saya hanya bengung saja depan laptop, berusaha scroll-scroll file Microsoft Word dan  Microsoft Excel, serta setiap lima menit sekali cek email. Saat work from home, saya bisa rebahan selama 15 menit jika belum ada instruksi dari atasan maupun pekerjaan dari rekan kerja saya yang lainnya. Mau sambil nonton film, TV series, atau anime di siang hari juga bisa saja, selama pekerjaan sudah diselesaikan sebelum nonton anime tersebut, atau diselesaikan setelah nonton anime tersebut. Bahkan saya bisa sambil main game juga untuk 1-2 jam asal pekerjaan sudah benar-benar kan gak ada yang mengawasi sama sekali.

Bisa Sambil Melakukan Pekerjaan Lainnya

Seringkali sebelum adanya sistem work from home, saya harus izin ke atasan saya selama 2-3  jam pada hari dan jam kerja untuk pergi ke kantor pemerintahan seperti mengurus akta kematian ayah saya yang telah wafat, antri perpanjang SIM, antri perpanjang surat kendaraan bermotor 5 tahunan di Samsat, atau antri BPJS di rumah sakit terdekat. Bahkan ada rekan kerja saya yang bela-belain ambil cuti cuma buat antri perpanjang SIM atau antri di Samsat karena seringkali antrinya bisa dari pagi sampai siang. Saat work from home, saya bisa izin pada atasan untuk urusan tersebut asalkan pulang dari sana pekerjaan saya langsung saya selesaikan. Saya juga bekerja bisa sambil mencuci pakaian dengan mesin cuci. Waktu kerja kantoran mah mana sempat antri-antri kayak gitu.

Bisa Menyempatkan Waktu buat Olahraga

Sebelum work from home, saya memang rutin menyempatkan waktu untuk olahraga sepulang kantor, seperti pergi ke gym pada pukul setengah lima sore dan berolahraga sampai selepas adzan maghrib pukul enam sore. Di jam pulang kantor seperti itu, gym biasanya penuh banget dan saya tidak bisa latihan dengan intensitas tinggi karena capek setelah seharian kerja di kantor. Saat work from home, saya bisa pergi ke gym pukul empat sore setelah semua pekerjaan selesai jadi gym tidak terlalu penuh, dan energi saya masih lebih fresh dibandingkan saat kerja kantoran. Atau saya juga bisa lari di pagi hari pada pukul 06.30 selesai lari pukul 07.15, mandi, dan langsung standby depan laptop sampai jam kerja selesai.

Tapi tidak semuanya hura-hura sih, work from home juga ada banyak tantangannya tersendiri yang saya rasakan selama tiga bulan saya lakukan.

Paket Internet Lebih Boros

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN