Mohon tunggu...
winda prastikajohan
winda prastikajohan Mohon Tunggu... im a public relations student of president university

Hola its me!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Dinamika Kerja Public Relations

26 Juni 2019   21:40 Diperbarui: 26 Juni 2019   21:52 50 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dinamika Kerja Public Relations
Seminar PERHUMAS Bersama President University 

Setiap individu wajib memiliki dan memperoleh pendidikan setinggi mungkin apapun minat dan hobi mereka. Pendidikan merupakan sebuah keharusan, salah satu hak asasi manusia yang paling mendasar. Oleh karena itu, tidak ada yang bisa membatasi atau bahkan melarang seseorang dalam memperoleh pendidikannya. Pada dasarnya, pendidikan memberi banyak pilihan dan memastikan kebebasan untuk memutuskan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya. Dengan demikian, mereka mempunyai kebebasan absolut untuk memilih jurusan apapun di dalam bidang akademiknya.

Namun, apabila ada banyak perbedaan opini berkaitan dengan jurusan tersebut, apakah itu akan berpengaruh terhadap pandangan dan keputusan mereka? Selama ini, Ilmu Komunikasi dianggap sebagai jurusan yang mudah dan berisikan para pemalas. Faktanya, Ilmu Komunikasi khususnya Public Relations tidaklah sesederhana yang orang-orang pikirkan.

Alan Harrington pernah berkata, "Public Relations Specialists make flower arrangements of the facts, placing them so that the wilted and less attractive petals are hidden by the sturdy blooms." Ini menunjukkan bahwa upaya terbaik harus dipertanggungjawabkan untuk membuat perubahan signifikan pada bagaimana masyarakat memahami organisasi. Statement tersebut kemudian dijelaskan lebih lanjut secara implisit oleh PERHUMAS (Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia) yang bekerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi President University, untuk menyelenggarakan seminar pada hari Selasa, 25 Juni 2019 di President University. Dengan bertemakan "Peran PR & Media Bertahan di Revolusi Industri 4.0", dua praktisi PR yang berasal dari bidang berbeda; migas dan media mengilustrasikan mekanisme nyata pekerjaan seorang profesional.

Moch. N. Kurniawan, Anggota Bidang Pelatihan dan keanggotaan BPP PERHUMAS serta Senior Specialist Media Relations di INPEX MASELA, Ltd, menjadi salah satu pembicara yang membagikan pengetahuan serta pengalamannya bekerja di bidang Humas. Sebagai perusahaan migas yang terletak di perbatasan Indonesia dan Australia, bukanlah pekerjaan yang mudah untuk berkomunikasi dan bekerjasama dengan penduduk setempat.
Beliau menguraikan bahwa menjadi PR yang profesional membutuhkan kapabilitas dalam beradaptasi  dimanapun dan kapanpun berada. Termasuk juga beradaptasi dengan bahasa dan budaya penduduk setempat serta stakeholders besar yang terkadang sangat sensitif. Sekalinya gagal beradaptasi, selalu akan ada konsekuensi yang menanti.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Ibu Henny Puspitasari, Wakil Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga dan PR Publicity Manager MetroTV, yang menjelaskan lebih mendalam tentang bagaimana seorang PR harus mempresentasikan diri mereka sendiri. Penjelasan ini mencakup cara berpakaian, berbicara, dan yang terpenting adalah cara berperilaku. Beliau mengungkapkan bahwa menjadi seorang PR tidak hanya menjaga reputasi perusahaan, namun juga menjadi role model bagi seluruh pekerja di perusahaan tersebut.

Terlepas dari semua job descriptions PR secara umum, Revolusi Industri 4.0 mau tidak mau menambahkan tugas baru untuk diselesaikan yaitu berurusan dengan media sosial. Pekerjaan ini meliputi membangun, memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan media sosial di berbagai platform, tergantung pada tren saat ini. Tentunya, semua pekerja di perusahaan tersebut juga harus lebih memperhatikan media sosial mereka sendiri.

Ternyata menjadi praktisi PR memerlukan individu yang kuat yang siap bekerja tanpa henti karena seorang PR tidak memiliki jam kerja yang pasti. Dengan ini, sudah terbukti bahwa rumor tidak dapat dipercaya.

Penulis: Winda Prastika Johan

Editor: Amelia Nur Fauziah

VIDEO PILIHAN