Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Gerimis Kecil Menjelang Subuh

18 November 2022   20:04 Diperbarui: 18 November 2022   20:07 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Hujan|sumber: umma.id

GERIMIS KECIL
MENJELANG SUBUH

ada gerimis kecil jatuh perlahan
meneteskan airnya
dari kejauhan
suara azan subuh terdengar
memanggil umat
mendirikan sholat
kewajiban keagamaan memang takboleh terkendala
oleh faktor-faktor apapun
gerimis
hujan lebat
banjir
erupsi gunung berapi
tanah bergerak
longsor
atau bencana
apapun

ada gerimis kecil jatuh perlahan meneteskan airnya
menjelang subuh
gemerisik daun-daun kering terdengar
tertimpa tetesan hujan
mimpi-mimpi yang belum usai
dan selimut yang agak tebal
penahan dingin
mesti dibereskan
sebelum gerimis
makin berlanjut
dan kian lebat

ku lihat beberapa orang tetanggaku
bergegas pulang
dari sholat subuh
mereka bersama anak istri mereka
taat beribadah
dan memiliki ikatan silaturahim yang kuat
dengan semua
warga tetangga
tanpa memandang sara

hujan gerimis kecil masih terus berlanjut
meneteskan airnya
melewati fajar pagi berpijar binar
banyak orang
harus pergi ke kantor menunaikan tugas rutin mereka
mereka berani
menerobos hujan
untuk menunaikan tugas mereka
bukan saja agar asap dapur tetap mengepul
tetapi agar aktivitas kantor tidak berhenti
idealisme tidak
bertumpuk lapuk
dan kehidupan
terus berkelanjutan

gerimis kecil masih terus meneteskan airnya perlahan
sesuai dengan sop yang ada
entah kapan gerimis kecil berhenti
kita takpernah tahu
mungkin bmkg
paham sekali
tentang urusan
hujan
kita menunggu fatwa mereka
kita nikmati saja
gerimis kecil
dengan sukacita
tanpa mesti cemas
anxietas atau
waswas.

Jakarta,17 November 2022/pk.6.35
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun