Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Ketika Gempa Menimpa

13 Februari 2023   13:40 Diperbarui: 13 Februari 2023   13:37 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gempa | sumber: medcom.id

 

KETIKA GEMPA MENIMPA

 Oleh Weinata Sairin

dunia kini
tidak lagi
aman nyaman
nyaris di berbagai belahan dunia
derita membelah umat manusia
ada gunung erupsi
ada tanah bergerak
ada perang
mengusung berang
ada gempa
menimpa
ada teroris
membunuh bengis

negeri kita masih alami duka, luka, trauma
pedih teriris
akibat gempa cianjur
beberapa waktu
yang lalu

gempa turki dan suriah
mengusung derita amat parah bagi
masyarakat dua negara
hingga saat ini korban tewas
telah mencapai
duapuluhdelapan ribuan
bahkan menurut
analisis pakar dan lembaga internasional
korban yang tewas
akan terus bertambah
tatkala jasad yang terbenam dalam
di reruntuhan bangunan
bisa ditemukan


gempa membuka mata
manusia
bahwa manusia
dililit fana
ia hanya debu nir makna
ditengah gempa
mengoyak kehidupan
power
senpi
jabatan
pangkat
kotak-kotak sara
nyaris takpunya
makna

gempa
bencana alam
bencana non alam
menyadarkan umat manusia
bahwa mereka
mesti menyaturaga
mereka semua
musafir yang tengah
berjalan menuju
rumah abadi
mereka wajib bersatu
agama apapun
bangsa apapun
dari benua manapun
takbisa lagi memisahkan umat manusia.

Jakarta, 12 Februari 2022/pk.19.15
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun