Mohon tunggu...
Weinata Sairin
Weinata Sairin Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Teologi dan Aktivis Dialog Kerukunan

Belajar Teologia secara mendalam dan menjadi Pendeta, serta sangat intens menjadi aktivis dialog kerukunan umat beragama

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Negeri Kami Negeri Merdeka

19 Agustus 2022   08:21 Diperbarui: 19 Agustus 2022   08:27 59 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gunung dan sawah|sumber: alamy.com

NEGERI KAMI NEGERI MERDEKA

negeri kami negeri merdeka
bukan negeri terjajah
yang seperti sampah
diinjak-injak
oleh sang penjajah
dinista tiada henti
sepanjang hari
telah 77 tahun
kami menghirup udara kemerdekaan
hidup lebih indah dan mudah penuh gairah
memiliki persektif
dan prospektif

rakyat jelata di semua wilayah negeri
menjalani kehidupan terstandar
mereka yang alami kesulitan
untuk memliki rumah
pemerintah menyediakan rumah sehat bagi mereka
takada lagi warga yang rumahnya dari karton atau beratap rumbia
takada lagi kaum gelandangan yang berumah di kolong-kolong jalan tol
dan hidupnya takmenentu

warga masyarakat sadar hidup sehat
mereka membuang sampah dengan apik
tempat pembuangan sampah lebih terawat tidak lagi menumpuk sampah-sampah busuk
rakyat lebih sehat
melalui rt rw perusahaan farmasi memberikan dengan cuma-cuma
vitamin-vitamin yang amat dibutuhkan
pemerintah mendirikan laboratorium
"prolife" di setiap kecamatan
dengan harga murah
namun pelayanannya profesional

kehidupan masyarakat makin aman dan nyaman
takada mafia tanah
takada mafia minyak goreng
takada lagi begal
perampok
cyber crime
takada pungutan liar
takada suap menyuap di ruang publik
kecuali di pelaminan

biaya pendidikan
tidak lagi mencekik rakyat
termasuk disekolah-sekolah yang dianggap favorit
syarat masuk semua lembaga pendidikn tinggi dilakukan standar dan terbuka
berdasar keunggulan  akademis
dan tidak ada jalur khusus yang berbasis
kemampuan dalam hal pengetahuan ilmu agama

hubungan antar umat beragama
yang berbeda-beda berjalan sangat baik dan rukun
pembangunan rumah ibadah
tidak rumit dan sulit
imb rumah ibadah sama saja dengan imb pembangunan sebuah gedung
biasa
dalam hari-hari raya keagamaan
warga masyarakat berbaur dan saling mengucapkan selamat
takada satu wilayahpun di negeri kami yang indah
yang menolak pembangunan rumah ibadah
semua warga negara di negeri kami
menghormati seluruh agama
yang dianut warga bangsa

negeri kami negeri merdeka
negeri indah kebanggaan bangsa
kami ingin terus berjuang
agar negeri kami
benar-benar merdeka
dan diberkati Tuhan.

Jakarta, 19 Agustus 2022/pk.5.11
Weinata Sairin

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan