Mohon tunggu...
Widya Apsari
Widya Apsari Mohon Tunggu... Dokter - Dokter gigi, pecinta seni, pemerhati netizen

menulis hanya jika mood

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Refleksi 13 Tahun Saya Sebagai Dokter Gigi (Part 3b-tamat)

15 Oktober 2022   08:34 Diperbarui: 15 Maret 2024   06:34 542
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kejadian ketiga, kita mundur beberapa hari sebelum kejadian no 2, saya baru tahu bahwa saya hamil, hari kamis subuh saya mendapati hasil tespek menunjukan strip 2, saya dan suami berencana mau ke dokter kandungan di hari sabtu depan..

Belum sempat saya ke dokter kandungan, di hari selasa siang, saya merasakan ada cairan yang keluar di sela paha saya sesaat setelah saya selesai mengerjakan pasien poli yaitu pasien anak pada kejadian no 2. 

Sungguh saya tidak tahu cairan apa yang keluar ini, sampai saatnya saya berganti pakaian, ternyata cairan yang keluar ini adalah darah. 

Jam 19 saya berangkat ke dokter kandungan, setelah saya mencoba meredakan tangis saya akibat meninggalnya pasien saya ini.

Dengan menahan sedih karena kematian pasien, saya mendapati bahwa kehamilan saya ini adalah hamil kosong atau blind ovum, dengan usia kehamilan 8 minggu, dokter kandungan menyarankan saya untuk melakukan kuret. 

Mungkin susah untuk saya ceritakan perasaan saya pada hari itu, saya menangis untuk semuanya.. dunia terasa runtuh.. saya merasa di hari itu lemari saya jebol, sudah tidak mampu lagi menampung semua baju di dalam lemari.

Saya memutuskan untuk mengambil cuti 3 hari diluar sabtu dan minggu, jadi total 5 hari saya off dari semua aktiktifitas pekerjaan, jumat, sabtu, minggu, senin dan selasa.

Dimana hari sabtunya saya mendaftar untuk tindakan kuret. 

--------------

Sepanjang menunggu jam tindakan kuret dan selama hari minggu itu, saya tidak bisa berhenti menangis. saya terus menangis. 

Saya tahu bahwa sedang ada yang tidak baik-baik saja dengan mental saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun