Mohon tunggu...
I Wayan  Wendra
I Wayan Wendra Mohon Tunggu... -

Penulis adalah pemuda alumni Pendidikan Ekonomi Unila 2011. Memiliki minat mempelajari kajian-kajian ekonomi lebih jauh. Menulis untuk menyampaikan gagasan dan mencari teman dengan minat yang sama. Penulis bisa dihubungi di akun facebook Iwayan Wendra.

Selanjutnya

Tutup

Money

MENDISKUSIKAN KEMBALI PDB (Belajar dari Kasus PDB Irlandia 2015)

5 November 2016   12:12 Diperbarui: 17 November 2016   12:04 63
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah PDB sebagai indikator pertumbuhan ekonomi benar-benar mereprentasikan pertumbuhan yang dialami oleh seluruh warga negara dimana PDB tersebut tercatatkan, yang mana merupakan kewajiban dari pemerintah sebagai pemimpin dalam suatu negara? 

Sekilas cerita dari Irlandia

Pada tahun 2015 lalu, ada suatu fakta ekonomi yang menarik di Irlandia. Pada saat itu Irish Statistic Centre, lembaga pusat statistik Irlandia, merilis data pertumbuhan ekonomi Irlandia yang mencapai 26% [4]. Angka tersebut merupakan angka yang sangat besar untuk ukuran pertumbuhan ekonomi. 

Berdasarkan pengetahuan penulis dalam mengikuti pemberitaan ekonomi, pertumbuhan ekonomi diatas 5% saja sudah bisa dikatakan sebagai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Fenomena China yang pernah mengalami pertumbuhan ekonomi dua digit ( belasan), itupun dikisaran angka 11-15 (angka belasan dalam golongan bagian bawah) saja, bisa menyedot perhatian ekonom dan penekun-penekun ekonomi lainnya selama bertahun-tahun, dan menjadi salah satu pilihan kajian-kajian berbagai universitas ternama, dan kini ada suatu negara yang mengatakan pertumbuhan ekonominya 26%?. Sebagai pembading betapa besarnya pertumbuhan tersebut, BBC menyebutkan, ekonomi India hanya tumbuh 8% pada tahun yang sama, China 7% dan Jerman hanya 1,5% [5].

Hal tersebut pun segera menarik banyak perhatian ekonom dan berbagai media massa. Salah satu pengajar ekonomi senior di Universitas Limerick Irlandia- yang dikutip BBC dalam programnya More or Less [6] -Stephen Kinsella berpendapat " Jujur saja, saya adalah seorang Makroekonomis [ahli yang menekuni bidang ekonomi makro] dan saya terkejut. Saya melihat data ini berulang kali, dan saya tidak percaya ini bisa terjadi" [7].  Ekonom Amerika peraih Nobel Ekonomi tahun 2008 Paul Krugman menamai fenomena data ekonomi Irlandia tersebut sebagai "Leprechaun Economics" [8]. Untuk diketahui, Leprechaun itu sendiri adalah sebangsa peri dalam mitologi Irlandia yang digambarkan menyerupai pria tua yang sering berbuat nakal [9].

Stephen Kinsella selanjutnya juga menambahkankan “Dalam suatu perekonomian yang bertumbuh sedemikian besar, kita tidak akan bisa melihat keatas tanpa melihat sebuah crane, setiap orang akan mengendarai mobil baru, tidak akan terdapat pengangguran, dan kita akan berada pada suatu tempat yang benar-benar berbeda, kekayaan rata-rata jauh lebih tinggi, tetapi, faktanya tidak” [10].

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Sejak periode 1970an Irlandia merubah sistem ekonominya menjadi sistem ekonomi terbuka untuk menarik investasi dari luar negeri. Pemerintannya menawarkan banyak insentif untuk merangsang pertumbuhan bisnis, seperti tarif pajak perusahaan yang rendah (low rate corporation tax) dan diskon/potongan pajak (tax break) [11]. Untuk alasan tersebut, banyak perusahaan multinasional besar, memindahkan perusahaannya dari luar negeri ke Irlandia [12]. 

Nilai aset dari perusahaan tersebut sangatlah besar, dan mereka beroperasi diseluruh dunia [13], dan segala keuntungan dari aktivitas usaha perusahaan tersebut kemudian akan tercatatkan sebagai bagian dari PDB Irlandia. Salah satu contoh perusahaan yang memindahkan perusahaannya ke Irlandia adalah AerCap, sebuah perusahaan penyewaan pesat terbang. Aercap memidahkan perusahaannya ke Irlandia beserta dengan perpindahan domisili seluruh armada pesawat, yang seluruh total nilainya setara dengan €35 milyar [14], atau sekitar Rp490 T (jika dihitung dengan €1 sama dengan Rp. 14.000,00). 

Contoh perusahaan lain yang melakukan perpindahan adalah perusahaan alat kesehatan AS, Medtronic, melalui merger dengan rival usahanya Covidien, dengan nilai yang setara US$48 milyar [15], atau setara dengan Rp. 624 T (dengan asumsi $1 sama dengan Rp. 13.000,00). Selain itu, juga terdapat beberapa perpindahan paten dari luar negeri ke Irlandia. Dilaporkan bahwa Apple telah memindahkan yuridiksi (pencatatan) kekayaan intelektualnya-hak cipta dan paten yang ada dibalik desain dan teknologi produknya- dari AS ke Irlandia [16]. 

Tujuan dari semua perpindahan-perpindahan tersebut adalah untuk mencari pajak usaha yang serendah-rendahnya guna memaksimalkan jumlah pendapatan sebesar-besarnya, dan hal tersebut ditemukan di Irlandia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun