Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Virus Corona Akhirnya Sampai Juga ke Tubuhku

2 Desember 2020   20:26 Diperbarui: 5 Desember 2020   23:47 496 12 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Virus Corona Akhirnya Sampai Juga ke Tubuhku
Omjay sedang isolasi Mandiri di Rumah | dokpri

Virus corona akhirnya sampai juga ke dalam tubuh tambun ini. Entah darimana datangnya dan kena dimana saya tidak tahu pasti. Hal yang saya tahu kalau dinyatakan positif covid-19 setelah memberanikan diri ikut tes swab di Puskesmas Jatibening, Bekasi pada tanggal 13 November 2020. 

Kabar Virus Corona telah masuk ke Indonesia, pertama kali dikabarkan oleh presiden Jokowi pada Bulan Maret 2020, dan pasien pertama dimulai dari Depok. Berita itulah yang saya ingat sampai sekarang. 


Setelah itu virus ini menyebar dengan cepat ke seluruh Indonesia tanpa bisa kita hindari. Perlu kerjasama dari kita semua agar virus ini dapat kita taklukan sehingga tak menular ke banyak orang. Saya hanya berharap banyak orang yang pro aktif memeriksakan diri untuk ikut Rapid test dan tes swab agar ketahuan kalau dirinya sudah terinfeksi virus Covid-19 ini. Sehingga tidak menularkannya kepada orang lain.

Seorang kawan di WA Group memberi kabar kalau positif Covid-19 bersama suaminya dan dirawat di rumah sakit atlit Kemayoran Jakarta Pusat. Kalau melihat penampilan mereka, tak ada yang terlihat sakit dan terpapar virus corona yang semakin merajalela. Berikut ini cerita ibu Dokter Vinci yang saya dapatkan di WA Group...

Perkenalkan saya dokter Vinci Sp.P ingin melaporkan pengalaman dan penemuan saya selama menangani pasien COVID-19.
Memang saya tidak banyak menangani pasien COVID-19, baik secara langsung sebagai anggota Tim Paru dan Tim COVID-19, atau secara tidak langsung karena saudara atau teman. Mungkin hanya sekitar 30-50 pasien.

Salah satu yang masih menjadi pertanyaan yaitu: kenapa ada pasien yang tidak ada gejala, gejala ringan, atau bahkan gejala berat.

Seperti Jurnal yang saya bagikan di atas, sudah ratusan penelitian yang membuktikan bahwa tidur dapat berpengaruh pada sistem imun. Namun belum banyak penelitian yang mengkaitkan langsung antara tidur dan penyakit infeksi.

Pertama kali saya melihat keterkaitan langsung antara tidur dan infeksi, yaitu saat mencari penyebab kenapa TB paru banyak di usia muda. Ternyata sebagian besar memang berkaitan dengan kurang tidur (Namun perlu dibuktikan dengan penelitian).

Dan saat menangani pasien2 COVID-19, sekali lagi saya menemukan keterkaitannya antara tidur dan COVID-19. Namun saat ini saya melihat ada keterkaitan yang sangat erat.

Untuk data pastinya mohon maaf saya tidak mencatat, dan hanya berdasarkan ingatan saja.

Ternyata 95% pasien COVID-19 yang bergejala, diawali dengan Kurang Tidur SEBELUM Sakit
Baik usia tua dan muda, dengan atau tanpa komorbid.

Hanya 5% pasien COVID-19 yang tidurnya baik. Namun dari 5% itu, ternyata 4% memiliki masalah dengan Gizi (tidak bisa makan) SEBELUM Sakit.

Hanya 1 pasien yang bergejala, murni karena DM yang tidak terkontrol.

Selain itu saya juga melihat bahwa: Semakin kurang tidurnya, semakin berat gejalanya
Pasien2 yang tidurnya sangat kurang, memiliki gejala yang berat. Meskipun pasien usia muda tanpa komorbid.

Ada banyak penyebab kenapa mereka kurang tidur.
Ada yang memang insomnia.
Ada yang tidak tidur karena mancing di laut 3 hari.
Ada yang ikut seminar 3 hari (sebelum PSBB) hanya tidur 3 jam/hari.
Ada yang kurang tidur karena masak berhari2 untuk acara keluarga.
Dan tentu saja ada yang kurang tidur karena mengurus keluarganya yang sakit/meninggal karena COVID-19.
Dan beragam penyebab lainnya.

Menariknya, justru pada sebagian besar pasien2 yang dengan komorbid (DM, Obesitas, Geriatri,  gagal ginjal, atau gangguan jantung) hanya bergejala ringan, tidak ada yang memberat, dan 100% pasien sembuh bila tidur dan gizinya baik.
Semua keluarga pasien (kontak erat) yang tidur dan gizinya baik, tidak ada yang sakit, tidak bergejala, meskipun ada yang menjadi positif.

Ada juga beberapa pasien COVID-19 (Diawali karena kurang tidur), yang sudah membaik gejalanya sebelum diberi obat, karena sudah memperbaiki tidur dan gizinya saat sakit, sebelum periksa ke RS.

Sampai saat ini, semua pasien dengan gejala ringan-sedang yang diperbaiki tidur dan gizinya, tidak ada yang memberat dan semuanya sembuh. Meskipun ada yang lama untuk mencapai PCR negatif.

Hanya pada pasien2 yang masuk dengan kondisi berat atau langsung diinkubasi di ICU, yang saat ini sangat sulit untuk bisa selamat.

Sayangnya temuan dan laporan saya ini tidak memiliki kekuatan ilmiah.
Saya tidak punya kredibilitas sebagai peneliti dan saya tidak punya akses untuk mendapatkan banyak sampel penelitian.
Akhirnya saya hanya bisa membuat Hipotesis yaitu:

1. Sleep Depriviation is the major cause for COVID-19 Disease

2. There is a Very Strong Correlation between Sleep Depriviation and Severity of COVID-19

3. Good Sleep and Good Nutrition are the most important factor in COVID-19 treatment


Seandainya ada yang berminat untuk membuktikan hipotesis itu, dan bila ternyata terbukti benar, mungkin bisa memberikan pengaruh besar pada seluruh umat manusia. Mungkin bisa menyelamatkan ribuan/jutaan nyawa (terutama tenaga medis). Mungkin akan tercatat dalam sejarah. Dan InsyaAllah akan mendapat pahala yang sangat besar.

Kalau terbukti benar bahwa kurang tidur yang menjadi pemicu awal COVID-19, maka bisa dibuat Hipotesis baru bahwa:
 
COVID-19 is a Preventable Disease

Sementara belum terbukti, tetap saya memberikan 3 rekomendasi utama untuk mencegah sakit COVID-19 (menurut pendapat saya pribadi) yaitu:

"Jangan kurang tidur dan jangan kurang makan"
"Serta mengontrol penyakit pada pasien DM, Ginjal dan Jantung"

Terutama pada kelompok rentan terinfeksi yaitu tenaga medis yang sering sekali mengorbankan tidur demi pasien.

Karena tidur dan makan baik itu lebih mudah dilakukan, daripada rekomendasi untuk berjemur, olahraga, atau minum suplemen atau jamu. Setidaknya sampai sudah tersedia Vaksinnya.

Semoga laporan saya ini bisa memberikan manfaat bagi rekan2 semua. Mohon maaf bila ada tulisan saya yang kurang berkenan. Semoga kita semua bisa tetap sehat. Aamiin.

Kenapa Virus Corona cepat menyebar?
Kenapa Virus Corona cepat menyebar?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x