Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menolong Orang-Orang Mabuk

20 September 2022   16:46 Diperbarui: 20 September 2022   16:55 108 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Uang | sumber: newsweek.com

MENOLONG ORANG-ORANG MABUK

di zaman kini konon banyak sekali insan yang mabuk
dulu kita kenal
mabuk anggur
mabuk minuman keras
mabuk beberapa minuman produk lokal
mabuk kepayang
mabuk laut
mabuk darat
mabuk udara

di medsos heboh sekali mabuk agama
mabuk judi
mabuk sabu
mabuk korupsi
mabuk narkoba
mabuk menipu
mabuk ini dan itu

sebenarnya arti mabuk secara standar adalah
kepala terasa pening karena terlalu banyak menenggak minuman keras
yang kemudian berdampak negatif
pada kondisi fisik tubuh

mabuk judi konon dialami oleh banyak orang
pejabat
petinggi
yang memiliki peluang kuat
untuk mencuri uang negara
lalu menggunakan
nya dengan enjoy tanpa ada rasa bersalah
lewat judi on line bahkan di luar negeri
dalam jumlah milyaran rupiah

kontras dan paradoks realitas itu adalah
tatkala rakyat tetap hidup dililit kemiskinan
tiap hari mengunyah sepi dan mimpi
tentang sembako
hidup nyaman
rasa aman, hidup sukacita
dan bahagia

negara takbisa lagi membiarkan
orang-orang mabuk
mengotori negeri
tokoh agama
tokoh pendidikan
para ahli kesehatan
harus bersinergi
dan kolaborasi
menolong para pemabuk
agar terbebas dari kemabukannya
sehingga bisa kembali hidup sehat
berkontribusi
bagi masyarakat
bangsa
dan negara.

Jakarta, 20 September 2022
pk.11.51
Weinata Sairin.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan